3 doa 3 cinta

akhir-akhir ini aku tak pernah nonton film indonesia. bukan sok sokan, namun karena film indonesia yang tayang kebanyakan temanya lucu atau horor. dan aku tak bisa menikmatinya, selain kata temanku selera humorku aneh.
makanya ketika ada fil-film yang temanya beda, aku selalu sempatkan nonton. 3 doa 3 cinta salah satunya. film yang diperani oleh dian sastro dan nicholas saputra itu seperti yang aku inginkan.
tema besar namun di eksekusi memalui peran-peran sederhana dalam keseharian. rupanya sutradaranya nurman hakim ingin mengatakan pada dunia, islam tak identik dengan terorisme.
melalui seting cerita disebuah pesantren tradisional di jogja, cerita berawal. tiga anak muda bersahabat. setelah lulus mereka membincangkan masa depan. mereka menuliskan keinginannya pada dinding tembok belakang.
huda yang ingin mencari ibunya ke jakarta, rian yang ingin mendirikan video shooting dan sahid, sesuai namanya ia ingin mati sahid dan berjumpa dengan bidadari.
eksplorasi masing-masing tokohnya sangat keren. terutama rian yang sangat fasih berbicara dengan aksen jawanya. juga dian sastro yang memerankan dona satelit.
nurman juga sangat detail menyelipkan adegan-adegan khas pesantren. homoseksual, menyimpan uang dalam lipitan peci dan mengubah arah sandal lily pak kyai ketika pulang ngaji untuk memudahkan pak kyai memakainya. cukup lucu namun wajar.
film ini memperoleh 7 nominasi ffi 2008 dan telah dua kali di putar di ajang festival film di pusan dan dubai. jadug ferianto yang memakai terbangan sebagai ilusttrasi musik di sepanjang film, makin menguatkan suasana pesantren.



thx, min…aku jadi tau soal film ini
iya unik mas filmnya
[Reply]
wedeww.. aku pengen nonton dehh klo gitu… mas KW, kalo menurut rating ala mas KW pribadi dari skala 1-5 pelem ini dapet bintang berapa mas…??
bintang 4 bolehlah
[Reply]
duh nyampe Probolinggo kapan ya mas??
nonton di malang aja dehhh… biar cepet
ga sabar…
[Reply]
iya iya..saya malah belum nonton, tapi kalau liat Nan Achnas sebagai produsernya, pasti ada konsistensi yang selama ini dia filmkan..yakni Bukan film untuk generasi wangi wangi..
[Reply]
“…film indonesia yang tayang kebanyakan temanya lucu atau horor.”
Kalimat itu betul. Dan, kalo kita nonton film lucu (komedi) Indonesia, jadinya malah sedih. Artinya, ga lucu. Kalo kita nonton film horor Indonesia, jadinya malah ketawa. Artinya, hantunya malah lucu, bikin geli, jadinya malah ga serem.
[Reply]
wah.. ini aku baru aja nonton tadi sore mas.. awalnya garing, tp lumayan juga dari pada film horor2 yang berbau mesum. Pas dengen dian satronya bicara, jadi inget orang detik yg ngomong bahasa jawanya masih agak kental (baca: medok)
[Reply]
Saya baru baca pembahasannya di http://anwarkis.blogdetik.com/2008/12/21/tiga-doa-tiga-cinta-kejujuran-seorang-santri/
Kebetulan mantan pacar pertama saya (wanita lho dia) anak pasantren…Cerita yang dikisahkannya tentang kehidupan pasantren mirip deh dengan yang dikisahkan…
[Reply]
betul kata mas iman….
ini film bukan buat sembarang ..
aku dah nongton…pesen yg di kirim juga kuat kok…
pondok pesantren itu bnyk likalikunya….
matabbzz lahh…
[Reply]
aku dah nontooon!! baguuuuss!
ceritanya gak umum, patut ditonton lah..
[Reply]
hmmmm… tetep belum tertarik dengan content film indonesia, selain untuk tujuan nonton bareng ketawa-ketiwa…
[Reply]
oiy oiy..
segera ke blogku yah…
minta alamat pengiriman..:)
[Reply]
“betul kata mas iman….
ini film bukan buat sembarang ..”
waduh, klo gitu gak jadi nonton deh, soalnya aku kan orang sembarangan hiks
[Reply]
apik ora filmnya mas???? katanya alur ceritanya lambat ya???
[Reply]
sayang aku lebih suka film madagascar escape 2 afrika pakdhe …
kalo nonton ini, dijamin kedua anakku bakalan rewel ngajak pulang setelah 5 menit pertama film diputer. hehehehe
[Reply]
ehhh ditujukan kepada Fanabis githu???
nama asli kah??
entar paketnya ga nyampe ..
^_^
[Reply]
harusnya layar lebar kita banyak disuguhi film-film seperti ini. Cukup emndidik dan membuka mata kita
[Reply]
blm nontonnnnnnnn
[Reply]
Aku lom nonton…tapi ngomong2 film ini ga ad adegan2 yang hanya menjual sensualitas atau bahasa tubuh aja kan bang?
[Reply]
mau nonton apalagi pemainnya dian sastro wuih
[Reply]
baguss!!
baru kemaren nonton,,setidaknya neh film masih lebih baik daripada film2 indonesia akhir2 ini yg semakin ga jelas,,
byk unsur pendidikannya,,
tapi sebagian blg siy alur ceritanya rada lambat,,ditambah lagi dgn ending yg biasa banget,,
tapi kalo aku siy fine2 aja,,
[Reply]
Itu syutingnya di ponpes Pabelan, Muntilan, Magelang. Satu pesan tersirat dari film ini: santri tak selalu alim. Menurutku, surangnya film ini di bagian ending-nya. Gantung banget.
[Reply]
rung sempat nonton, tapi sepertinya menarik ya. makasih resensinya
[Reply]
udah nonton… tapi sayang… ceritanya gak sama ma covernya…
harusnya cover nya tuh 3 santri itu, bukan dian ma nicho..
uh payah..
dan ceritanya itu basi.. gak ada yang bikin GREGET!
kayak nonton filmn standar! [padahal kan itu film dah dapet penghargaan yak?]
pokoknya AADC the best lah dr semua film nicho ma dian..
[Reply]