cara menghindari produk amerika dan israel

Posted by fanabis on Jan 8, 2009 in daily |

produk-israel.jpg

andai dibolehkan bunuh diri, aku akan mati besok pagi. bagaimana tidak, aku tak kuat lagi menahan beban ini. setiap hari, jam, menit dan detik produk-produk amerika dan israel menyerang dari segala penjuru arah mata angin.

inginnya menghindar jauh-jauh. aku tak mau masuk neraka karena telah ikut berperan dalam membiayai perang yang menewaskan banyak orang. seperti yang banyak dikatakan orang-orang.

padahal aku masih sering pesen kentang goreng ketika warteg-warteg di sekelilingku sudah menutup rapat pintunya.  juga sekalian minumannya. sayang es dawet banjarnegara tak ada, terpaksa minumnya cola non sugar pun tak apa.

begitupun ketika ritual bangun pagi. gosok gigi memakai kayu siwak yang di sunnahkan nabi, sayang tak tumbuh di negeri ini. terpaksa aku harus kelayaban ke pasar hyper. selain harganya dibawah kaki lima, di tempat itu pelayanannya cepat dan barangnya lengkap.

duh, kayaknya aku makin banyak melakukan dosa saja. mana bisa aku tak memencet keypad nokia meski cuma sehari? kalau meninggalkan tayangan cnn dan beralih ke tvri mungkin bisa. cuman baju yang dipakai presenter tvri itu hugo boss bukan ya? kilau aura wajah presenternya, mbersihinnya pakai garnier bukan ya?

ah aku pengen pulang kampung saja. rumahku akan kupindahkan ke tengah hutan. aku akan beternak kuda liar, untuk menggantikan susu produk nestle. asyikkan bisa meres sendiri sekaligus tak tercemar lemak babi. aku tak akan lagi membaca time atau menonton film produk 21 century fox.

aku juga akan berkebun. menanam buah-buahan bangkok. jambu bangkok, durian bangkok. namun aku ragu, teknologi untuk memunculkan varietas itu buatan mana lagi?

pusing deh. tolong… :)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

64 Comments

  • Blog Cantik says:

    Bukannya dari Bangkok?

    [Reply]

  • yans says:

    wah, prihatin aku mas,…
    Sepertinya kita emang dikepung produk luar yang jelas2 membiayai untuk membunuh saudara kita…

    yans
    http://yans.blogdetik.com

    [Reply]

  • aku ingat waktu mahasiswa dulu (hikzz…emang pernah kuliah??) demo anti israel paling depan. teriak-teriak boikot produk amrik + israel. duh!!! ayo mas kita pindah ke papua saja. di DIGUL sana! :D

    [Reply]

  • pasarsapi says:

    Huahaaahaaa…..asli baca ngakaaak sak kemenenge. di tengah raker membosankan ini. KW….Nongkrooooong yuuuk..!!!!

    ayo aja. aku bisa kapan dan di mana saja. cuman malam ini tidak bisa… :)

    [Reply]

  • kuti says:

    ya, aku juga barus sadar kalo produk buatan Amrik itu kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat indo…

    mungkin udah saatnya kita beralih ke produk buatan asia/eropa. tapi mungkin agak susah ya?

    [Reply]

  • boeding says:

    boleh ide pindah ke Papua..tapi produk2 si amir&Rika masih ade, juga Si Isra & si El..mendingan kelau aje kali ye…

    [Reply]

  • benwal says:

    caranya… semua produk primer yg buatan amrik/yahudi/israel kita tiru aja, trus produksi sendiri, pake sendiri… hehehe… :D

    [Reply]

  • pinkina says:

    susah menghindari produk2 itu :(

    [Reply]

  • sandalilang says:

    memang susah mas karena kita semua sudah terkepung oleh produk2 dari negara AS dan israel. Bahkan produk dari Arab-pun jangan2 modal-nya dari AS :)

    Baiknya memang kita back to nature saja.. cuman ya repot :(

    BTw, mas ada pr di blog-ku. Sila lihat ke sini ya : http://sandalilang.blogdetik.com/2009/01/06/homework-dari-mbak-ella/

    [Reply]

  • Yang salah sebenarnya bukan produk2 diatas itu, yg paling salah adalah pemimpin2 Amerika itu.

