selamat natal

meski aku muslim (eh masih ga ya?) aku punya kenangan manis tentang natal. seminggu sebelum perayaan hari kelahiran sang mesias itu aku cukup terlibat dalam kegiatan.
waktu itu aku tinggal di rumah saudara yang semuanya nasrani. aku satu-satunya yang beragama islam. diantara kita tak pernah mempermasalahkan satu sama lain. bulan puasa, mereka menyiapkan makan sahurku. kali lain kami makan malam bersama yang menunya babi kecap. bentuk solidaritas yang aneh memang.
mendekati hari natal seperti sekarang ini, bisa dipastikan akan lebih banyak makanan. aku begitu menikmatinya. sesekali mereka memutar lagu panis angelicus, holy night, ave maria, dalam kekudusanmu dan lainnya. ruangan yang tak seberapa luas itu makin terasa aneh.
ada semacam sensasi yang susah dilupakan sampai sekarang. kerlip pohon natal juga patung jesus disalib mengingatkanku pada puisi chairil anwar: kepada nasrani sejati. sikapku itu mengkhawatikan temanku.
dia mengingatkanku untuk tak begitu jauh melibatkan diri. lama-lama bisa murtad, katanya. namun aku cuek. tak ada yang perlu aku khawatirkan sama sekali.
mereka tak pernah menyebar kebencian kepada kelompok lain. aku pernah mendengar khotbah pendeta seperti itu di sebuah gereja di tanah abang III. waktu itu aku diminta menemani seorang kawan.
cukup kaget juga. ternyata pendeta mengenali semua jemaatnya. laki-laki berjubah itu menanyakan namaku. dan sebelum menyampaikan khotbah dia memperkenalkanku kepada semua yang hadir pagi itu. aku berdiri dan semua menatap.
misa usai. namun suara pendeta itu masih terngiang sampai sekarang. to your enemy, forgiveness. to an opponent, tolerance. to a friend, your heart. to all, charity. to every child, a good example. to yourself, respect.”
selamat natal bagi yang merayakan.



natal yang kudus pernah aku rayakan setahun yang lalu di Bangka Pangkal Pinang
meskipun aku seorang muslim juga seperti dirimu
tetapi semua agama baik itu islam maupun nasrani punya ajaran yang mulia
selamat natal bagi yang merayakannya
[Reply]
masya allah…tobat, bung kw…mengucapkan selamat natal itu haram. subhanallah…mudah2an bung kw segera kembali ke jalan yang benar.
[Reply]
bagimu agamamu, bagiku agamaku…thats it!!
[Reply]
Spesial buwat mas KW, Selamat Nakal yaaa
[Reply]
KW memang anak yang nakal, hahahaha
[Reply]
mas KW emang nakal!! hahaha….
[Reply]
selamat menyambut tahun baru….
[Reply]
met natal dan taun baru juga om
[Reply]
hmmhh..
aku juga merasakan suasana yang mesti bertoleransi antar umat beragama…
i’m a moslem either… dan pernah masuk gereja juga menghadiri pemberkatan seorang keluarga ku yang menikah. bahkan aku pernah menjadi pendamping wanita sahabat SMA ku yang menikah, mengikuti semua prosesinya mulai dari rumah, gereja hingga resepsi dan acara adat di gedung..
tidak ada yang aneh, tidak ada yang membuat aku merasa asing dengan Tuhan ku. tidak membuat aku menjadi atheis karena seolah kehilangan makna Tuhan.
pasti semua itu indah, hidup tanpa permusuhan.
aku tak pernah ragu mengucapkan selamat natal dan tahun baru, bagi semua teman2 yang merayakannya.
kalian mempunyai keyakinan. dan aku juga. itu lebih baik.
dari pada sekumpulan manusia yang merasa berhak untuk mengubah2 keyakinan yang telah baku, menjadi keyakinan edisi ala mereka yang terbaru.
[Reply]
apa iya sih mengucapkan “selamat natal bagi yang merayakan” itu murtad?
[Reply]
ya…bagi yang merayakannya………
[Reply]
pokoknya PEACE !
jangan ada lagi gontok-gontokan yaa
[Reply]
babi kecap?HAROM!!HAROM!!
