mari menceritakan diri sendiri
ide itu gratis, tinggal metik dari udara, kata zen. namun kali ini aku mencomot ide dari blog maureen. ia menantang seberapa besar keberanianku menceritakan “aib” diri. sesuatu yang cukup personal untuk diketahui orang lain.
kebanyakan orang enggan menyebutkan usia, termasuk aku. kecuali untuk kepentingan adminsitrasi, pada kartu identitas dan dokumen konfidensial lain misalnya. meski usia biologisku banyak, usia psikis masih anak-anak.
aku selalu berusaha excited dengan hal-hal baru. perpustakaan, tempat yang pas. di sana aku bisa menemukan pemikiran, ide setiap orang yang unik. dan nyaris 99 persen, topik bahasannya belum pernah aku tahu. gudang harta karun yang nilainya tak bisa di kurs.
apalagi, dalam ruangan sepi itu pelan terdengar musik gamelan atau suara josh groban, andrea bocelli, sarah brightman, christoper abimanyu atau jamie cullum. sesekali musik keroncong atau degung sunda juga lebih menyamankan waktu membaca.
aku sanggup berjam-jam di sana, meski sendirian. inginnya tak usah keluar mencari makan andai lapar. namun baiklah, untuk menghindari karedok, gado-gado, lotek, pecel, salad dan lalapan dedaunan lain mengotori buku aku terpaksa patuh pada aturan. warna hijau, kata temenku mirip makanan kambing.
untuk hal lain, aku suka warna putih. putih yang bersih, bukan putih melati atau putih yang pecah. terutama kemeja dan kaos. untuk celana dan sepatu sampai sekarang belum berani mencoba memakainya. mungkin ini berhubungan dengan kebiasaan burukku.
sedikit dari banyak kebiasaasn buruk yang aku punya adalah malas mencuci. celakanya aku tak begitu selektif dalam memilih tempat duduk. di sofa, kursi, di bangku atau di sebuah batu. apalagi jika jalan ke pantai, gunung, sungai atau danau yang jalanannya becek.
itu mengingatkan pada kampungku di ujung selatan pulau jawa. kepada setiap kenalan baru, aku selalu menyebutnya dekat darwin, austalia. begitu pelosoknya sangat sedikit orang pernah mendengarnya. namun aku tetap bangga pernah bertumbuh di sana.
di tempat itulah aku pertama mengenal huruf dan angka. juga kata, kalimat, alinea dan menuliskannya dalam selembar cerita. aktivitas itu lebih dahsyat dari yang pernah kubayangkan: aku seolah menjadi tuhan. mencipta karakter tokoh dan mempermainkan nasibnya.
tak ada yang lebih menyenangkan selain menulis. ketika teknologi memunculkan blog, otomatis tanpa berpikir aku menamainya, fanabis. (fun abis!). sengaja aku menuliskannya tidak memakai vokal “u”. aku pikir orang akan agak bingung melafalkan nantinya.
oh ya, orang menyebutku contrarian. contrarian is a person who takes a contrary position or attitude. menurutku temanku itu agak benar. karena aku suka mempunyai opini atau sudut pandang yang sangat beda, cenderung agak kurang waras. misalnya mempertanyakan semua hal.
sehingga aku sangat tidak nyaman dengan orang-orang yang selalu menghembus-hembuskan, diri, pandangan, opini dan keyakinannya yang paling benar. keanekaragaman itu kan template dari sananya. sayang masih banyak orang yang harus belajar, termasuk aku. dan harapan terbesarku semoga kelak aku bisa mengetahui siapa aku.
dan aku memilih tak pernah pergi ke kampus, mahal. andai ada kesempatan, aku akan pergi ke negeri atap dunia. aku ingin tahu kenapa perempuan melakukan poliandrii di tibet? kenapa mereka mempersembahkan mayat kepada langit dengan mencincangnya?
ke lembah baliem, kepulauan raja ampat papua, bunaken, wakatobi juga tak kalah menariknya. namun menyelam ke dasar hati terdalam seseorang juga tak kalah indah dan menggetarkan.



