hidup itu seperti pelangi. kita perlu sinar matahari dan rintik hujan untuk mencipta warna:mejikuhibniu. namun hujan pagi ini mengingatkanku pada seseorang. bukan pada gadis kecil pembawa korek api yang pernah aku baca, namun pada lik man penjaja es krim keliling.
pertemuanku dengan laki-laki asal pekalongan itu di resepsi perkawinan. hari itu dia beruntung. penyelenggara hajatan sore itu memesan lima ratus gelas kecil untuk menjamu undangan. acara resepsi belum kelar, namu ice creamnya sudah ludes.
setiap hari ia mengelilingi seputaran jakarta pusat, mulai dari senen sampai matraman. ia mulai mengayuh sepedanya dari sunter, rumahnya. sengaja ia mencari kontrakan di wilayah itu agar dekat dengan pabrik tempat mengambil dagangannya.
sebagai pedagang keliling ia memperoleh penghasilan yang tak pasti. pernah suatu kali ia tak memperoleh uang sama sekali. karena suasananya yang hujan. seperti pagi ini. hujan pagi adalah kiamat kecilnya. suhu yang dingin membuat niat orang mengelamuti ice cream jualannya padam.
gara-gara hujan, jalanan jakarta macet total. seluruh mobil motor berebutan mencari jalur alternatif. mereka menyebut jalan tikus. mereka menyerobot “daerah kekuasaan” lik man secara brutal. lik man tak bisa bergerak. berjam-jam berada di belakang pantat-pantat mobil yang majunya per senti.
cukup beruntung, meski ice cream tak laku, ia masih bisa mengembalikan ke pabrik. di simpan dalam lemari pendingin raksasa sehingga esoknya bisa dijual kembali. namun ia belum bisa mengumpulkan rupiah per rupiah yang harus di setorkan ke isterinya.
ia menatap lampion-lampion besar warna merah. tahun baru imlek 2560. biasanya hujan akan terus turun sampai beberapa hari mendatang. matahari masih suka bersembunyi. selama itu tak akan ada pelangi. namiun menurut keyakinan orang-orang tionghoa, semakin banyak rintik yang jatuh, makin banyak rejeki tahun depan yang akan diperoleh.
(*judul nyontek dari cerpennya jujur prananto: jakarta sunyi sekali dimalam hari



berhubung masih gak ada gawean, ya iseng bertamu dan ngomong diluk
dan….heng ing eng no 1
haha datanglah selalu, kamu pasti akan bisa nomor satu. wong belum seramai blog seleb
[Reply]
Terlalu banyak mitos yang justru menghambat manusia untuk bergerak. Mereka terlalu yakin akan rejeki yang datang sendiri itu.
ha ha biar semangat aja kan mas itu
[Reply]
aku mempunyai sahabat yg suka membeli eskrim pada waktu hujan,ketika ditanya mengapa,jawabnya adalah kalau kita tidak beli,siapa lagi yg akan membeli. demikian pula pada susu kaleng,dia justru memilih yg sudah penyok,dengan alasan yg sama
jenius sekali dia….salut. salam kenal buat temannya
[Reply]
*klik*GPS&webcam*ON
aku doain moga-moga besok pak lik man dapat rejeki, punya uang banyaaakkkk biar bisa dikasiin sama bu lik man, dan anak-anaknya bisa sekolah…
aku juga seneng eskrim oom, apalagi yang warnanya mejikuhibiniu seperti pelangi, seru !
si kecil~
*klik*OFF*
aminnnnn . mereka tidak cengeng loh meski gak laku..//.
[Reply]
nggak cuma jalan, tapi rel kereta juga macet tadi pagi bung
wah ajaib sekali……….
[Reply]
sayangnya aku gk suka es krim
tp mudah2n setelah hujan dagangan lik man laris
ice cream kan enak… dan bergizi, ada susunya lagi hi hi hi
[Reply]
tapi ini tahun kerbau. walao imlek hujan namun katanya harus lebih giat berusaha dan bekerja keras
iya, tahun kerbau, babi atau anjing kayaknya kita tetap harus lebih smart bereusaha…
[Reply]
jakarta ga usah nunggu hujan juga udah macet
benar mas, tapai kalau ada hujan, macetnya makin parah…. kayak kesetanan
[Reply]
semoga si pedagang itu mendapat rizki yang berlimpah di masa-masa yang akan datang
amin… ha ha ha.. bukumu “bankir sesaAt” lebih lucu dari yang aku duga….
[Reply]
protes ["mencipta warna:mejikuhibiu"], kudunya mencipta ["warna:mejikuhibiniu"]. “Nila”-nya kok dikorupsi. Tidak signifikan, tapi ngganjel, Min.
hi hi hi , terimakasih mas. aku kok bisa lupa ya. sudah dikoreksi
[Reply]
semua ada waktunya, selama kita masih berusaha pasti ada jalan.
benar…. selama masih ada niat, pasti ada jalan
[Reply]
Berkaca kaca aku bayangin perasaan si pedagang itu
santai aja lagi…..
[Reply]
kacian lek man ya. emang kalo ujan ice cream mana laku.
sabar ya lek, percaya deh Allah akan memberi rezeki dari arah yang gak disangka2. amiiinn
santai, dia tidak cengeng kok. lebih kuat dari aku tentunya
[Reply]
ibuku dulu mengajarku untuk berjualan es mambo untuk memperoleh uang jajan, aku membuat es dirumah dan dititipkan untuk dijual di sekolah t4 ibuku mengajar, paling sebeeelll kalo musim hujan. ngga bisa jajan karena es nya ga laku ..
pengalaman seru rupanya… terus kalau sebel apa yang dilakuin ?
[Reply]
lam kenal buat lik man ya mas
[Reply]
HMM. SALAM KENAL MAS :p
[Reply]
“semakin banyak rintik yang jatuh, makin banyak rejeki tahun depan yang akan diperoleh”, semoga aja ya mas..
[Reply]
koq aku gak kenal lik man yah, mas? daerah “jajahannya” kan deket rumahku tuh… (halah!)
[Reply]
hidup emang seperti pelangi, seperti yang sudah aku tulis dalam blogku http://faizmizu.blogdetik.com/2008/12/14/hidup-ini-ibarat-sebuah-pelangi/
[Reply]
sebelumnya thx uda kasih comment di blog tina. walaupun jakarta hujan dan dan sering banjir, namun bagiku jakarta tetap jadi kota mimpiku. pingin banget rasanya aku main kesana. yah maklum aku orang desa. lam kenal yah
[Reply]
betapa hidup ini mengharuskan kita tuk terus “berjuang” dan menyertakan kesabaran di dalamnya..,..
[Reply]
hmmhhh… lik man itu maunya di kota ku ajaaa… setiap hari selalu ‘panas’ disini.. pasti es krim nya laku dehh
o iya, dijamin gak semacet di jakarta juga lho…
[Reply]
Tiap pekerjaan ada resikonya. Lik Man pasti paham, makanya dia kuat dan tidak cengeng
[Reply]
nice post…
kunjungi ini
thanks
[Reply]
Good post! I plan to move into this stuff after Im done with school, as most of it is time consuming. Its a great post to reference back to. My blog needs more time to gain in popularity anyway.
[Reply]