
sosok perempuan abad lalu (lahir 1879) ini selain musuh para feodal, menuntut kesetaraan dengan laki-laki, dia juga seorang pluralis. ia mempunyai pemahaman keyakinan yang sangat universal.
sebagai perempuan ningrat jawa, ia tak bisa lepas dari adat yang melingkunginya. termasuk keyakinannya yang magis. dia menulis, “bunga-bungaan dan dupa memang tidak dapat ditinggalkan dalam seala hal oleh kami orang jawa” (1). keyakinan ini dibuktikannya dengan menyarankan temannya annie glesser untuk meminta berkah ke sebuah kuburan orang yang dianggap keramat: sunan mantingan.
“kemarin annie telah mengalami sesuatu yang bersifat jawa. anneke ikut bersama kami masuk ke dalam gedung kuburan-kuburan keramat itu dan bersama-sama kami duduk di lantai pada kaki kuburan. dupa pun di bakar dan menyusullah komat-kamit doa yang melayang-layang diatas kepala kami dan bau dupa pun……..”
pengaruh bacaan sejarah barat, dari renaisance sampai pemikiran-pemikiran agama nasrani yang menimbulkan perpecahan, dia meyakini, “agama dimaksudkan sebagai karunia bagi umat manusia untuk mengadakan ikatan antara makhluk-makhluk Tuhan. kita semua adalah saudara, bukan karena kita mempunyai satu leluhur, yaitu leluhur manusia, tapi karena kita semua anak-anak dari satu Bapa (2)
sependek hidupnya yang hanya 25 tahun, perempuan visioner ini menolak membunuh makhluk hidup apapun. ia memutuskan menjadi vegetarian. keputusan ini didasarkan pada keyakinannya tentang budha.
“aku adalah anak budha, dan sebutan itu saja sudah cukup bagiku untuk tidak makan daging (3). kepada novelis ingris henry fielding ia memuji, “itulah seorang idealis. yang mempropagandakan keyakinannya yang sangat indah, mengalahkan kejahatan dengan cinta.”
tentu saja, kartini yang pelukis dan pengarang itu juga menganut agama warisan orang tuanya, islam. kepada stella tahun 1899 ia mengatakan, “dan bagaimanapun, aku adalah seorang muslimat, karena leluhurku beragama islam. bagaimana mungkin aku bisa mencintai agamaku kalau aku tidak mengenalnya? tidak boleh mengetahuinya? quran terlalu suci untuk diterjemahkan dalam bahasa apapun. di sini tiada seorang pun mengenal bahasa arab.
kartini adalah seorang yang religius, tanpa berpegang pada bentuk-bentuk keibadahan ataupun syariat. Tuhan dipahami sebagai sumber hidup yang yang mengikat setiap orang dengannya tak peduli apapun agama yang dianut, bahkan juga si ateis sekalipun. (5)
dahsyat!
data buku:
judul: panggil aku kartini saja
penulis: pramoedya ananta toer
penerbit: lentera dipantara
jumlah halaman:301 ( 1:255, 2:146, 3:246, 4:248, 5:260)