ini toh yg sebenarnya dirimu …
lebih luas drpada yg aku kira. heheheh males nyuci .. aku juga mas … suruh orang aja …. heheheh …
met taon baru yah …
iya. aneh ya…
[Reply]
ide dan karya tulis.. memang erat hubunganya mas.
yup…
[Reply]
ternyata coolabis dan fanabis itu kembaran ya ??
membaca ibarat membuka jendela dunia, tetep di dalam rumah tapi mata bs memandang ke luar, ke dunia luas sana
betul mas…
[Reply]
wah…! mo juga neh, bikin yang kek begini.
ayo ayo.. nanti aku yang baca pertama
[Reply]
:)) males nyuci? pantes wingi ngoowo sempak mung 1 kekeke. pakenya side A side B ;))
ha ha…. tahu aja ni… tapi akus ering juga ko beli yang sekali pakai…
[Reply]
penjabaran diri yang lugas
terimakasih sudah membaca blog saya
[Reply]
wakakaka… mas KW… hore…. menceritakan aib nya lom pol… umur biologisnya masih penasaran… heuheuheue…
tengkyu mas, pe er nya kelar dengan cara yang sangat menarik… dapet nilai A+ dehh
[Reply]
wekekekekek…
salut ni bwt bro dlm menjabarkan diri sendiri….
kaya mbaca novel bgt…
Peace bro….
[Reply]
ternyata fanabis tuh tuLisannya fun abis yaa, yg vokaL u nya diganti dgn a, K baru tau tuh,,,
[Reply]
Hmmm …
Funny and Cool …
Nice read this. Thanks
[Reply]
I like u style….
Trims ya udah mampir…
[Reply]
Met tahun baru juga kang.
Ternyata yang males nyuci bukan hanya diriku, tenang…..masih banyak teman yang males nyuci. He he he he he he……
[Reply]
met tahun baru yah,sukses selalu n’ still young
[Reply]
Sy jg suka prpustakaan, suka bgt. Tp, dkt darwin d mnakah itukah?
[Reply]
met taon baru…
hehehe… pengen ketawa…
[Reply]
tul.. tul..
okeh deh.. skrg aku ga punya ide,, tlg petikin di udara.. di rumah gua atasnya atep soalnya,, ga kaya di rumah lo.. hehe,, bercanda koq,, canda..
[Reply]
:>
[Reply]
ini PR kan?
beda sih caranya…
tapi tob markotob deh mas…
[Reply]
wew rajinnya… peernya diketik hehe..
wah apakah saya kotrarian jg kah?
[Reply]
Dirimu itu memang sosok yang rumit, kang. Aku masih ingat ketika berkenalan dengan dirimu via YM, dan mengaku dari Darwin
[Reply]
‘menarik’
[Reply]
owh trnyata om KW gtuh…
[Reply]
[...] Fanabis [...]
hi…
[Reply]
met taOn baru aJa..
[Reply]
Terkadang hasil tulisan bisa tercipta kala sedang nongkrong sambil nyudut sebatang rokok di dalam WC, bahkan sewaktu mengeluarkan hembusan angin dari belakang kemauan[keinginan] bisa menghasilkan ide cemerlang.
[Reply]
mas…
sedikit komentar… kalo untuk perempuan, bukan poligami, tapi poliandri.
btw… ha ha, kali ini kebetulan pikiran kita sama. aku ingin sekali ke tibet (mau bareng ke sana? ha ha ) seperti yg juga aku tulis di jawaban pr-ku walau nulisnya di chatbox rumahkayu… karena… aku ingin tahu soal poliandri itu.
darimana aku taunya ttg itu?
bukan dari ensiklopedi atau tv atau koran… hihihi, aku tau pertama kali soal itu dulu… waktu baca ’setangkai edelweiss’-nya marga t.
novel ‘penyelamat hidup’ karena aku dengan gila-nya dulu (maksudku, dulu aku gila, sekarang juga masih gila, he he ) nangis2 abis pas baca gema sebuah hati. setangkai edelweiss adalah novel yg mengembalikan kebahagiaanku karena monik&martin yg terpisah di gema sebuah hati dipertemukan kembali, he he he…
dan, ‘efek samping’ dari bertemunya monik dan martin itu adalah aku jadi baca soal poliandri di tibet di novel itu. efek domino-nya… aku jadi pengen ke sana, pengen tau soal itu…
mau bareng ke sana? ajak andrea hirata sekalian? dia kan pengen tinggal di himalaya juga katanya… hihihihihihi…
salam!
d.~
ps: ujung selatan jawa yg ‘dekat darwin’ itu dimana tho mas? boleh tau namanya? siapa tau aku ternyata familiar dgn nama tempat itu?
terimakasih banyak atas koreksinya
untung ada dee ……
[Reply]
ps:
wah mas, aku mesti ralat dikit… daripada disangkain boong, he he he… entah gimana, barusan aku liat lagi chat box rumahkayu, koq tibet sama himalaya malah ngga ada ya? hihihi… padahal sungguh deh rasanya kemaren aku tulis…
anyway… begitulah, fakta sih bahwa itu tak tertulis di rumahkayu, ternyata — tapi juga… memang aku dari dulu setelah baca novel marga t itu jadi pengen ke sana gara2 penasaran soal poliandri itu…
salam!
d.
