kantor. berapa lama dalam sehari berkubang dalam sebuah kubikel-kubikel sempit yang udaranya tak pernah berganti? 8 jam cukup? aku kira tidak.
nyaris duapertiga umur hari kita habiskan dengan hal yang berhubungan dengan bekerja. aku akhir-akhir ini sering bertanya-tanya, kenapa saya harus bekerja? namun sampai detik ini, aku tak memperoleh jawaban. karena bekerja memang tak bisa dipisahkan. kata marc chagall, Work isn’t to make money; you work to justify life.
jadi kalau aku tak bekerja, aku akan mati? mungkin tidak. hanya setengah mati saja. aku bergeleparan karena tak adanya koneksi internet gratis. andai dikantor, sejak dini hari sebelum ayam-ayam jantan dibantai dan berubah menjadi topping bubur aku bisa online sampai pinggang sebelah kiri terasa sakit.
dan aku yakin, banyak orang-orang semacamku yang ke kantor yang tujuannya menggerogoti bandwith. begitu layar monitor menyala, hal pertama yang dibuka pastilah jumlah komen yang masuk di blog. membacai komen-komen yang belum pernah di dengar sebelumnya hanya menambah semangat untuk terus blogwalking.
menjadi blogger pecundang tak apa. cukup menerakan secuil komen, say helo tanpa perlu membaca isi postingan. sedikit flirting juga baik. apapun, akan menyenangkan pemilik blog. syukur-syukur flirtingan itu memperoleh respon yang lebih hangat. lalu dilanjutkan berkawan di facebook, chatting di instan messanger dengan webcam.
tanpa sadar waktu makan siang tinggal beberapa menit lagi. aku buka facebook dan mengganti status dengan yang sesuai dengan keadaanku, “tasku, tak seawet punggungku. maklum belum instal yang versi mobile. sehingga harus rela, meninggalkan komputer. namun bisa juga diantisipasi, nitip makan siang pada opisboi. mintalah di catat, jangan sampai ayam gorengnya dikasih bagian paha, padahal pesananya dada.
teman saya punya cerita, dia memaksakan diri pulang lebih lambat. alasannya jalanan masih macet total. mereka lebih suka menunggu kantor sepi. bercipokan didalam lift yang kameranya sudah mati tentu punya sensasi sendiri.
atau pura-pura berdiskusi, membahas desain seperti yang sengaja di tunda siang tadi. lalu meja sebelah dia datangi dan terjadilah apa yang keduanya di kehendaki. dan kantor menjadi tempat yang paling privasi. “bekerja menjadi sangat menyenangkan bukan”, katanya.



ahhahahahhaahhhahhahaa….sore-sore ngantuk, dadi seger moco postinganmu bung hahaha lucu tenan!
[Reply]
halah… koq tumben nakal bener? atau… ini sebetulnya aslinya mas kw? ha ha ha
[Reply]
SAya masih inget tentang ide gilamu yang yakin banget ada cara buat dapetin duit tanpa bekerja, isih kepikiran kuwi mas?? btw sabtu sido budal ke Solo gak??
[Reply]
itu semua pengalaman pribadi, min?
[Reply]
ahahahaa, Mas KW ternyata… diem2 menenggelamkan (lbh parah drpd mnghanyutkan!)
[Reply]
lalu meja sebelah dia datangi dan terjadilah apa yang keduanya di kehendaki. dan kantor menjadi tempat yang paling privasi. bekerja menjadi sangat menyenangkan bukan, katanya.
he2. kok ya bisa2nya kantor menjadi tempat paling privasi tho!he2.
[Reply]
jadi pengen merasakan dunia kantor nih..
[Reply]
waw… sayangnya di kantorku ga ada lift
[Reply]
masa kerja tujuannya ngehabisin bandwitch pasti buat ngeblog
[Reply]
klo mas kw ngabisin bandwith itu bagian dari job desc bukan??
[Reply]
hmm…di alenia atas ada benarnya juga

tapi yang alenia2 bawahnya nggak lah, aku kan ibu yang baik hahaha….
*ojo protes*
[Reply]
kantor mana kuwi kang!
[Reply]
Waaaaaaa, benaran neh mas kw, gw banget……..mencari alasan dateng kantor lebih awal skrg agar kelihatan rajin absen pagi2 dan pulang sore hari, karna sisa waktu kerjanya diambil buat ngeblog, chat, n maen game, tapi tetep kerjaan beres.
dari pada stress ama pekerjaan, dulu seh pake naik lift, skrg uda gak wkwkwkw
salam
[Reply]
hihihih hayooo siapa yang diceritain,, hmm kayak nya aku tahu nih siapa temen yang dilift dan disamping meja kantor itu
[Reply]
Setelah beberapa waktu ku menatap lukisan warna warni blogmu
Ternyata ..jawaban itu adadi Konten mu
[Reply]
hi..hi..mas kw gak nyangka nih
[Reply]
jam berapa itu mas mati kamera di liftnya???
huehehehe ada indikasi ingin mencobanyaa
[Reply]
ihhh..”cipokan”…bahasa ’80s sekalee…hahaha
[Reply]
banyak temennya…
[Reply]
huehehehe…..ternyata mas kw..,.. hihihi…
[Reply]
tragedi di lift juga sempet heboh di kantor uni…
[Reply]
i…waw..
okey nih postingan…
[Reply]
heheh siapa nih di balik cerita
salam sukses dan tetap semangat
[Reply]
waw… kok baru kepikiran nih..
[Reply]
bercipokan didalam lift
haha sering banget kejadian seperti itu ya???
BTW salam kenal
[Reply]
ati2 we kawe…saiki jamane gampang meteng..
[Reply]
Waduh pak critanya.. menukik sekali…dan kayaknya banyak yang pernah mengalami..kali ya
[Reply]
wakakkak. ngeblog dg taste
[Reply]
saya msh bingung, dah kerja hmpr 2 tahun tp gak punya kantor
[Reply]
komentku kok gak nongol ya?
[Reply]
bekerja yang cool penuh semangat dan senantiasa berada…
[Reply]
wakakaka… syapa tuw mas KW yang bercipokkan?
ahk sayang, aku pengen liat kamera CCTV nya…
[Reply]
tak laporin pak boss loh…..
[Reply]
hmmmmm……
[Reply]
nice postingan boss…jadi merenung selama ini jangan2 saya di kantor udah korupsi waktu kerja lagi???
haha.. jarang loh ada yg muji postinganku. thx eniwe
[Reply]
Jadi merasa kesindir nih mas…
Tapi benar2 gak kebayang jika dikantor
udah gak bisa lagi ngakses internet,
bisa pusing tujuh keliling.
Kalo cerita mesranya kok ditempatku belum
pernah ketauan ya…:)
Salam kenal mas…
[Reply]
Some time ago, I needed to buy a car for my business but I did not have enough money and couldn’t purchase anything. Thank God my sister suggested to try to get the loans from creditors. So, I did that and was happy with my sba loan.
[Reply]