sehari berpuisi di san diego memorial park

pamakaman selalu di persepesikan dengan hantu dan hal seram lain. san diego memorial park dan funeral home yang berada di karawang menjungkirbalikan apa yang diyakini banyak orang itu.
di kawasan 500 ha, san diego memorial park ingin mengatakan, berziarah ke makam itu menyenangkan. landskap yang berbukit-bukit dengan danau di lembahnya sungguh seperti taman wisata.
dan memang tujuannya selain berziarah, juga untuk refreshing atau kegiatan lain. seperti yang dilakukan komunitas milis (puisi) bunga matahari pada minggu, 27 juli 2008. mereka sengaja mengadakan acara pembacaan puisi di tempat itu.
berangkat dari kantornya di jalan kh mas mansyur kami menumpang bus yang berisi setengahnya saja. “siapa saja bisa berpuisi”, kata mereka. dan benar, sejak di dalam bus mereka sudah mulai membacakan puisi-puisi favorit mereka.
secara bergantian, semua mendapat giliran. sampai waktunya makan siang. di pemakaman san diego memorial park menyediakan restoran. andai ingin menyegarkan badan, kolam renang tersedia di depannya.

di kolam itulah renang itulah mereka melanjutkan membaca puisi-puisi tulisan subagyo sastro wardoyo, dina oktaviani, khairil anwar, joko pinurbo, afrizal malna dan lainnya.
membaca puisi itu tak harus berteriak heroik atau harus di deklamasikan. bisa saja santai, dengan candaan dan cengengesan. tak perlu di depan banyak orang seperti di panggung tujuh belasan. yang penting fun!
sehingga tak heran, mereka melakukan dalam keadaan setengah telanjang. atau sambil berenang di kolam.
alasan membaca puisi di kuburan? mikael johani, sang pemilik gagasan menjawab, ia ingin sekalian melihat liang lahat yang telah disediakan.



selamat buat mikael dan teman2 bunga matahari yg telah menggagas acara yg keren ini.
[Reply]
Laaah di makam? Ide-nya luar biasa, pendengarnya buanyak dan pendiam semua, hahaaaa
[Reply]
bulan depan ikut lagi ya. rencananya sih di kebun raya bogor!
[Reply]
Ass wrwb…
Zemangat sore ^_^
ide yg tak biasa, jadi inget buku edensor, pas arai baca puisi di depan makam, hehe
[Reply]
hiks, aku ga ikut..
besok di kebun raya bogor
[Reply]
berpuisi di kuburan, idenya sangat menarik.
Kebun raya bogor? menarik juga. sayang aku juga tak bisa berpartisipasi. nanti identitasku terbongkar dong….
[Reply]
namanya juga pemakaman, seindah apapun pasti tetap seram
[Reply]
Wuih….tuh taman kayaknya seru banget ya…kapan nie gw bisa kesana?????
[Reply]
kebun raya… di rumah anggrek ya
(bagus buat foto2) hihihi, tetepppp
[Reply]
wah… jadi juga ya… ga bisa ikutan… hiks…
kalo acaranya deket-deket cirebon… ikutan deh…
Ney kok banyak banget blog-nya… ga pusing tah?
[Reply]
Terima kasih atas comentnya,
[Reply]
woi!. ada yang lain rupanya… kembarannya yang di blogsome?
[Reply]
berpuisi di kuburan? hmm…. atut……
[Reply]
welha lah ntar para wewe gombel dan setan pocong itu menjadi tergusur dong!
[Reply]
Sekali-kali emang kita perlu mengingat mati. Mungkin salah satu caranya seperti ini….*puisi dikuburan*
[Reply]
weleh pemandangan yang sangat elok
[Reply]
sekalian pesan lahan gak?
[Reply]
Perlu menyiapkan diri setiap saat, agar mampu menyongsong kematian dengan gagah berani
Salam kenal.Thanks sudah berkunjung.
[Reply]
nyesel banget ni gw gak bisa gabung kekat buma yang satu itu. well, sampai jumpa di kekat buma berikut.
[Reply]
Interesting to know.
[Reply]
[...] bagaimana dia, blogger yang menempatkan diri sebagai contrarian itu, memandang posting tentang berpuisiria di kuburan: humor atau [...]