mendengarkan tung desem

pintar bergaul, banyak sahabat bukanlah bakat. ada “magic” di sana yang bisa dipelajari. beruntung aku sempat mendengarkan “ceramah” tung desem waringin.
jumat (30/10/2008) pada seminar “sales magic” di jl warung buncit raya 75 itu, selama setengah hari dia mengajari bagaimana cara membuat semua orang langsung “jatuh cinta” kepada kita tanpa mereka sadari.
untuk itu kita harus pintar “menawarkan diri. menurut orang yang pernah menyebar duit seratus juta rupiah di tangerang sewaktu promo bukunya ini, setiap orang adalah sales. agar bisa diterima diperlukan komunikasi yang tepat.
secara garis besar, karakter manusia itu bisa dikelompokkan ke dalam 3 macam. kelompok penglihatan, perasaan dan pendengar. kita bisa mengetahui seseorang termasuk kelompok mana dengan cara bertanya langsung atau observasi kecil-kecilan.
dari pilihan kata sewaktu berbicara misalnya. kelompok penglihatan cenderung suka memakai kata-kata yang berdasar dari amatan matanya: “tampaknya, kelihatannya, bentuknya, warnanya dan pemandangannya”.
selain itu orang kelompok ini bicaranya cukup cepat. penampilannya rapi. ruang kerja atau rumahnya banyak pajangan, lukisan dan pernak-pernik.
tipe perasaan lain lagi. orang kelompok ini lebih suka memakai kata-kata semacam “sejuk”, “dingin”, “panas”, aman dan juga sering memakai kata-kata yang mewakili gerak. kecepatan bicaranya lambat, penuh jeda. andai jeli, mereka tak begitu memperhatikan penampilan. yang penting nyaman.
sementara kelompok pendengar tentu saja lebih condong memakai kata yang berhubungan dengan telinga: saya mendengar……, suaranya… kalau bicara seperti membaca puisi
dengan mengetahui karakternya kita harus bisa mengimbanginya, mengikuti apa yang dia “mau”. sehingga menimbulkan kesan punya kemiripan. misalnya orang yang sama-sama berasal dari tanggul kulon jember, akan merasa lebih nyaman dibandingkan berbincang dengan orang Monrovia.
celakanya, dengan cara seperti itu kita akan kesulitan untuk mendefinisikan seorang blogger akan masuk ke kelompok mana. karena tulisan blogger yang keren akan mendiskripsikan apa yang dirasakan kelima inderanya secara maksimal.
bahkan konon menurut psikologi ada sembilan indera (penglihatan, pendengaran, kinestesis, vestibular, perabaan, temperature, rasa sakit,, perasa dan penciuman )



Setelah lompat dan teriak di seminar Tung Desem Waringin itu apa sisi magic sales-mu sudah terpancing keluar? Kalau sudah, ayo gunakan untuk “menjual” blogmu kepada dunia…
Kalau HARUS memilih, blogger itu masuk kelompok mana, aku pilih PERASAAN. Karena menulis di blog asalnya dari perasaan. Kalau sebelumnya perasaan itu disebabkan setelah dia mendengar sesuatu atau melihat sesuatu, itu adalah satu fase sebelum dia memutuskan untuk menulisnya di blog.
As mbuhlah Mbah…heheh….
[Reply]
Lilis termasuk kelompok yang mana? *bingung*
[Reply]
Kalo ibu2 yg suka ngegosip itu kyknya masuk kelompok pendengar y? misalnya mereka bilang ” eh saya denger jeng anu tuh simpanan si anu ye”
terus.. ngomongnya sambil bisik-bisik gitu..
xixixixi.. geli gw..hehehe..piss.
[Reply]
magic marketing yang menarik …
Emotional Quetions itu juga kunci awal .. mendekati orang beserta perasaannya …
[Reply]
ak masuk yg mana?
[Reply]
sepertinya benar bisa melihat dari apa yang ditulis seseorang, tetapi susah kalau ada blogger yang nulisnya kopas
pernah ada yang dengar ilmu hipnotis marketing, wah kalo emang ada keren..bakalan laku deh jualannya
[Reply]
orang yang sama-sama berasal dari tanggul kulon jember
Sepertinya saya kenal..
[Reply]
wah Mas Min jadi inget waktu SMA saya pertama kali ikut seminarnya TDW yah sales magic ini.. bner2 DAHSYAT!! saya baca posting Mas Min kirain mo di tulis semua isi seminarnya.. bisa dibuat blog sendiri hehe..
Dalam sales magic ada 4 step penjualan.. building rapport, building need, offer solution da terakhir closing sales.. nah dalam tahap bilding rapport(menjalin kedekatan) salah satunya harus tau tipe calon pembeli kita..
@harmanto, sales magic itu ambil ilmunya dari hipnotis sales.. mungkin kalau orang yg biasa membaca tipe indera seseorang.. baca tulisan jg udah tau org tersebut tipe apa.. kyk mas har yg lebih cendderung ke kinerstik.. indera perasaan
[Reply]
ditempat dan lingkungan baru, saya suka menjadi orang pendengar.
di tempat dan lingkungan yang udah akrab, saya jadi tipe orang pembicara
dan dikala sendiri, saya selalu diam
[Reply]
ty kunjunganya
[Reply]
oooo gitu to??… *manggut manggut*
[Reply]
Hwuaduhh ……
[...]kinestesis, vestibular[...]
kie opo manehh thoo yohhh
hahahahahaha
[Reply]
aku merasa tipe ‘perasaan’, tapi kata-kataku bukan yang itu.
aku tipe mana mas?
[Reply]
wedeeww… seru juga tuw bro, dapet ilmu bagus dari masternya… semoga bisa di praktekkin dehh
btw, mas KW pake jas juga dong pas fotonya… biar sama gantengnya… kekeke…
[Reply]
uni masuk ke tipe yang mana ya???
mungkin tipe 21 *halaah… apa lagi ini*
btw klo vestibular apa an sech???
*menanti penjelasan dr sang empunya blog mode on*
[Reply]
Hmmmm saya masuk Tipe yang mana yach????? Jadi binun ini…. wekekekeke……. Salam kenal mas….
[Reply]
hmm bisa dikondisikan jg
http://asephd.co.cc
[Reply]
tung desem yang sebelah mana, kanan atau kiri ya…?
[Reply]
saya masuk yang mana yah?
[Reply]
wew,, bagus neh blog,,, rame lage,,,, lam kenal aja dah,,,
[Reply]
Habis Ngikutin itu Acara pulangnya dapet ce Berapa Bang,,, hihihi….
Nama beliau memang sudah banyak dikenal….salam ya unbtuk beliau,,ehm,,’\
saL4M..
[Reply]
waduh iyo opo kuwi kinestesis ama vestibular bosone terlalu jauh buat ibu rt
[Reply]
saya kategori mana mas?
[Reply]
jempol dua puluhhhh!!!!!
[Reply]
waduhh.. calon penerus si tung nih ;))
[Reply]
Tung Desem ? Siapa tuh? waduh…aku gak gaul ya?
[Reply]
Tipe diri sendiri aja deh…he he he
[Reply]