percakapan dengan angin
aku duduk di sebuah gasebo bertarup serabut yang tiang-tiangnya menancap ke laut. air beningnya mengantar mata mencerap butiran pasir dasar laut semakin jelas. ikan-ikan berwarna pelangi beruncang-uncang kaki. desau angin yang sepoi mengelus-elus ujung nyiur. mereka mengajakku terus bercakap.
menemui sesuatu yang baru itu ibarat membaca puisi, kita tak akan pernah tahu endingnya. senja yang merah [...]
dunia yang terus berlari
hari yang tunggang langgang. sepertinya baru sejam nggletak. kaus kaki pun masih belum terlepas. bau. padahal niatnya rebahan saja, tak tahunya sumi yang telah muncul di metro xin wen. anjrit. pulang telat kan tak bisa untuk alasan untuk datang siang bukan?
ketimpringan. mandi? kelamaan. mandi kucing saja, maksudku mandi kering. begini nih kalau tak punya mobil. [...]
kenapa perempuan suka menambahi namanya sesudah bersuami?
foto: corbis
selamatkan saya
yang jelas apa itu tadi, facebook, buku wajah, buku muka?. sebelas kali mengganti status. what’s on your mind? pengen orgy. ingin menjadi firaun. mengomentari status yang terus bermunculan: croc diskon 50 persen di sency, pasir, perahu di lokhnga. itu celamitan ya, kreatip, ramah atau sok akrab?
entahlah. bukankah emang telah seperti itu? mau apa lagi? [...]


