gaptek

gagap tekonologi ternyata bukan hanya pada masalah teknis. yang lebih parah adalah gagalnya menangkap karakternya. tentang internet misalnya.

pada sebuah komen aku mendapati seorang yang kecewa. setelah bersusah-susah browosing sampai teler, ia hanya menemukan postingan yang menurutnya garing dan tak bermutu.

aku pikir beliaunya tinggal di kampung ujung pulau paling timur laut yang belum terdeteksi google earth maupun google map dan baru pertama kalinya mengenal internet. dugaanku salah, dia adalah seorang professional. muda dan tampan.

entah keberisikan apa yang membuatnya ia tak menyadari keberadaan dirinya. atau bisa jadi sedang lupa, saat ini kita di serang informasi dari segala penjuru mata angin. info sampah dan informasi penting sama banyaknya.

cerita-cerita bokep sama membanjirnya dengan informasi bagaimana cara membuat bom atau menggemburkan tanah.

semua berjubelan menyerang kita melewati apa apapun yang kita punya: sms, email, web maupun instant messanget. agar tak segera menginap di rumah sakit jiwa, tentu sikap bijak bagaimana menyeleksi informasi tersebut penting.

kedua aku menerima curhat dari seorang yang tulisannya bagus, sehingga memunculkan niat banyak orang untuk mengkopi pastenya. dan benar, dari tautan link ia menemukan postingannya di pajang di sebuah blog. ia panik meski di blog tersebut sudah mencantumkian jelas sumbernya.

ia tetap tak terima. ia tak ingin tulisannya di salah gunakan oleh pihak lain. nanti kalau di edit kan bisa berbahaya, katanya.

teknologi memang memudahkan semuanya. dan kecepatannya tak berbanding lurus dengan pemahamana orang-orang (yang sudah dewasa lanjut).


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

20 Responses to “gaptek”

  1. Nazieb says:

    Saya memang muda dan tampan, tapi tidak segaptek itu kok, Mas..

    :mrgreen:

    keren. …

    [Reply]

  2. anny says:

    Waduh yang copy paste itu tidak menghargai banget ya?
    Walaupun gak punya hak cipta tapi merasa diusik lah
    minta ijin dulu kek ya kalo mau copy paste?

    kalau sudah mencantumkan sumbernya, tak perlu minta ijin lagi mba :)

    [Reply]

  3. dandoenk says:

    GapTek, bisa juga berarti megap-megap teknologi, seperti yang Juragan bilang bahwa kecepatan perkembangan teknologi tidak berbanding lurus dengan tingkat pemahaman, terutama yg sudah dewasa lanjut :D

    [Reply]

  4. maureen80 says:

    kekeke… kadang ada yang udah gaptek tapi malah gak pedulian… seharusnya siy berusaha untuk belajar bukan malah makin cuek…
    trus klo soal copy paste gitu siy emg rada2 susah juga… kalo bisa siy semakin digalakkin aja tuw ajakan untuk beretika dalam dunia blog. copy paste dengan tetap mencantumkan link dan tidak mengubah2 tulisan asli nya.
    selama itu bagus untuk ilmu ataupun semacam pencerahan batin why not?

    betul. kabar baik / inspiratip emang harus di sebarluaskan :)

    [Reply]

  5. Anang says:

    jangan asal kopipes.. hihi…

    betul mas anang

    [Reply]

  6. aldie says:

    Beberapa waktu sempat ngobrol dengan seorang yang habiskan waktu lamanya sekolah di kampung orang-orang bule. Dia punya istilah “per-gaptek-an” dengan istilah “futuristik”. Dia bilang “gaptek” itu setara dengan “transformasi teknologi yang belum sempurna”. Wah…

    Betul kata Maureen, selama tulisan itu bisa bermanfaat buat orang lain mengapa tidak? Yang penting memenuhi syarat-syarat peng-copypaste-an sebuah artikel (disebutkan sembernya, dsb).

    Kok otak jompoku memiripkannya dengan –misalnya– dimuatnya karya-karya ilmiah atau wisdom dari orang-orang terkenal di media. Di situ biasanya ditulis sumbernya. Tujuannya tentu bagus; Untuk menginspirasikan banyak orang akan kebaikan.

    Piye?

    sepakat, asal menyebutkan sumbernya

    [Reply]

  7. Gaptek itu beda tipis dengan kepinteran lho..

    jadi gimana tuh…

    [Reply]

  8. shanti says:

    iya nih bro.. banyak yang copas, tapi ya.. kalo saya boleh berkomentar, itu adalah bentuk apresiasi seseorang terhadap tulisan kita, tapi menjadi salah jika tidak mencantumkan sumbernya…

    [Reply]

  9. raksawardana says:

    Saya suka kopas (kopi panas), hehehe.. Setuju, memang perkembangan technology tidak sesuai dengan perkembangan kedewasaan moral masyarakat. Sehingga maraknya file sharing, situs porno, fitnah photoshop, penipuan online, Roy Suryo, dll malah bikin pusing kepala.
    Tapi ada beberapa perkembangan technology yang menurut saya salah dan sebaiknya dipunahkan saja yaitu: Karaoke dan Handphone camera.. Bagi saya karaoke itu menyebalkan karena tetangga kalau dah karaokean duh nyebelinnya minta ampun. dah kenceng, fales lagi.. sungguh mengganggu suasana keheningan dan keasrian rumah gue. hehehe.. Camera ya camera, HP ya HP, senyum suke kering nungguin orang motret pake HP yang tak kunjung “ceklek”. hehehe

    waduh… itu bukan karaokenya kali mas yang bermasalah. tetangganya mas dedi aja tuh yang kurang sensi sama lingkungan. laporin ke pak rt aja mas :)

    [Reply]

  10. hedi says:

    kehilangan arah dan orientasi di internet barangkali :)

    ya ya betul. kemarin memang agak kebingungan nyari istilah itu. thx mas

    [Reply]

  11. latree says:

    kurang tanggung jawab?

    sebenarnya ngga, asal menyebtukan sumbernya sudah cukup

    [Reply]

  12. Yogi says:

    tulisan saya ada yang copy paste ga yah
    pengen tahu orang yang niyat banget copy paste tulisan acak acak an saya

    hihihihihihi

    ha ha… coba telusuri lebih detail.. siapa tahu memang ada banyak yang ngopi paste

    [Reply]

  13. Murid says:

    Setuju sama Shanti, dengan di copy-paste, orang secara tidak langsung menghargai karya kita dengan syarat dicantumkan sumbernya dan tanggalbya

    mestinya begitu mas… tapi tetap saja ada orang-orang yang unik :)

    [Reply]

  14. aria says:

    makanya istilahnya “copyright” ya bukan “copyleft”

    begitu ya… :)

    [Reply]

  15. yudhiapr says:

    soal ‘kopi paste’ sepertinya udah menjadi ‘budaya’ di Indonesia ini. jangankan didalam dunia jurnalistik / berita, didalam dunia pendidikan dimana seharusnya adalah tempatnya orang2 pinter (terdidik) pun kita ‘dianjurkan’ untuk copy paste, mulai dari diktat, makalah, tugas bahkan sampai dengan skripsi ataupun tugas akhir.

    mantabs bukan ? ;)

    [Reply]

  16. easy says:

    terkadang, untuk tulisan2 orang yang sudah kukenal via dunia maya, aku sering ngopy paste tulisannya di blogku dan tetap mencantumkan sumbernya dari mana..
    tapi aku jarang minta ijin terlebih dahulu.. soalnya pasti diijinin :D
    *yang penting ada sumbernya, ga ditambah2in dan ga dikurang2in*

    [Reply]

  17. harmanto says:

    aku sendiri kurang setuju kalo ada komentar yang isi blog tuh harus bermanfaat baginya, karena nggak semua tulisan di blog bisa berguna buat dia tapi bisa jadi berguna bagi orang lain, minimal berguna bagi dirinya karena sudah bisa curhat… :)

    [Reply]

  18. HeLL-dA says:

    Hehehe..
    Iya, Mas.. Di daerah saya banyak orang-orang spt itu.
    *Maklum saya tinggal di pinggiran*
    :mrgreen:

    [Reply]

  19. depz says:

    teknologi yg mengerti anda
    walaupun
    anda tak mengerti teknologi
    kekekkek

    [Reply]

  20. Dyeddypal says:

    OMG, it is still accepting donations! Fantastic example of a creative fundraising effort that raised $10,000 in 48 hours to build a classroom at the school in Tanzania.

    [Reply]

Leave a Reply