[Reply]
met taon baru.
Pribadi yang baik dan unik
[Reply]
ke lembah baliem, kepulauan raja ampat papua, bunaken, wakatobi juga tak kalah menariknya. namun menyelam ke dasar hati terdalam seseorang juga tak kalah indah dan menggetarkan… –> kalimat terakhir itu sungguh unik.. Selamta tahun baru mas..wishing all the best..
[Reply]
Ada yang bilang..
Dalamnya samudera masih kalah..
Tingginya angkasa masih kalah..
Wanginya parfum masih kalah..
Oleh siapa..
Tebak sendiri dong..
Hehehe
[Reply]
paling sering orang tanyakan ketika berkenalan denganku adalah “asalnya darimana ?” atau “kelahiran mana?”.
lalu kujawab “dari bangka”
trus orang2 pada protes “dari bangka kan biasanya putih2. kok kamu enggak?”.
trus aku bilang “iya sih, soalnya aku keturunan jawa”.
lalu masih saja orang protes “kalo jawa tapi kok suaramu sumatera banget”
huh…
[Reply]
keberanian yang luar biasa. perlu waktu sangat lama untuk mengambil keputusan menuliskan sesuatu tentang diri sendiri
[Reply]
Memang ga’ da habisnya klo nyeritain diri sendiri.. kya permen karet yang susah di telen (lho?!)
Salam kenal…
[Reply]
gak pol nih buka bukaan aibnya… hehehe
[Reply]
hmmmm tar dech saya buat nya
[Reply]
hhmm… ide bagus tuh
[Reply]
……..namun menyelam ke dasar hati terdalam seseorang juga tak kalah indah dan menggetarkan….(Mas Karmin Winata, 2008). Jadi kapan nih mas, ditunggu undangannya he he he (lho, mas KW kan masih betah melajang)
[Reply]
mending nyuci ah, drpd nyetrika puanassss….
Mas, pulau Biak wae apik *katanya loh* hahaha….
[Reply]
dekat darwin? lumayan,
kalo saya dekat madura hehehhe….
[Reply]
sangat menarik dan berbeda
cara mu mengerjakan peer ini
[Reply]
selamat taon baruu we…tidak ada yang aneh dari postinganmu karena tidak terbuka semua, hahaa…semua orang itu aneh karena TUHAN memang menciptakan begitu adanya. Cuma manusia berusaha untuk tidak aneh, agak aneh atau tetap tampak aneeh.
[Reply]
kalo udah tentang aib, coba sekarang cerita tentang kesuksesanmu paling keren donk pakdhe …
pasti lebih mudah to ?
[Reply]
ada suatu masa di mana aku juga suka mendekam berjam-jam di perpustakaan. tapi begitu aku kenal internet, perpustakaan jadi terlupakan…. he..he…
[Reply]
wah..aku malh sebaliknya bro….
nggak semuanya sih, cuma aku malah suka ditempat keramaian LD
http://oktasihotang.com/2009/01/05/postingan-awal-tahun-2009/
[Reply]
wah jawaban peer lain dari yang lain nih. Aku lebih suka nyuci ketimbang nyetrika, panas
[Reply]
oooh… ternyata setiap org punya 2 jenis umur yah, mas?
[Reply]
“ke lembah baliem, kepulauan raja ampat papua, bunaken, wakatobi juga tak kalah menariknya. namun menyelam ke dasar hati terdalam seseorang juga tak kalah indah dan menggetarkan.”
aku suka tulisanya
[Reply]
keunikan diri masing2 seseorang yang sulit digambarkan
saya suka belajar di tempat sunyi
suka maen di tempat yang ramai
[Reply]
tulisannya benar2 fan abis…
[Reply]
tulisannya benar2 funabis…
[Reply]
Contrarian…julukan yg Ceren dan memang cocok utk bang KW,ehm.ngmong2 suka keperpus juga,,
ngmongin ttg dri kita sndri memang menarik…
[Reply]
yang paling susah itu mengetahui diri sendiri
[Reply]
nbsp;sigitarinto.com
[Reply]
Waaaaaaaaaa ini Pe eR yah kereeeeeeeeeeeeen
[Reply]
bukannya aib tak boleh diumbar? sunnah nabi lho
[Reply]
If you are willing to buy a car, you would have to receive the business loans. Furthermore, my mother commonly takes a commercial loan, which is the most reliable.
[Reply]