    [Reply]

  • ranie says:

    Duh..jd ngerasa bsala jg :(

    [Reply]

  • icai says:

    tanggung mas, gempur aja tuh amrik + israel

    [Reply]

  • rumahkayu says:

    bentar mas…
    aku lupa2 ingat, tapi seingat aku, headquarter office-nya Nokia itu di Finlandia deh, bukan di USA…

    nokia sekarang sudah merger dengan Siemens, untuk produk mobile dan fixed-line phone-nya… Siemens, seingat aku HQ-nya di Jerman, bukan USA…

    mudah2an ingatanku benar ya mas… — dan kalo benar, aku masih bisa pake HP-ku yang sekarang dong ya? yang merk-nya Nokia, he he he :-D

    d.~

    [Reply]

  • Ullyanov says:

    Konon, yang punya Google juga orang Yahudi Israel. Nah, lo, tambah pusing deh.

    Sebenarnya, semua komoditas itu diciptakan bukan sekedar karena manusia membutuhkan, melainkan karena komoditas itu bernilai uang. Orang memproduksi barang, lebih karena dia membutuhkan uang (nilai lebih) dari hasil penjualan barangnya, bukan sekedar bahwa barang itu bernilai guna atau bermanfaat bagi manusia. Kata orang-orang kuliahan, itu disebut kapitalisme. Jadi, kalo ga ingin ngerasa berdosa atau menghindari penggunaan atau mengonsumsi produk kapitalis (Amerika dan atau Israel), ubahlah sistem ekonomi kapitalisme itu. Kata orang-orang kuliahan juga, itu disebut sossialisme.

    [Reply]

  • anggi says:

    sangat sulit rasanya tidak tergantung dengan produk amerika dan israel..

    menurutku kita ini harus mulai mencintai produk dalam negeri dulu lalu belajar ilmu ke luar negeri setelah menadapatkan ilmunya kembali ke Indonesia dan membagikan ilmunya..

    sotoy bget… ;)

    [Reply]

  • Juliach says:

    Carrefour milik Perancis!

    Tak perlu begitu: menambah suasana menjadi keruh. Tak semua orang Amerika setuju dengan peperangan itu! Lagi pula jutaan orang indonesia masih tergantung dari produk-produk itu.

    Lihat saja Coca-Cola: berapa pabrik di indonesia? berapa banyak total pekerjanya? Kalo ditutup, apa anda yang mau kasih makan?

    Sedang Mac Donald: ayamnya bukan dari Amrik kok mas!

    terimakasih banyak koreksinya….
    (duh aku kok ya ikut ikut ikutan yak, gak check and recheck :)

    [Reply]

  • JULIE says:

    santae aja mas…

    [Reply]

  • maureen80 says:

    Hmmhhh…ajakan boikot yang berat untuk diterapkan…jangan2 yang bikin demo trus kasih tulisan di spanduknya dengan cat pylox buatan sono lage…trus dia pergi ke arena demo pake mobil2 produk yang juga ikut menyokong pembantaian di palestina…?? Ato, pulangnya mereka capek dan malah nongkrong di tempat makan fastfood buatan sono?? Waahh, kalo iya… gimana yang diajakin demo bisa ikutan tergerak yaa..?? well, bagi aku media d’bloggers 10 rebu untuk palestina adalah ajang kita untuk ‘sedikit’ mengurangi rasa ‘bersalah’ kita karna selama ini secara tak langsung ‘memfasilitasi’ perang ini… so, apalagi?? Saatnya kita dukung dengan AKSI NYATA..!

    [Reply]

  • oh men, jujur gw ga bisa hindarin produk mereka, gw soalnya pake itu sekarang

    [Reply]

  • the Cliek aj says:

    sanate aj mas tak dukung kalau gitu

    [Reply]

  • bangsari says:

    itulah mangkanya neraka selalu penuh, kata habib riziq. kaya dia pernah liat aja. hahahaha

    [Reply]

  • anakperi says:

    sayangnya, tidak ada pertolongan bagimu, kang….
    :|

    [Reply]

  • rice2gold says:

    marilah kita gunakan produk-produk petani indonesia….(halah kayak iklannya gerindra).
    Yupz kita sudah dikelilingi produk2 mereka.yang terpenting sih otak-otak kita gak ikut-ikutan tercemar.Bahkan bukan tidak mungkin kita bisa mencuci otak mereka yang selama ini menjadi penyandang dana buat aksi kekejaman untuk tidak lagi menyalurkan dananya kesana. SEMOGA

    [Reply]

  • irvan says:

    Boikot si saya dukung,, tp jgn-jgn blogdetik ini engine blognya (Wordpress) buatan dia lagi?? Hi,,hi,, ga lucu kan kita2 teriak boikot disini,eh ternyata WP bener buatan dia (usa dan israel),ups satu lagi browser yg kita pake (IE,MOzilla,Opera dll) buatan org amrik bukan ya?? Sy klarifikasi dulu ach,, takut malu,, :-)

    [Reply]

  • mumu says:

    juliach…tulisan bung kw ini sebenarnya kan sinisme yang luar biasa (cemerlang) atas ribut2 berisik di luar sana yg sok-sokan nyeru2 boikot ini-itu. jgn terlalu serius. ini tulisan yg lucu banget. tak seorang pun ingin dan bisa dan mau dan mampu dan harus memboikot produk amerika kok. mari kita tertawakan diri kita sendiri yg bisanya emosional, dikit2 boikot tanpa ngeri masalah mendasarnya apa.

    bung kw, tulisanmu lucu tenan. bener kata pasarsapi, ngakak sakkemenge hahahahahaha

    [Reply]

  • aribicara says:

    Ini benar-benar membingungkan, aku salut buat mereka2 pemilik produk Amrik, Kita benar2 dibuat pusing karena semacam tidak ada pilihan, saat memboikot produk mereka akan terbayang PHK.

    Namun ada cara yang harus kita coba, saat ini banyak makanan2 model amrik tapi produk Indonesia misal burger sekarang ada Mister burger, Edam burger dan yang lain, mari kita lebih memilah dan memilih, walau tidak seluruhnya, tapi mari kita cioba sebisa kita. Kalau kita kompax aku yakin bisa…

    Semoga ,,,

    [Reply]

  • baratra says:

    ngga ah gw ngga mau boikot yang namanya product makanan atau minuman atau kebutuhan pokok lainnya, karena apa karena gw orang Indonesia,
    negara yang penduduknya lebih banyak menyukai product impor ketimbang lokal, masyarakatnya yang merasa lebih modern dengan product impor, lha klo itu gw boikot gengsi gw sebagai masyarakat Indonesia gw taruh dimana man? sudah lah

    [Reply]

  • yudhiapr says:

    lha blogdetik ini buatan mana hayoo ??
    ya wordpressnya, ya servernya (entah linux / windows), dll.

    yo wes matio wae pak .. lek emang arep melu boikot2an barang.
    hehehe … ~J/K

    sebenernya orang2 yg teriak2 boikot2 itu pada ngeh apa asal ‘njeplak’ aja ya ??

    ~sambil garuk2 udel ..

    [Reply]

  • winmit says:

    Ya boikot aja produk AS dan israel

    [Reply]

  • babacilukba says:

    hmmm… susah tuh mas melawan hegemoni mereka… apalagi klo “tentara”nya cuma kita2 ini… huhuuhuhhuu…

    [Reply]

  • jups says:

    Lagh trus gmna ni mas?
    kita harus kmna?

    [Reply]

  • Lha knapa juga harus menghindari produk amerika dan israel?? hahaha…

    [Reply]

  • anny says:

    Thanks info nya Bro
    Tapi gimana yah produk Nestle cocok buat anakku hiks…

    [Reply]

  • Bayu says:

    Untung aku nggak pake Nokia… hehehe
    tapi masih sering ke carrefour sambil minum coca cola…
    Mulai sekarang ke Warteg aja ahh, terus minumnya aqua gelas aja… :)

    [Reply]

  • vincent says:

    seru bgt neh tulisan asli ispiratif, beneran kita telah dijajah:)

    [Reply]

  • ono says:

    Mikir makan esok aja masih susah dan apalagi 80% belum dibayar sama Lapindo, koq ya mikir nyumbang ke palestina, koq ya jangan beli coca cola, koq ya mikirin negara lain, koq ya…duh pusing beneran.

    [Reply]

  • ah saya masih menikmati KFC..enak kok.
    dan setidaknya KFC telah menghidupi sekian banyak pegawainya yang asli Indonesia..
    * liat TV di Kudus orang mau menyegel KFC gara gara anti Amerika.

    [Reply]

  • hilman says:

    Semoga dorongan ini justru membuat kita jadi lebih kreatif untuk membuat produk-produk buatan dalam negri.

    Cintailah ploduk-ploduk Indonesia… :)

    [Reply]

  • wieda says:

    emang Nokia buatan Amerika?? bukannya sweden tuh??? hehehehe

    lagian ngapain seh main boikot?
    kedua bangsa itu kan emang musuh bebuyutan sejak mereka lahir? bayi lair ceprot langsung diajarkan ttg kebencian
    wuihhh ngeri…..kapan mereka akan damai? walau ndak ada yg nyuport tetep aja mereka perang….
    cian juga seh liat anak2 yg menderita…tapi brapa banyak anak Indonesia yg menderita karena kurang gizi?

    jangan liat mana2…mari kita lihat kita sendiri, negri kita sendiri…mari kita berbenah untuk negri ini

    [Reply]

  • ronggur says:

    hehehe gak se ekstrim itu kali mas…

    [Reply]

  • audy says:

    emang serba repot…eranya dah globalisasi gini…terus terang, sedih banget ngeliat sodara2 kita di palestina, dan belahan bumi manapun yang masih ngalamin peperangan….kemiskinan… moga2 doa kita bisa meringankan smua yang masih dalam tekanan dan penderitaan….

    [Reply]

  • songgolangit1 says:

    Hmmmm…. :roll:

    [Reply]

  • genthokelir says:

    hahaha waduh dilematis ya h
    hahaha kenapa mesti seperti ituh ya
    lha jiwa jiwa yang melayang itu kan jiwa yang suci jadi korban kepentingan keserakahan
    wah saya hanya bisa mendoa semoga kedamaian segera tercipta
    salam hormat dan sukses selalu

    [Reply]

  • raksawardana says:

    Hahaha.. saya yakin mas kw cuma bercanda..
    Ga serius kan mas??

    [Reply]

  • evi says:

    nescafe produknya nestle, masih di sruput tiap pagi
    carrefour, tiap bulan masih kesana
    nokia, masih erat ditangan

    kayaknya belum bisa di lepas deh….

    [Reply]

  • Pencerah says:

    sudah saatnya beralih ke produk dlm negeri

    [Reply]

  • dila says:

    ngintip…..

    [Reply]

  • fandhie says:

    wakakaka ironi yg menohok..
    salut mas kw….

    [Reply]

  • ayay says:

    ya nggak bisa menolong secara aku aja masih pake software bajakan microsoft …yg aku ajarin kemurid2 ku lesku juga productnya microsoft..dikantor..dan blog ini wordpress …gimana donk…

    [Reply]

  • bagong says:

    maju terus pantang mundur

    mari kita boycott produk amerika semampu kita

    jangan menyerah sebelum berjuang

    [Reply]

  • condro says:

    Gak berani berangkat perang, gak punya duwit atawa barang yang bisa diduwitkan untuk nyumbang…
    Ane punya solusi !!!!
    Tahajud tiap malam, minta ama Allah swt agar menjaga sodara2 seiman kita di Palestina. Semoga Allah segera bikin ancuuuur itu Israel n bangsa yahudinya

    [Reply]

  • sulak says:

    Ya Indonesia sudah kronis sejak dulu…
    Sejak penjajahan belanda hingga kini…
    Sejak orang menjadi mulia di sisi penjajah, menjadikan bangsa kita di bawah kaki mereka. Hingga kini, liat saja diri kita, ketika lulus mahasiswa kita langsung nyari kerja di perusahaan besar non BUMN (padahal perusahaan besar itu milik asing walau bukan AS).
    Apalagi sekarang, uang yang dimasukkan (investasi) ke negeri kita semakin banyak. Semakin nggak enak nih pemerintah mau ngusir, mboikot ama orang yang ngasih uang ke kita. Apalagi semua sumber daya dalam pengelolaannya dikuasai bangsa asing. Kalo mereka diusir maka yang kerja akan banyak yang nganggur, mereka nggak bisa makan, mereka berteriak ke pemerintah. “Oi pemerintah kamu turun aja karena g bisa ngasih kita kerja”
    Dari pada dikatain kayak gitu pemerintah mendingan ambil jalan mengamankan investor daripada kabur.
    Itulah kronis…….Bangsa Indonesia
    Kalo kamu cinta produk2 indonesia, banyak kok yang sudah bisa kita lakukan untuk buat prdk2 dalam negeri walau belum bermerek terkenal tapi udah dapat ijin dari Depkes. Kenapa tidak terkenal karena g mampu mbayar biaya iklan. apalagi harus bayar artis.
    Kalo mau produk dalam negeri bisa deh minta ke aku.
    he..he..mau produk apa ? maaf bukan iklan nih, tapi kan sales.

    [Reply]

  • rini says:

    memang sulit untuk tidak bergantung pada produk amerika dan israil. tetapi lebih baik berbuat sekecil apapun daripada tidak sama sekali. dan mari mulai dari diri kita sendiri.

    [Reply]

  • mirzal tawi says:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Jangan pernah bilang gak mungkin,mulailah dari yang kecil-kecil dulu,kalau gak bisa boikot semua…yah boikot sebagiannya…

    [Reply]

  • Milan says:

    mulailah sedikit demi sedikit, alon-alon asal kelakon, meski tidak tahun ini, jika kita mulai dari sekarang dan mulai saat ini, anak cucu kita akan terbebas dari ketergantungan terhadap as dan sekutunya. tapi jika tidak kita mulai, apakah akan ada perubahannya????????

    [Reply]

  • Oom…

    Presiden yang diceritain di sini, Presiden Amerika yang sepupunya ada di Yogya oom… soalnya setelah ayah yang Kenya, oom Obama ini punya ayah orang Indonesia… :-D

    http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/01/20/pelantikan-obama-dan-konsistensi-orangtua-1/

    http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/01/20/pelantikan-obama-dan-konsistensi-orang-tua-2/

    salam,

    si kecil

    [Reply]

  • ade says:

    Kayaknya kita harus jeli dlm urusan boikot-memboikot.
    Yuk kita lihat produk-produk yang katanya mau diboikot.
    KFC, MC D, A&W : ayamnya lokal, minyak gorengnya lokal, karyawannya lokal.
    Procter & Gamble, Unilever, Revlon, Avon, baskin robins dll : salah satu bhn baku yang banyak dipakai untuk sabun, alat kecantikan dan industri makanan adalah minyak nabati yang berasal dari CPO.
    Indonesia produsen minyak sawit (CPO) terbesar di dunia jadi mereka juga pasti beli CPO dari kita. 80% CPO dihasilkan oleh petani (kl.15 juta petani kelapa sawit) .
    Starbuck : Indonesia pemasok kopi arabika untuk starbuck di seluruh dunia. Ini juga sebagian besar hasil petani kita.
    Nestle, Milo dll : B.baku coklatnya sebagian juga pasti dari Indonesia krn di amerika tdk ada perkebunan coklat. ini juga produk petani kita.
    Tahukah anda ? Indonesia eksportir karet alam ke 2 terbesar di dunia setelah Thailand. 80% karet alan dihasilkan oleh petani kita. Amerika adalah salah satu pasar terbesar karet alam Indonesia. Jadi kalau perekonomian amerika hancur siapa yang lebih menderita ? amerika atau Indonesia.Bukan maksud saya ngebelain amerika tapi kita harus realistis.

    [Reply]

  • ASAL USUL says:

    Amerika dan Israel

    Benci kalau bisa tdk satu matahari dengan mereka. Indonesia ??? Cinta setengah mati. Bangsa Gue banget. Cinta ga sama Ahmadiayah ??? maaf ya , siapa ??? Gue kaga kenal. Kafir itu. Bubarkan saja.
    Asal tahu saja , mereka itu Indonesia. Pesan dari cerita ini : Tidak boleh disama ratakan semua bangsa. Banyak yang tdk setuju dengan kebijaksanaan pemerintahnya. Jangan asal ngomong . Mikir dan jangan pura pura bodoh dan mencari pembenaran.

    [Reply]

  • Horbo says:

    Salah sendiri kenapa mau jadi islam, otaknya pun jadi dungu semua, gak bisa menciptain apa2, yg ada cuma menciptakan kebencian.

    [Reply]

  • setab says:

    internet produk siapa ya??
    komputer??
    handphone idenya??
    listrik??

    [Reply]

  • dssd says:

    orang yang masih ber pikian itu salah nestle dari swiss,nokia dari finlandia,carrefour dari prancis apa salahnya mereka datang ke sini memang uang pembelian kita untuk perang memang mereka punya pemerintah amerika serikat atau israel.sekarang dunia ini ingin lebih damai dan saling memahami perbedaan kita harus lebih memikirkan diri kita sendiri apa sudah benar ? gitu aja kok repot.

    [Reply]

  • Achox says:

    Jika bangsa ini mampu mandiri, pemerintahan tdk korup dan banyak perusahaan pengolah hasil bumi kita sendiri, tanpa harus mengekspor secara brlebihan, yg menjadikan bangsa ini menjadi bngsa yg knsumtif bukan produktif…, sy yakin dan percaya bangsa ini akan mampu menjawab tantangan globalisasi..,

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags:' <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Copyright © 2000-2012 fanabis All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.