gus dur, visinya jauh melampaui zamannya

February 8th, 2010, posted in buku

gus dur selalu dianggap sosok yang kontroversial. yang tak suka sebanyak pengagumnya. untuk memahami jalan pikirannya harus dengan mencari apa yang tersirat dibalik yang tersirat di setiap ucapannya. dan dalam buku setebal 5016 halaman ini, greg barton menuliskan biografi gus dur cukup lengkap.

ia lahir dari keluarga pesantren. kakeknya hasyim asyari, ayahnya wahid hasyim, abdurahman wahid ad-dakhil nama lengkapnya. artinya sang pendobrak. meski tanggal lahirnya 7 september, namun ia selalu merayakan ulang tahunnya pada 4 agustus. memang gus dur lahir pada hari keempat bulan kedelapan. namun dalam kalender islam.

bocahnya gus dur adalah anak yang tumbuh subur dan tak bisa ditekan. ia sering menunjukkan kenakalan. dua kali mengalami patah tulang ketika ia belum genap berusia 12 tahun. saat ayahnya aktif di politik, ia diajak pindah ke jakarta. perkenalannya dengan beberapa tokoh awal cintanya pada musik klasik.

gusd dur kecil telah sering diajak ke pertemuan-pertemuan politik. pada 18 april 1953, ia berangkat bersama ayahnya menghadiri pertemuan nu di sumedang. naas mobil yang ditumpanginya kecelakaan dan sejak itu ia menjadi yatim.

lalu ia pindah ke jogjakarta, tinggal dengan tokoh muhamadiyah. di kota ini juga kegemarannya nonton film terpuaskan, selain nonton wayang. dari sini ia melanjutkan belajarnya ke mesir dan bagdad. di kedua kota ini ia sering berdiskusi di kedai-kedai kopi.

gus dur dikenal sebagai orang yang nyleneh. mungkin karena visinya yang terlalu jauh ke depan. karena tindakannya sering dianggap bertentangan dengan islam. misalnya mengusulkan mengganti salam islam dengan selamat pagi. menurutnya islamisme seperti juga komunisme, gagal memberikan jawaban yang lengkap dan manusiawi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, terlepas dari ketulusan pendukungnya. (100)

ini sejalan dengan pemikiran m abduh, ilmuwan mesir. menurut abduh, telah terjadi kemandegan pemikiran selama berabad-abad di kalangan muslim. alasannya mereka terlalu fokus (taqlid) pada salah satu dari empat mazhab. menurut abduh, ini antitesis dari perkembangan pemikiran modern.

sudah saatnya perlu ijtihad (penafsiran pribadi) dibuka. dari pada taqlid yang yang hanya bergantung pada satu pemikiran yang sudah mapan dan sederhana maka itjihad yang disertai dengan pendekatan baru dan kreatif terhadap pemecahan masalah haruslah menjadi dasar bagi pemikiran islam modern

“memang al quran dan hadits merupakan sumber dan acuan terakhir bagi kebenaran agama, namun terdapat banyak kebenaran termasuk kebenaran agama yang dapat ditemukan dalam kebudayaan manusia. apakah dalam bentuk wayang kulit ataupun novel-novel dostoyevski. sebagai orang islam kita harus berani secara radikal mempertanyakan epistemologi dan pandangan hidup”, kata gus dur.

tampaknya mayoritas orang islam sudah berada di zona nyaman. mereka malas berpikir dan menafsirkan ulang makna teks-teks alquran dalam konteks kemodernan saat ini. selain hambatan lain yakni dari para orang konvensional yang merasa tergerogoti otoritasnya. lihat saja pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari tahun ke tahun hanya seputar apakah mimpi basah membatalkan puasa atau halal haramnya mengucap salam pada pemeluk agama lain.

judul asli: the authorized biography of Abdurahman wahid
penulis : greg barton
penerbit : lkis
jumlah halaman : 516

ke orang biasa pun kita bisa berguru

January 30th, 2010, posted in buku

guru-kehidupan_mt

konon mereka yang tak berpendidikan formal, biasanya belajar dengan hati. skill mereka di era teknologi yang perkembangannya begitu cepat ini tak laku. di lirik lagu mereka disebut orang pinggiran. di hasil riset marketing mereka masuk kelompok E.

namun bagi seorang matahari timur mereka semua dianggap gurunya. laki-laki yang biasa di sapa mt itu mempunyai sudut pandang unik. dari perjalanannya ke daerah-daerah di seluruh indonesia ia banyak menjumpai orang-orang biasa yang punya pemahaman hidup sangat luar biasa.

rupanya mt sedang melakukan dekontruksi-dekontruksi. ketika semua orang berlomba-lomba mencari tempat belajar terekslusif, dia sengaja memilih “jalanan” sebagai area belajarnya. ketika banyak orang berbondong-bondong berkiblat pada cerdik cendekia dan ulama dia memilih rakyat jelata sebagai panutannya.

pada buku ketiganya ini, mt menceritakan perjumpaanya dengan orang-orang biasa yang lebih inspiratif dibanding apa yang diceramahkan motivator. menurutnya apa yang disampaikan motivator itu telah menjadi bagian dari hidup keseharian orang-orang yang ditemuinya tersebut.

misalnya ketika berbincang dengan mak encoh penjual nasi uduk, mang toha penjual bajigur atau mang saslan pedagang kue putu ia selalu menemukan pencerahan. orang-orang yang itu mampu mendedahkan pemahaman mengenai kebijakan hidup tanpa sepatah kata pun.

dengan membaca guru kehidupan ini, mt mencoba menyentak kesadaran kita bahwa untuk memahami bagaimana memaknai hidup kita tak perlu belajar dari depak coopra atau ikut seminar cara cepat mencapai makrifat di hotel-bintang lima.

dengan membaca 30 kisah-kisah inspiratif ini kita akan termotivasi untuk menjalani hidup tanpa keluhan, makian dan penyesalan. mt seolah mengingatkan kepada pembacanya, kebahagiaan itu tidak datang dari hal-hal di luar diri.

yang paling inspiratip adalah kutipan dari kakek penjaga mushola, “ketika tak ada lagi orang yang sudi mendengarmu, siapa lagi yang paling mulia telinganya selain Tuhan?”

judul buku : guru kehidupan
penulis : matahari timur
jumlah hal : 238
penerbit : lentera hati