bulan di atas genteng

di kampung baruku ini, bulan tercampakkan. sinarnnya terlalu redup dibandingkan dengan cahaya yang dihasilkan dari generator-generator yang bisingnya memekakkan telinga. kau ingat-ingat kapan terakhir melihat bulan purnama?.

setelah beberapa tahun di sini, aku baru kembali bisa menatap bulan penuh minggu lalu. perlu waktu lama untuk hanya bisa menikmati sinarnya yang menyapa tanpa kegaduhan itu. aku harus menirukan salah satu scene adegan nicholas saputra dalam film gie.

dia naik ke atap rumah dan berbincang dengan sahabat kecilnya. bedanya malam itu aku sendirian saja. telentang menghadap langit dengan bantal kedua telapak tangan terlipat. langit terasa lebih dekat. awan-awan bergerak perlahan yang mirip pasir pantai yang baru saja terhempas ombak.

bagi sebagian orang, bulan tak menarik. apalagi mereka yang belum pernah berkesempatan melihat kesempurnaannya. namun aku yakin andai sekali saja mereka mencoba menikmatinya, mereka pasti tak akan seperti serigala jadi-jadian yang gelisah ingin mencari mangsa.

sementara di bawah, orang-orang mengerubuti jalan, berebut ingin saling mendahului. suara klakson bertabrakan dengan deru mesin. namun tempurung kepala mereka sibuknya melebihi lalu lalang lalu lintas di jalan itu.

mereka memikirkan bagaimana cara membayar uang tagihan listrik yang nunggak dua bulan, merayu pacar agar memaafkan kesalahan fatalnya, mengurus surat-surat ganti kewarganegaraan atau untuk menyiasati agar bisnisnya terus berkembang. atau jangan-jangan malah memikirkan bagaima caranya membunuh saingan. seperti kemarin dan kemarinnya lagi. tanpa sadar tiba-tiba mereka semua menua.

kututup kedua kupingku dengan headphone yang memutar lagu yang tak pernah membosankan itu. aku tak memahami apa artinya. namun aku bisa merasakan keindahannya dan keagungannya.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Tags: ,

27 Responses to “bulan di atas genteng”

  1. antown says:

    kampung baru ya?

    saya pernah naik genteng rumah saya. ada sebuah kayu berhias paku. masuklah ke kakiku lalu aku mengaduh… *gak penting hehe

    pakabar nih. sukses selalu ya

    [Reply]

  2. MT says:

    kadang kesibukan membuat kita melupakan saat indah memandang purnama. akupun begitu, sudah dua bulan ini melewatinya…

    [Reply]

  3. Julie says:

    Aku tak pernah aBsen menatap langit malam.Indah penuh bintang dan bulan

    [Reply]

  4. wempi says:

    gak lama lagi, matahari di atas kepala, kalo gak salah cuma sejengkal dari kepala.

    [Reply]

  5. serasa nikmat dengan kesendirian neh :)

    [Reply]

  6. eman says:

    langit di rumahku mendung terus. tapi aku pernah melhat bintang jatuh loo. kalau kaka mau lihat bintang jatuh kaka kekuar pukul 03.00 pagi. pasti kaka lihat bintang itu.
    salam kenal

    [Reply]

  7. teguh saja says:

    jadi inget lagi, ketika baca tulisan ini…bannernya kayak’e tambah apik kalo gambar orang baca bukunya diatas genting disinari bulan purnama…
    *manjat tower*

    [Reply]

  8. cyperus says:

    kalo saja genteng di atas bulan…

    [Reply]

  9. melly says:

    bulan di atas genteng.
    klo bintang di atas kepala berarti lagi pusing yah

    [Reply]

  10. fairuzdarin says:

    Di kampung baruku, bulan pun demikian…
    Cahayanya kalah.
    Bintang-bintang yang menemaninya juga sangat sedikit…

    [Reply]

  11. evi says:

    wah…dimana nih?
    di tempatku bulan masih cantik, tanpa penghalang apalagi kalo bulat penuh. anakku suka sekali melihatnya :)

    [Reply]

  12. codet says:

    Bahagia sekali kalau bisa merasakan moment seperti itu… jiwa terasa berpisah dengan ‘dunia’… merasakan kekuatan ’sekarang’.

    [Reply]

  13. grubik says:

    alam, sodara kita..

    [Reply]

  14. erza says:

    kalo bulan purnama, takut ah…. tar berubah

    [Reply]

  15. acepentura says:

    Wah saking sibuknya mas kw gak pernah liat bulan diatas genteng…
    Atau emang rumahnya gak ada gentengnya…? wakakakaka pisss mas….

    [Reply]

  16. Ocehanburung says:

    Pasti lagu barat ya ??? makanya ga ngerti…

    hehehehe…

    salam…

    [Reply]

  17. ichanx says:

    ambilkan bulan bu… ambilkan bulan bu…..

    [Reply]

  18. Jan jan says:

    ambilin dunk bulannya buat aku..biar dapat menyinari hatiku he he

    [Reply]

  19. duadua says:

    naik ke genteng yuk
    hati hati ada tikus,hehehe

    [Reply]

  20. goeboekoenik says:

    Genteng pun senang :)
    Telah ditulis ceritanya :)

    Salam,
    Berikanlah kepada orang lain yang Terbaik
    Yakinlah Allah SWT akan berikan yang Super Terbaik
    Vino

    [Reply]

  21. yosephs says:

    jadi inget “bulan di atas kuburan”… :-)

    [Reply]

  22. timur says:

    Assalam

    Hehehe good post

    cerita yang menarik

    wassalam

    :-)

    silahkan lihat dan kunjungi blog saya

    :-)

    [Reply]

  23. kang mas says:

    ada gak ganteng diatas bulan :D

    [Reply]

  24. rina says:

    hati2 duduk di atas genteng..licin..nanti bisaa…hmmmm :lol:

    [Reply]

  25. sucimanize says:

    nice post mas…

    o ya ngomong” bulan jadi inget kemarin waktu dibonceng temen di motor bebeknya, kebetulan di daerah pasar baroe aku melihat sunset keren banget, subhanawloh bagus banget ……..

    btw ati” di atas genteng ntar jatuh loch hehehe

    [Reply]

  26. ahza says:

    kalo matahari diatas kepala, gimana tuh..haha..pasti puanassss banget..

    Nice posting Bro.. :)

    [Reply]

  27. wong says:

    hah, di atas genting? aya-aya wae mas karmin ini..

    [Reply]

Leave a Reply