Archive for November, 2008

susahnya kalah

November 12th, 2008, posted in daily

kalah itu menyakitkan. karena tak ada nomor dua dalam sebuah kompetesi. apalagi di dunia persilatan, kalah berarti mati.

tak perlu seekstrim itu memang kompetisi jaman sekarang. misalnya pagi ini aku lihat di tipi mengenai pilkada jawa timur. kelompok karsa (soekarwo dan saifullah yusuf menang tipis dari pesaingnya. selisihnya tak hanya sampai satu persen.

sesuai berita di detiknews, kelompok yang kalah hari ini ke jakarta akan mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi.

di daerah lain, kejadian serupa selalu terulang. bahkan ada yang sampai menimbulkan korban jiwa. misalnya kasus pilkada maluku bulan lalu. sang pecundang selalu mencari-cari kecurangan pihak lawan.

mungkin perlu waktu dua generasi untuk sampai tahap seperti maccain yang berlapang dada, ikhlas menerima kekalahannya dengan pidato ucapan selamatnya kepada obama.

nasehat steven covey dalam bukunya seven habits tidak berlaku untuk urusan politik. karena sesuatu yang diperebutkan itu sangat terbatas, hanya satu.

kata mas covey kita mestinya mempunyai falsafah menang-menang (bukan menang-kalah). hubungan antar manusia sebaiknya harus memberi manfaat timbal balik. sehingga seseorang akan merasa susah andai ada pihak lain yang merasa tak bahagia.

hidup dipandang sebagai kerjasama bukan permusuhan. mental mengalahkan itu hanya dipunyai oleh mereka yang merasa terancam. sehingga untuk memperebutkan sesuatu, harus mengalahkan pihak lain. :)

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

5 pahlawan dalam hidupku

November 10th, 2008, posted in daily

bagi orang seusiaku hari-hari terasa begitu panjang, namun tahun cepat berganti. ini berbeda dengan para abege yang merasa harinya cepat berlalu.

selama usiaku itu pula, telah banyak peristiwa menghampiriku. ada yang menyenangkan, ada yang mendamaikan dan ada yang membahagiakan. namun tak ada yang biasa-biasa saja. semua istimewa.

berbagai sosok, wujud dan bentuk-bentuk telah aku temui. mereka semua secara langsung dan tidak langsung telah turut berperan menjadikanku seperti sekarang ini. seberapa pun andil mereka.

aku akan menyebut lima saja orang, sosok, wujud dan benda yang aku pikir tak salah jika di sebut pahlawan. aku tak akan menyebut orang tuaku sebagai pahlawan. karena mereka tentu saja lebih dari itu.

kelima itu adalah
1. cimong. kucingku yang berwarna hitam bertotol-totol putih. setiap pulang sekolah ketika makan siang, dia selalu mengeong, mengendus-endus kaki tuannya untuk minta makan. dari dia aku belajar untuk tidak serakah. dia hanya makan sekuat daya tampung perutnya. dia yakin besok pasti akan mendapatkan jatahnya.

2. tempat tidur kayu. tempat tidurku yang sangat kokoh dari kayu jati itu, pernah membolongi jidatku. seingatku aku belum sekolah. kami berlima bercanda keterlaluan hingga aku terlempar membentur tepat di salah satu sudut tempat tidur yang lancip. peristiwa itu memberitahuku untuk tidak over ketika sedang senang

3. amrozy dkk. semua orang yang mencintai kehidupan mengutuknya. aku juga, apapun alasannya. namun dia mengajariku kematian bisa datang kapan saja. sudah ditentukan jam, menit dan detiknya. hanya kita tak mengetahuinya. karena itu hidup ini sangat berharga. jangankan sesama manusia, kecoak, semut, pohon pun berhak hidup. mereka bisa jadi setiap hari berdoa agar dipanjangkan umurnya.

4. blog. ya sejak adanya blog, hidupku makin bermakna, meski baru sebatas bagi diri sendiri. dengan blog aku bisa menumpahkan semua ide yang melintas-lintas di kepala. dengan blog ternyata ada begitu banyak teman di luar sana. blog telah mengantarkanku melewati kesendirian dengan fun.

5. balsem caplang. andai tak ada barang yang identik dengan nenek-nenek ini, sekarang aku sudah berada di surga. pagi itu aku bersiap ke sekolah. namun tiba-tiba aku merasa kedinginan. dingin banget. dan mata terasa ngantuk berat. aku tak kuat lagi berdiri. dan di lantai itu pun aku rebah.

aku belum pernah merasakan kenyamanan yang seperti itu. damai sekali. sampai aku mencium bau balsem di sekujur tubuhku. rupanya aku pingsan dan dikerik dengan balsem oleh orang-orang yang merubungku.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

legenda pribadi

November 8th, 2008, posted in daily

reuni1.jpg

hidup sebenarnya hanyalah rangkaian pertemuan(yang kadang membosankan). berangkat kerja bertemu tikus got lumat tergilas mobil, di dalam angkot bertemu dengan yang itu itu saja, wajah-wajah yang memendam keengganan.

enggan duduk berdesakan, enggan berpanas-panas dalam kemacetan, enggan mendengarkan penumpang sebelah yang menggosipkan pacar baru temannya, enggan menghidu udara yang sudah bercampur asap. aku duga mereka lebih menginginkan berhanda-handai dengan bayinya.

namun mana bisa? hidup menjadi seperti kutukan. di satu sisi kita ingin melakukan apa yang sesuai dengan minat (passion) yang kita punya. di sisi lain kita juga harus membayari biaya keseharian: uang sampah, keamanan dan ongkos pulsa yang kadang hilang sinyalnya. sehingga dengan agak terpaksa kita bekerja, sekedar untuk survive saja.

kamis, aku bertemu dengana teman-teman mantan se-tim. berdelapan, ngariung membincangkan keberadaan dirinya sekarang. mereka hebat, sukses dan menikmati apa yang dilakukannya. mereka telah menemukan legenda pribadinya.

(legenda pribadi adalah apa yang selalu ingin kita tunaikan. setiap orang, saat mereka belia, tahu apa legenda Pribadi mereka. *paulo coelho, sang alkemis)

mereka menyiapkan dan menangkap momen-momen bagus yang melingkunginya. “momen itu bukan di tunggu, tapi kita kejar”, kata salah satu dari mereka. bagaimana caranya untuk tahu momen yang pas itu? yang jelas bukan dengan cara ketik reg spasi primbon kirim ke 7070.

untuk memahami lentera jiwa istilah nugie, keinginan terdalam itu bukan dipikirkan tapi dengan dirasakan. ketika kau melakukan sesuatu dengan senang meski tanpa bayaran, itulah legenda pribadimu.

“bisa jadi kamu sekarang nothing, di tempat lain kau akan menjadi bintang”, tambahnya. dan benar adanya, mereka sekarang telah berada pada fase yang seharusnya. mereka ceria membagi kesuksesannya. kami bersulang.

temaram lampu ruangan la tapas di fx menyaksikan keeratan persahabatan kami. dan pertemuan itu berakhir tepat tengah malam. berikutnya kami rencanakan ketemu di angkringan. pertemuan kali ini tak membosankan lagi.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

euforia obama

November 7th, 2008, posted in daily

obama.jpg

obama, pesona kemenanganya sanggup menyulut kegairahan semua orang seplanet. tak hanya di negeri pak lik sam saja. di jakarta nyaris semua merayakan kemenangan laki-laki afro-amerika pertama yang menjadi presiden ke 44.

tak terkecuali management Java New Year Concert. karena obama menang, mereka mendiskon tiket konser ananda sukarlan yang akan digelar tanggal di jakarta, minggu 4 januari 2009 pukul 19.30 wib sebanyak 20 %. (khusus pembelian tiket sampai 10 nopember)

bahkan, ada seorang blogger yang sampai terbawa mimpi. berjumpa dengan beliaunya obama dan mengajaknya berfoto bersama. meski dia mengaku bukan fansnya. apalagi punya hubungan emosional dengan beliaunya.

aku sendiri tak acuh. tak merayakan apalagi mengelu-elukan. wong kenal aja tidak, hanya sekedar tahu dari tipi, mas barry pernah tinggal di menteng jakarta pusat.

tak heran ketika pagi ini aku membaca email yang ditujukan kepada media yang isinya undangan perayaan kemenangan obama. oh dia ternyata alumni SDN Menteng I , sekolahan yang pernah menjadi tempat belajar barry sutoro, nama indonesianya.

menurut email itu, sd tersebut akan mengadakan perayaan pada Senin, 10 November 2008 Jam : 09.00 - 10.00 wib. tempat: AULA Asisi , Jl.Haji Ramli, Menteng Dalam.

aku mengerti eforia mereka, karena mereka merasa turut ambil bagian dalam kemenangan obama menjadi presiden. meski aku menduga barack hussein obama II saat ini kurang mengigatnya.

seheboh apa pesta yang ingin kalian gelar untuk merayakan kemenangan obama?

(* foto: myspace.com

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis