htc one, smartphne yang Banyak Kelebihan


Written on 7 May 2013 – 06:44 | by fanabis

d2867e47189d5ea1b334c405133b0ca9_htcone

pertama kali mengenal htc sekitar september 2012 dengan htc one s. ini merupakan keputusan besar, karena sebelumnya saya pakai blackberry. terutama kecepatan, kamera, musicnya dan tahan bantingnya. ini dalam arti sebenarnya karena saya agak ceroboh, hape ini jatuh berkali-kali. sayang mulai februari hape ini ilang dimaling.

sejak itu belum bisa pindah ke brand lain. pilihan selanjutnya adalah hhtc windows 8 s. tak kalah asyiknya memakai sistem operasi yang baru merupakan pengalaman yang mengasyikkan. namun ini tidak lama juga. akhirnya pindah ke htc sensation xe. tak kalah menariknya, karena htc seri ini tetap memiliki kamera 8 mpx dan kecepata prosesor 1,5 gz. dengan harga yang sama, hape merek lain hanya mempunyai kecepatan 1 gz.

begitu banyak seri hape htc ini, sayang, seri yang terbaru htc one belum sempat punya. hape yang dirilis di Indonesia 26 april ini kabarnya baru akan sampai di indonesia pada kuartal kedua tahun ini. (artinya sekarang sudah bisa dibeli di gerai-gerai hape)

kelebihan htc one ini adalah inovasi-inovasi baru yang belum pernah dijumpai sebelumnya, minimal ada 3 macam. Hhal ini yang akan memberikan pengalaman smart ketika memakainya. inovasi baru itu diantaranya:

HTC BlinkFeed: live stream personal di layar Utama
HTC BlinkFeed merupakan suatu pengalaman baru yang berani, yang mengubah tampilan di layar utama menjadi live stream personal dengan informasi yang relevan seperti update media sosial, hiburan dan gaya hidup, berita dan foto dengan tampilan visual yang nyata tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi dan situs web.

HTC menyediakan lebih dari 1.400 sumber berita dengan lebih dari 10.000 artikel per hari baik lokal maupun global, termasuk media lokal: detikcom, KapanLagi.commerdeka.com, TEMPO.CO; dan internasional: AOL, ESPN, MTV, Vice Media, Cool Hunting, Reuters serta masih banyak lainnya. Untuk informasi lebih lengkap tentang rekanan penyedia konten pada HTC BlinkFeed, kunjungi HTC Blog.

HTC UltraPixel Camera dengan HTC Zoe
Terobosan HTC UltraPixel Camera mengubah cara pengguna menangkap, mengenang dan berbagi momen-momen paling berharga. HTC Zoe menghadirkan kemampuan untuk mengabadikan foto dengan resolusi tinggi yang menjadi hidup dalam bentuk kolase yang dinamis, dan ditampilkan dengan cara yang unik, seperti menghidupkan album foto dan mengubah album foto tradisional yang berisi foto-foto diam menjadi album foto kenangan yang bergerak.

HTC BoomSound
HTC BoomSound untuk pertama kalinya menghadirkan stereo speaker di bagian depan dengan amplifier tersendiri dan layar full HD yang luar biasa. Intergrasi Beats AudioTM menghasilkan kualitas suara yang kaya dan otentik, untuk mendengarkan musik favorit, menonton video Youtube ataupun bermain game. Perekaman HDR menggunakan dual microphone dan audio processing yang canggih
sangat tepat untuk perekaman video kualitas HD. Suara panggilan telepon terdengar sangat nyaring di HTC One berkat adanya HTC Sense VoiceTM, yang meningkatkan volume dan kualitas suara di lingkungan yang berisik sehingga percakapan telepon terdengar kencang dan jernih.

Tags:

blog edisi review (saja)?