[Reply]
hahah… ingat waktu saya masih SMA temen2 saya banyak yang nasrani… trus liburan natal saya malah d ajak ke rumahnya dari pada saya bengong di kost…., saya ikut duduk di belakang sekali di dalam gereja waktu acara natalnya… tapi temenku ngelarang aku ikut makan…. jadi kelaparan deh…. karena masuk gereja nya jam 15.00 eh keluar jam 21.00 mana belum makan lagee…..
met natal yang merayakan…
[Reply]
Wah gak kebayang ya mas… Kalo harus makan babi kecap.
Aku aja kepikiran terus yang notabenenya hampir menyantap daging babi waktu makan di daerah palmerah, untungnya aku tanya dulu sebelum makan. Tapi aku jadi terpikir, berarti semua masakannya berbau babi karena alat masaknya jadi satu dan gak mungkin terpisah. Sampai sekarang aku lebih selektif kalo makan di daerah tertentu.
[Reply]
Tetap saling bertoleransi antar umat beragama..
[Reply]
Tetap Bersatu Padu Walau Agama dinegara kita ada seribu. Saling menghormati akan terasa lebih indah.
[Reply]
wah tradisinya kok mau sama ya, babi kecap,,hehe
btw selamat natal bagi yang merayakan…
[Reply]
Happy new year smua……….
[Reply]
babi kecap…???
wakakakakkkkakkk…
[Reply]
Gapapa mas, yang penting ikhlas. Kebenaran hanya milik Allah, bukan milik sebuah golongan.
[Reply]
yang harom itu ,kecap ada babinya…!!! LOH.????
[Reply]
yang pasti-pasti aja deh..
[Reply]
makan makanan yang halalan n thoyiban itu harga mati mas..
tapi persaudaraan dan perdamaian juga perlu…
aq open minded n berteman dengan segala kalangan mas…
tapi mereka menghargai aku dengan kata “Elly don’t eat this n dont drink that…but you can eat this n drink that”
Itulah Toleransi yang sebenarnya mas, mereka menghargai kita n kita menghargai mereka
suatu saat nanti bila kita berjumpa Allah tanyalah pada Nya kenapa kami tak boleh makan itu ya Rabbi…mungkin Allah hanya akan mejawab mudah…aq hanya menguji keimanan kalian!
…masih belum terlambat…pray 4 you!
[Reply]
Si Cyprus kayaknya baru ngrayain dech…hihihi….
[Reply]
babi kecap iku wenaaaakk, aku pernah makan, waktu kecil dan waktu durung islam, eh durung solat ding.
[Reply]
[Reply]
Selamat natal buat yang ngerayain…
Salam kenal buat mas KW…
[Reply]
sahabat sejatiku jg non muslim
dr jaman TK sampai skrg ttp berteman dan slg mengerti satu sama lain.
tnp bercekcok ttg agama
[Reply]
perbedaan itu memang indah
^_^
[Reply]
mungkin sensasi yang mas KW rasakan mirip sensasi2 yang pernah gw rasain juga jaman masih SD dulu dengan setia menunggu sahabat gw yang Islam sedang sholat magrib dan ngaji tiap sore sebelum kembali bermain
[Reply]
[...] tersenyum miris membaca postingan fanabis: selamat natal. Tulisan yang ringan sebenarnya, namun mengandung makna yang sangat dalam, khususnya tentang [...]
Islam memberi pintu yang sangat banyak bagi umatnya untuk semakin mengenal Allah, mendekat kepada-Nya, meningkatkan iman, dan mensyukuri banyak karunia-Nya.Diantara pintu-pintu adalah belajar dari hal-hal kecil. Peduli dalam urusan kecil, dan tidak menganggap remeh, apa yang dianggap kecil karena semuanya punya benang merah dengan urusan iman. Maka urusan mengucapkan selamat hari raya kepada mereka orang-orang kafir (non muslim) yang dilakukan oleh kita (umat muslim) bukanlah urusan yang remeh karena itu berhubungan dengan urusan aqidah kita. Selengkapnya baca di “menjadi mengerti”i blogku.
[Reply]
gpp kan.. kita saling rukun antar agama
[Reply]
wui ngeri,
toleransi bukan bearti ikutan yang gak jelas, mencampurdukan aqidah.
sadar bos, toubat mumpung masih diberikesempatan dalam kesempitan…….
[Reply]