Navigation | penyair cyber

penyair cyber

yang membedakan dengan penyair (saja) adalah media tempat untuk mengekspresikannya, hanya di internet. andai kau menulis puisi dan mempublishnya di situs web, maka kaulah penyair cyber itu.

lupakan stereotip penyair masa lalu yang tampak selalu kekurangan ide sehingga lupa mengurus diri. kebanyakan minum, teler dan rubuh di kamar mandi. sehingga ia akan berhasil menuliskan puisi seumur hidup sekali.

semua orang bisa menjadi penyair.

penyair cyber, tak cukup mengekspresikan melalui kata, namun mereka tahu potensi internet. mereka akan memaksimalkan itu. sehingga penyair cyber mestinya memahami internet lebih baik. internet kini bukan dunia maya lagi. karena kau bisa bersenggama, orgasme dengan ejakulasi.

di internet, banyak aplikasi yang bisa difungsikan untuk mendukung larik-larik puisinya sehingga ia bisa memaksimalkan maknanya. dan lebih indah. misalnya syair yang membincangkan bom, kita tak hanya disuguhi teks. namun penyair bisa mengubah jenis, ukuran, warna dan karakter huruf yang ada.

andai mau, bisa juga di tambahkan backround suara lolongan angsa, atau gambar atau hal yang mendukung lainnya. andai mengerti bahasa pemrograman, bisa membuat aplikasi yang bisa menampilkan huruf-hurufnya berjatuhan sebagai penutupnya.

dengan bentuk baru itu syair cyber bisa jadi akan lebih cepat populer dan menyenangkan. di siarin televisi ratingnya akan menggusur indonesian idol, audisi tpi atau sinetron hidayah.

tema-tema pilihan mereka kebanyakan berhubungan langsung dengan keadaan modern yang urbanis. kubikel, lift, kafe, mal, j co, mango, 3g, erdinger, duvel, martel, hotspot, ebook, emoticon, mp3, facebook, polyponic, gps, blog, fs,  plurk, posterous, cybersex, ubersexual, youtube, webcam, artificial intelegenci, tanktop.

bukan lagi cerita cinta bermuram durja, karena keperawanan diembat sahabat. bukan juga puja-puja pada keindahan semesta dunia. namun lebih jujur dan berani. kalau perlu memaki. yang penting berekspresi.

namun ketika aku tanya apa itu penyair cyber kepada mikael johani, salah satu member yang aktif di komunitas puisi bunga matahari, ia menjawab datar. “sama saja cuma gak pernah main ke tim, soalnya di situ gak ada wifi”.

(* foto: mikael johani

Filed by fanabis at July 16th, 2008 under daily and tagged , ,



wahai penyair cyber!

ungkapkan kata-katamu
ekspresikan nuranimu

wahai penyair cyber!

jangan lupa bayar utangmu
warnet tempat kerjamu

wahai penyari cyber!

   monsterikan — 16 July 2008 @ 11:52

semakin maju jaman semakin cepat perputaran informasi.. semakin banyak cara untuk meletakkan berbaris kalimat sejuta makna….

   Anang — 16 July 2008 @ 11:58

wah mentang-mentang penyair foto yang dipajang sedang merenung begitu.mungkin itu syarat untuk menjadi penyair ya???
wahahahaha…

   daniel — 16 July 2008 @ 12:58

hehe..
kirain mau ada salahsatu syair yang di post..

hhmmm..

   tonosaur — 16 July 2008 @ 18:16

keren…..btw..thx dah mampir yaa…..

   h45m1 — 16 July 2008 @ 19:36

mm.. *besok posting puisi, biar jd penyair cyber*

   mae — 16 July 2008 @ 21:08

gunakanlah blog sebagai media menyimpanan arsip puisimu

   Gelandangan — 17 July 2008 @ 03:10

makin banyak yang menuangkan buah karya sastranya di internet, makin banyak pembelajaran buat kita semua. saya punya teman di http://www.nyomansutarsa.wordpress.com yang mendedikasikan blognya buah buah tulisan sastra

   okanegara — 17 July 2008 @ 03:17

booos salam kenal booos aku cah SMP 4 SKH, SMA NGUTER, salam kenal add YM aku ya
lukalamalarahati

   Ronggo — 17 July 2008 @ 04:41

penyair cyber itu penyair yang memilkinilai + , karena ia menguasai teknologi . dia berinovasi tidak hanya di selembar kertas .

BTW tuker link yuk

   bakhtiar — 17 July 2008 @ 06:29

uwwwwww…… so sweet…
emg semua bisa jadi penyair, tapi ga semua orang berbakat jadi penyair… ya kan???

   yuni — 17 July 2008 @ 07:53

cyber itu hanya persoalan media, mas penyair, hehehe :lol: esensinya sama saja, menuangkan pemikiran2 kreatif ke dalam sebuah teks. bahkan, dalam sebuah blog atau web sang penyair bisa memublikasikan karya kapan saja. beda dg media cetak yang mesti tunduk pada etika penerbitan yang ditentukan oleh pengelolanya.

   sawali tuhusetya — 17 July 2008 @ 07:58

sebenernya siapapun bs jadi penyair koq, dimanapun, dan kapanpun (wih berasa iklan deh kata2nya,, wkwkwk)

kenapa ga skalian kasih syair aja bang d blog’na??

   blog3 — 17 July 2008 @ 13:20

penyair cyber….
kata-katanya meluber…
ditampung dalam ember…
terdengar jadi sember…

   ayam — 17 July 2008 @ 15:22

buat penyair yang juga blogger —sembari mbaca tulisan di kaos— “who cares of your blog?”

make them care! semangat!

   bangpay — 17 July 2008 @ 17:57

lam kenal ;)

   ranie — 18 July 2008 @ 10:00

yaps… Cyber…
seluas apa yang paling luas dan sesempit semua yang sempit
:P

   firlina — 18 July 2008 @ 11:24

hati2 dengan dunia cyber…
klo kita bener menggunakannya, kebaikan yg kita dapatkan..
tapi klo salah…

   oRiDo™ — 18 July 2008 @ 13:21

Sebaris puisi yang sehat bisa memperpanjang umur seseorang yang sedang sekarat…..

   wen — 22 July 2008 @ 06:44

fotonya kayak di taman lembang… :roll:

   cK — 22 July 2008 @ 11:20

Leave a comment