Written on 4 May 2013 – 07:22 | by fanabis

42-45013615

masa keemasan blog sudah punah, tapi menulis tidak. atau sebaliknya? masa keemasan menulis sudah berakhir, tapi blog masih tetap eksis?

apapun, faktanya adalah membicarakan blog sudah terasa basi, dan tinggal sedikit orang-orang yang aktif menulis. hanya mereka yang benar-benar menyukai kegiatan ini yang blognya masih sering di update.

kelompok ini pun masih terbagi. mereka menulis karena benar-benar ingin menulis, mereka menulis karena pesanan. tak ada yang salah. toh perjalanan seorang blogger ada yang pada akhirnya adalah pensiun menulis gratis (kalau bisa).

ada banyak alasan untuk berhenti menulis di blog. salah satunya adalah sibuk menulis novel atau pekerjaan lain yang lebih mendatangkan uang. jadi selama ini ngeblog hanyalah sarana, sebuah jembatan untuk menjadi seseorang yang lebih komersial. entah itu di bidang yang masih ada hubungannya dengan kegiatan tulis menulis atau tidak sama sekali. mereka bermetamorfosa, dari ulat menuju kupu-kupu.

alasan lain tentunya karena ada space lain yang lebih beragam untuk berekspresi. social media, mulai dati twitter, facebook, instagram, youtube, path, cubie dan lainnya.

kalau begitu, jangan-jangan orang-orang yang (masih) rajin menulis di blognya karena ingin menulis adalah sekumpulan para penulis pemula, orang-orang yang tidak bisa berkembang? kesimpulan yang cukup asal memang.

masih ada beberapa penulis yang masih rajin menulis bukan karena pesanan dan dia juga terus sukses. bahkan konon ada salah satu blogger yang memperoleh bayaran 15 juta per tulisan. fantastik bukan?

namun menulis tanpa karena pesanan juga tak kalah asyiknya, sehingga tak ada alasan untuk berhenti kalau memang menyukai.

images diambil dari corbis.com

Tags:

Yuk rajin membaca buku lagi..


Written on 3 May 2013 – 06:49 | by fanabis

4d0caabed94f1368ce5e3486d10bdc5b_hakekat-tasawuf

salah satu alasan jarang membaca buku lagi, selain kesibukan pekerjaan adalah adanya twitter. Tapi aku kira alasan ini (dan alasan lainnya pun) hanya sebuah pembenaran. Intinya karena malas belaka.

Setelah hampir sebulan, akhirnya selesai juga buku yang menarik ini. Judulnya hakekat tasawuf, ditulis oleh syaikh abdul qadir isa (1920-1991), sufi besar kelahiran Halab (aleppo) suriah. Buku ini sangat keren karena dalam waktu singkat telah mengalamai cetak ulang 16 kali di sana.

Beruntung menemukan buku ini, ketika ada pameran buku di senayan. Harganya 78 ribu rupiah saja. Buku setebal 455 halaman ini isinya cukup komplit, mulai dari membahas apa itu tasawuf, ajaran-ajaran praktis dalam tasawuf , jalan menuju tuhan dan seterusnya.

Bagi orang-orang yang ingin belajar (beneran) lebih dalam tentang spiritual, buku ini sangat baik dipakai untuk dipakai sebagai mentor. Isa menjelaskan tentang tasawuf secara detail, dan baru sehingga pembaca akan merasa tercerahkan.

Membaca buku ini tidak akan membosankan, karena penulisnya tidak saja mengutip ayat quran maupun hadis saja untuk memperkuat argumennya, namun juga mengutip dari para penyair sufi. Asyik, banyak kutipan penyair yang quotable. engkau obati tubuh fanamu agar kekal dan hatimu yang kekal engkau biarkan sakit :)

Pada buku terbitan qisthi press ini salah satu isi yang menarik adalah tahap-tahap menuju tuhan. Pertama adalah dengan tobat. Ketika tahap ini sudah terlewati, selanjutnya adalah takut. Berikutnya adalah harapan => saleh =>murid =>taat => cinta => rindu => wali. Tentang penjelasannya masing-masing silakan dibaca sendiri ya.

berbagi itu gaya hidup 2.0


Written on 13 April 2013 – 08:46 | by fanabis

fbcef923297cec87d1a3ea63d5e0601d_akber-rame2

sebenarnya jauh sebelum menjadi volunteer di akademi berbagi, saya sudah mempunyai gagasan untuk mengkampanyekan berbagi sebagai life style. namun bingung juga bagaimana bentuk dan caranya? apalagi waktu itu belum jamannya social media. sehingga cukup susah mencari teman-teman sepaham yang bisa mewujudkan ide tersebut. karena sendiri tidak mungkin, saya bukan siapa-siapa yang suaranya layak di dengar.

ide itu muncul mungkin sebagai bentuk balas dendam masa lalu yang cukup menggelikan. suatu hari di di tempat kerja, saya memperoleh kesulitan ketika menyelesaikan tugas. sebenarnya tugas itu sangat sederhana yakni memodify sebuah images dengan menambahkan frame. tapi sayang sekali teman saya itu menolak menjelaskan. bayar dong, aku dulu waktu belajar juga bayar, kira-kira begitu jawabannya. ini sungguh serius bukan candaan.

pernyataan itu menyadarkan saya, tidak semua orang mau berbagi dengan rela. ok baiklah. aku menduga ini adalah bentuk karma terhadap perlakuan saya kepada semua orang yang pernah aku tanyai. kebiasaan saya kepada mereka, begitu mereka mau melayani pertanyaan saya, obrolan akan sulit berhenti. saya pernah menemui zen rs, penulis keren, sejarawan muda dan bertanya-tanya sampai pagi. padahal itu pertemuan pertama, sebelumnya tidak pernah berkenalan.

agak jarang ada orang yang mau melayani semua pertanyaan selama itu. apalagi mau membayari semua tagihan kopinya seperti zen rs itu. memang kesalahan saya yang paling fatal adalah belum berhenti bertanya sampai orang tersebut mengusir secara halus. entah alasan mereka karena sibuk semata atau hal lain. ada yang pernah mengatakan kalau bertanya saya seperti menginterogasi. tidak salah, karena saya ingin memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dengan cara yang gratis. kata guru sd saya, pertanyaan adalah setengah dari pengetahuan.

sejak berkembangnya social media, kesempatan bertemu dengan orang-orang baru makin terbuka. dan itu sangat menyenangkan. karena aku pikir semua orang itu unik, setiap orang itu menyimpan kejeniusannya masing-masing yang aku tak punyai. dan yang paling membuka kesadaran saya adalah bahwa di luar sana masih ada banyak orang yang dengan suka cita mau berbagi. kota jakarta yang selalu diidentikan dengan kesibukan, individualis ternyata tidak sepenuhnya benar.

trend berikutnya adalah munculnya komunitas-komunitas. saya ikut bergabung dengan beberapa komunitas: bunderan hotel indonesia, kopdar jakarta, dblogger, bunga matahari dengan semua orang bisa berpuisi. menarik sekali belajar dari komunitas-komunitas yang mempunyai kegiatan dan visi yang berbeda-beda itu. sayang sekali karena alasan klasik sibuk tak semuanya bisa mengikuti.

sampai suatu sore di garis waktu di twitter, aplikasi social media yang hanya menyediakan 140 karakter muncul pengumuman dari akademi berbagi yang menawarkan belajar iklan gratis bersama pak subiakto, owner hotline agency. aku pikir kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena guru yang akan mengajar adalah orang yang sangat kompeten di bidangnya. dan yang lebih penting tidak di pungut biaya.

konsepnya cukup menggebrak, sesuai namanya akademi berbagi semuanya full free, baik para guru yang sangat berkompeten di bidangnya, ruang kelas maupun para pengurusnya atau pengelolaanya. menurutku ini adalah kegiatan paling inspiratif yang pernah ada. kehadiran akademi berbagi seolah-olah meledek pemerintaah yang tidak cukup baik menyediakan tempat pendidikan murah yang berkualitas. yang memperoleh tamparan telak dengan adanya akademi berbagi tentu para praktisi yang terbiasa mengadakan pelatihan-pelatihan di hotel-hotel dengan biaya jutaan rupiah. akademi berbagi yang mengajarkan skill yang berbeda-beda tentu sangat bermanfaat bagi para karyawan atau mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya sesuai dengan bidang pekerjaannya.

