siapa yang paling bersalah menghembuskan kematian itu mengerikan? mindset tersebut mengakibatkan semua orang berusaha habis-habisan mencegahnya. kalau bisa menunda atau menolaknya?
padahal kematian adalah suatu hal yang sangat wajar. proses untuk menuju ke fase selanjutnya. ke alam keabadian? belum tentu. hal itu sangat tergantung kepada energi positip yang telah kita ciptakan selama menghuni bumi.
diperlukan proses kelahiran ribuan kali untuk menuju ke alam keabadian yang menyenangkan. terutama untuk orang-orang yang selalu mencipta energi negatif. bisa-bisa mereka akan lahir kembali sebagai cacing. di planet inilah yang paling tepat kondisinya untuk terus memperbaikinya.
“aku ingin ini adalah kelahiranku yang terakhir, kata temanku. namanya among. untuk itu dia mempersiapkan keseharian hidupnya dengan serius. ia berusaha untuk selalu dalam keadaan “berkesadaran penuh”. sehingga ia harus mengendalikan pikiran-pikirannya yang pintar memanipulasi. karena di situlah tempat semua bermula.
menurutnya apa yang kita lakukan detik ini akan diproses alam secara misterius yang akan berdampak langsung kepada diri kita sendiri. ia lalu bercerita, sore itu ia diserempet metromini. ia menyadari sepenuhnya, hal itu adalah akibat dari perbuatan buruk masa lalunya entah kapan.
untuk tetap jauh dari pikiran-pikiran buruk, ia membiasakan tubuhnya untuk tak diberi asupan makanan setelah jam 12 siang. ia juga menolak perutnya dimasuki bangkai makhluk hidup. bahkan jika sesekor nyamuk yang menghisap darahnya, ia akan tetap membiarkan. namun jika sudah tak kuat lagi, ia mengusir dengan meniupnya.
selain itu ia juga menolak menikmati hiburan yang bisa membuat pikiran tak stabil. rutin meditasi. juga sering mencari para pemulung atau penyapu jalanan di seputaran jakarta untuk diberi nasi bungkus yang dibawanya dari rumah.
masih menurutnya ritual itu hanyalah sarana latihan untuk mencapai tujuan puncak. namun saat ini banyak orang terjebak pada zona nyaman ini. anggapan mereka, setelah melakukan ritual tersebut kewajibannya usai. padahal ritual itu tak berefek apa-apa pada orang lain. idealnya ritual itu bisa mencapai puncaknya yang terlihat pada outputnya. yakni menceriakan orang-orang di sekitarnya.
“berat mas. namun sekarang ini adalah kesempatan terbaik kita”, kata laki-laki yang juga bernama dhamma kummaro itu.



hmm, kehidupan setelah berakhirnya satu kehidupan…menarik
yang pasti, berbuatlah baik lah dengan sesama
[Reply]
Ya, bisa jadi dulu di alam rahim, kita juga ribut soal “kematian” yang akhirnya membawa kita ke alam dunia ini. Tapi di sini kita ternyata enjoy aja..
[Reply]
berat yah klo harus bener2 sempurna menjalani kebaikan itu
[Reply]
broth, ni alamat ku..
A/ SUBHAN-AAN
JL.KESELAMATAN NO.30A
RT 11 RW 03
MANGGARAI SELATAN,
TEBET, JAKARTA-SELATAN.
12860.
Makasih ya om,..
nnti saya kirim ke email situ jg bro
[Reply]
Wah, pelajaran hidup..hidup emang ga gampang.
[Reply]
memang, kalo kita sudah yakin akan sesuatu… tidak ada apapun yang dapat merubahnya…
salam…
[Reply]
berat…
[Reply]
sebagian kaum beragama memang beranggap demikian. kesempurnaan didapat melalui proses menyakiti diri. kaum sufi terkenal sekali dengan metode ini…
[Reply]
dengan berbagi - serasa nyaman untuk meninggalkan dunia …
[Reply]
lebih ribet daripada postingan tentang konspirasi politik. gak paham aku…
[Reply]
i…waw…
ilmu yang diberikan kepada orang2 pilihan…
[Reply]
zona nyaman itulah yang membuat orang merasa sudah selesai…
*aku selalu dapat hikmah jika mampir ke sini.
[Reply]
berharga
[Reply]
Waahhhhh………
Buat berpikir nih postingannya.
[Reply]
berarti hukum karma itu tetap berlaku bwt spa aja ya
[Reply]
kematian setiap saat selalu menanti maka kita harus selalu siap menghadapinya! *kok ngeri gini*
[Reply]
Kita datang bersama sekumpulan orang yang mencintai kematian sebagaimana mereka mencintai kehidupan
[Reply]
Yup setuju.. berbuat baik lah dengan sesama
agar nanti nya kita dapat dapat menuai hasil yang baik pula..
Salam kenal ya..
[Reply]
wah bagus sekali! salud! among itu real atau tokoh fiktif mas?
[Reply]
keren ya among!
aku mah pasti nggag sanggup deh
[Reply]
tetap berusaha seperti among
[Reply]
Mudah2an lebih banyak among lagi ya
[Reply]
Bang kw sndri gmn? Ngikutin cr hdp si Among g?
[Reply]
among terimakasih atas inspirasinya, 2009x terimakasih untuk mas kw atas postingannya ^_^
[Reply]
saya ragu bisakah kita selalu menjaga kesadaran?bukankah separyh dari manusia adalah ketidaksadaran? he2.
[Reply]
inspiring….
[Reply]
Tetap semangat & Selalu Action !!!
[Reply]
Kalo ngak ada kematian, malah mengerikan sekali! Padi sepetak buat berebut juataan orang. Dapat sebutir padi sudah bahagia tuh.
[Reply]
Kematian terasa indah bagi orang-orang yang memang siap untuk mati
[Reply]
Cerita Among cukup menggugah.
Bagi orang yg sudah memahami tentang arti kehidupan,maka mereka akan mempelajari apa itu kematian dan yang ada dibaliknya, dengan demikian ia akan belajar untuk “hidup” ,dalam bahasa atau agama apapun hukum sebab dan akibat tetap ada dan tidak dapat disangkal,cuma saja masih banyak orang yang alergi kalau ia disebut sebagai hukum karma.!!
[Reply]
among.. oh.. among, kagaak ngerti aku .. beyaat
, sukses saja deech ..
, setuju ..
[Reply]
berat bahasanya.
[Reply]
sudah saya terima mas barangnya,..
memang segalanya harus dipersiapkan, kita tidak dapat berdiam diri seperti itu.
Bangun dan Bergerak!!
[Reply]
cukup menggugah….mantapz dech…
[Reply]
dhamma kummaro itu nama panjangnya among kah???
[Reply]
kadang kita memang tidak bisa memaknai perbuatan yang kita lakukan…
[Reply]
[...] cerita among [...]
If you’re in the corner and have got no money to go out from that, you will have to receive the personal loans. Just because that should aid you definitely. I take student loan every year and feel good just because of that.
[Reply]