ngobrol imajiner
Written on 12 December 2008 – 07:52 | by fanabis
sampai detik ini, hubunganku dengan Tuhan baik-baik saja. Dia telah memberiku kelapangan untuk membuat postingan, chatting dan merasakan nyamannya mengantuk. aku lupa, bukankah Dia akan tetap baik meski aku amoral?
pagi tadi, aku sempat berbincang denganNya di toilet. Dia tetap saja cool, tak pernah merasa direndahkan atau dihinakan. kepercayaan dirinya besar, ia tak terganggu kemahaannya dengan hal-hal remeh itu.
ketika ada sekelompok orang yang marah-marah karena grup lain dianggap menghinaNya, Tuhan hanya tertawa. terkikik tertahan.
di kesempatan itu aku bertanya tentang banyak hal. namun Dia menjawab satu pertanyaanku yang dia anggap terpenting. entah kriterianya bagaimana pemilihan penting dan tidak itu.
“masih banyak orang orang lapar, juga anak-anak sekolah tak sanggup bayar spp. pastinya mereka telah berharap dan berdoa. kenapa KAU tak menyelamatkannya?”
Dia menjawab pelan, “bukankah kau dulu telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain AKU? nah sekarang wujudkanlah kesaksianmu itu secara real. jangan hanya di bibir saja”.
begitulah manajerial Tuhan. mereka mengutus kita-kita untuk mewakilinya di planet ini. kita ditugaskan mewujudkan doa mereka. sehingga mereka tak berprasangka, Tuhan itu tidak ada. karena mereka telah menyaksikan lewat tangan-tangan kita.
DIA menambahkan, “tak perlulah kau berharap memperoleh pahala. AKU sudah berikan lebih dari yang kau kira. pamrih adalah level terendah dalam pencapaian keimanan seseorang”.
pukul 08:00 aku harus mandi dan bergegas kerja. kupersilakan Dia pergi.
(*inspirasinya dari kang dedi dan ndorokakung. terimakasih



29 Responses to “ngobrol imajiner”
Teimakasih Dia telah memberikan aku kebahagiaan yang tak terkira..[
syukurlah,....]
ya mo beriman atau tidak beriman tidak mengurangi sedikitpun kekuasannya.
[benar... jadi kenapa masih banyak manusia yang sok kebakarang muka ya ?
]
tuhan, kenapa si lo iseng banget?
Jika ALLAH ngeblog, bahasa apa yang Dia pakai, Min?
[ bahasa rasa
]
Tuhan ga akan pernah pergi mas, meskipun diusir beribu kali..
pencapaian iman tertinggi terhadap Tuhan adalah membiarkan dia selalu ada di hati..
[terimakasih pencerahannya... ]
Hallo mas…
ada award untuk blog apik ini.
Mohon dicek di sini ya…
http://daunilalang.blogdetik.com/2008/12/12/the-2nd-award-for-daunilalang/
Salam !
d.
pagi tadi, aku sempat berbincang denganNya di toilet. ???????
Bemohon ama Tuhan ditempat ibadah yang suci mas, bukan di toliet
heeeeeeeeeeeee
we kawe..sadar we…nyebut..but..but…
aikh…
dia selalu disekitar kita, dimana saja…
**katanya seh…
Dia yang Maha Memiliki, selalu memelukku dalam sentuhan-sentuhan ajaib yang terkadang tak ku mengerti ^_^
tuhan maha tahu…
DIA ada dimana2, di balik batu, di selembar daun, di gubuk reyot, di dalam hati, di dalam diri, bukan di awang2 atau langit ke-7….bahkan kupikir kita adalah DIA makanya keberlangsungan hidup dunia sebenarnya adalah di tangan kita
Wah ternyata kita seiman mas, Berdialog dengannya memeng dimana saja dan kapan saja. Tapi menurutku semua doa kita terjawab kok. Cuma kadang kitanya yang nggak bisa terima kalau jawaban-Nya tidak sesuai harapan hati.
hihihi… aku selalu mencintai moment2 aku “berdialog” dengan sang Pencipta… bener TOP deh, beliau selalu aja sabar dengan sikap ku yang menyebalkan ini… I LOVE MY GOD!
ayak ayak wae cacak ini. hihihi…:)
waduh… tulisannya dalem dan mencerahkan sekali bro…
terinspirasi dari aku? oh iya yah.. kayanya satu pemikiran.. hehehe
waduh seteleh ngebaca tulisan bapak yang 1 ini..aku jadi merasa banyak berdosa nih. karena sepertinya aku kebanyakan protes kepadaNya
jadi ingat TAUBAT…
Astagfirullahhaladziiiiimmmmm……….. Kehormatan tuh bisa ngobrol dengan penguasa langit dan bumi….. Mudah2an gak sekedar imajinasi doang but bisa diapplied tuk hidup sehari2
Alhamdulillahirrabbilalamiin…
ada baiknya mengajak tuhan berjalan-jalan ke Gunung Ventosum
tadi Dia mampir ke kosan. aku tak mau menerimanya karena pagi masih terlalu gelap. biar ku tuntaskan dulu ngantuk ini. kusuruh saja Dia pergi. *halah*
tidur lagi ah.. moga aja mimpi indah
berbahagialah orang yg hidupnya bisa menjadi kepanjangan ‘tangan’ bagi-Nya kepada orang2 yg membutuhkan.
sampeyan piye pakdhe ? uwis opo durung ?
wow.. akhirnya ada yang bisa menuliskan dengan tepat… bahkan sangat mantap mengenai satu hal yang sering gw rasakan…
salut mas Karmin….
you’re one of the best *ngacungin jempol*
ini sama dg ngomong sendiri gitu ya?? amiiiinnn!
Wah….terima kasih mas atas postingan ini yang bisa meredam ambisi ambisiku yang belum tentu berguna
hmm..apik2
wessss apik tenan iki