beruntung sekali mba ainun chomsun menawari saya untuk ikut membantu terselenggaranya kegiatan keren ini. bagaimana tidak, di akademi berbagi saya memperoleh banyak pengetahuan baru, langsung dari orang-orang yang memang menguasai di bidang social media, marketing 2.o, public speaking, perencana keuangan, fotografi, creative writing, enterpreneurship dan topik-topik kreatif lainnya. di akademi berbagi saya tidak khawatir lagi jika bertanya, karena para guru tersebut pasti tidak akan berani mengusir. :)

agak tidak mudah memang menyisihkan waktu disela-sela pekerjaan utama. padahal sebenarnya tugas di akademi berbagi cukup ringan, tapi cukup menyita waktu juga. karena tinggal di jakarta, tugas saya hanya membantu terselenggaranya kelas-kelas akademi berbagi untuk wilayah jakarta. karena network saya yang masih terbatas kesulitan yang saya hadapi adalah bagaimana mencari guru-guru keren juga orang-orang yang mau menyediakan ruang-ruang kelas yang bisa dipakai untuk kelas akademi berbagi.

namun karena saya melakukan dengan riang, selalu saja ada kesempatan untuk sekedar membuat pengumuman kelas, mengkonfirmasi para pendaftar dan merespon pertanyaan orang-orang di twitter. bulan-bulan pertama akademi berbagi mengadakan kelas sampai tiga kali seminggu. mungkin karena waktu itu masih semangat-semangatnya.

sebisa mungkin saya akan selalu datang ke kelas yang diadakan. saya benar-benar berfikir sebelum memutuskan untuk mendaftar atau tidak. saya tidak ingin mendaftar asal-asalan, atau ikut-ikutan latah: yang penting daftar sekarang, masalah bisa datang atau tidak itu urusan belakangan. karena saya tahu, tempat yang disediakan oleh akademi berbagi terbatas. dan saya tidak ingin membunuh keinginan teman-teman lain yang juga ingin belajar terpaksa tidak bisa karena kuota yang disediakan sudah habis.

beruntung sampai sekarang saya bisa komitmen dengan keputusan yang aku ambil tersebut. jika memang sudah mendaftar, saya pasti akan datang. moment itu penting, karena tentu sangat susah berguru pada orang-orang hebat seperti pak subiakto, aidil akbar, budiman hakim, roby muhamad, prabu revolusi, melanie subono, ita sembiring, yuswohady, dian noeh, indira abidin, budiono darsono, clara ng, iim fahima, tuhu nugraha dan banyak lagi.

sehingga setiap ada kelas, saya selalu mempersiapkan diri maksimal. saya tidak mau telat satu menit pun dari waktu yang telah dijadwalkan.

seperti menonton bioskop, scene tiga menit pertama akan menentukan gambaran keseluruhan film akan seperti apa. dan jika hal itu terlewatkan, sepanjang film diputar akan terus dilingkupi pertanyaan-pertanyaan yang bisa jadi tak akan terjawab sampai film berakhir.

selain itu, alasan saya untuk datang tepat waktu, tak ingin mengganggu konsentrasi peserta lain yang serius menyimak apa yang di sampaikan pemateri. memang sampai sekarang masih sering terjadi, ketika pemateri sedang menjelaskan tiba-tiba ada yang nyelonong masuk. insiden pencarian tempat duduk, bisikan say hello ke teman akrab mau tak mau memaksa pemateri yang sedang berbicara di depan berhenti sementara beberapa menit. melihat suasana seperti itu, saya jadi teringat cerita teman yang suka nonton opera. katanya, begitu pertunjukan dimulai sesuai jadwal, pintu dikunci rapat!

selain memperoleh pengetahuan dengan perspektif baru, di akademi berbagi saya juga menenukan banyak teman-teman baru. tidak hanya di sekitaran kota jakarta. tetapi juga teman-teman dari akademi berbagi kota lain seperti bandung, surabaya, solo, jogja, palembang, gorontalo, ambon dan lainnya. dan itu sangat menyenangkan. tepat seperti taglinenya, berbagi bikin happy.

Tags: