hp yang tertinggal
prosesor yang makin menua, makin aus. akibatnya dalam meretrieve data lebih lamban. bahkan ada yang hilang. seperti itulah otakku bekerja kini. makin sering aku lupa membawa handphone. tiap mau berangkat, harus ngelist apa saja yang harus di bawa. kadang aku menganggapnya tak sebegitu penting.
akibatnya fatal. aku menjadi terhukum, diputuskan bersalah tanpa proses penyidikan. banyak orang bahkan marah, kenapa ditelepon tak diangkat, kenapa sms tak dibalas. makna mempunyai hp mengalami perubahan drastis. dulu hanya sekedar gaya-gayaan, apalagi jika modelnya ter uptodate. kini, ber-hp tak ubahnya robot yang siap sedia kapan saja tombolnya dipencet.
teknologi memang membuat segalanya lebih mudah. menyenangkan tentu saja. namun kadang juga membuat perut mual. selalu saja ada orang-orang yang memanfaatkan celah-celah kemudahannya. aku pernah mengalaminya. suatu sore, aku duduk manis menikmati jus jeruk di kios dunkin donat pim. sengaja aku datang lebih cepat 20 menit dari waktu kesepakatan sehari sebelumnya. namun 2 menit sebelum waktu janjian itu tiba. dia menelepn. tepat. dia membatalkan pertemuan.
sering sekali aku memperhatikan keadaan seperti ini: di sebuah meja warung kopi, sekelompok orang ngariung di satu meja. namun mereka sibuk dengan mainannya sendiri. ada yang menelepon, ada yang fb-kan, ada yang kirim sms, ada yang menulis. satu lagi sibuk browsing. apa sebenarnya tujuan reriungan itu?
seorang teman punya pengalaman menarik tentang asyiknya teknologi. dia ketemu kolega sepabriknya di dalam busway. dia menyapa duluan, karena koleganya tersebut tetap fokus dengan handphonenya. koleganya balik menyapa, lalu fokus kembali ke handphonenya. tak ada tambahan seucap pun kata yang keluar, baik dari mulut dia maupun dari mulut koleganya. sampai menuju meja masing-masing.
entah apakah kolega temanku itu akan memperlakukan pacaranya sama. seperti lirik lagunya agnes monica, “kau dengan dirimu sajaaa….”kau dengan duniamu sajaaa….aku tak bisa membayangkan jika seorang ayah/ibu juga berlaku persis di tengah-tengah keluarganya. tak salah dengan teknologi, kendali tetap ada pada manusianya.



tak selamanya teknologi mengerti anda
mengerti kebutuhan hakiki manusia!
btw, sampeyan tahu juga lagunya agnes monica to kang??? kekekekk tumben..!! tak kiro campur sari thokkkkk..
[Reply]
itulah teknologi
jgn sampai teknologi mengerti anda, tapi anda tidak mengerti teknologi
hehehe…
tapi sekarang kalo diamati emang begitu, menyebalkan kumpul2 tp sibuk dgn pegangan masing-masing, lah niatnya ketemuan mau apa…?
[Reply]
barangkali perlu dikampanyekan: “kurangi penggunaan teknologi. demi hidup yang lebih baik!”
[Reply]
Mas e dah mulai pikun ya..
[Reply]
nyambung punya ipul…
tapi, demi hidup yang lebih baik pergunakanlah teknologi
[Reply]
hehe, semuanya kembali pada penggunanya masing2, bila bijak tentunya akan sangat membantu kita
[Reply]
rasanya semakin tahu kenapa facebook diharamkan… ternyata karena hasil kajiannya mas kw toh..
[Reply]
bisa2nya kita menggunakan teknologi itu..
semakin bijak semakin baki..
[Reply]
teknologi ternyata bisa bikin mudah dan susah.
satu kata kuncinya tetep kendali ada pada manusianya
[Reply]
jangan mau disetir sama teknologi
hihi
[Reply]
hmmm….dunia dah semakin tua and teknologi semakin cangggih
tapi se7 ma mba julie jangan mau q-ta di setir ma teknologi
[Reply]
Untung aku gatek… hiihiiihiii…
[Reply]
jahhh
si mas kw tryta penggemar agnes
ampe apal liriknya
[Reply]
Kalau sudah kecanduan teknologi informasi, orang jadi autis.
[Reply]
kl hp saya ketinggalan di rumah, gmn pun jauhnya pasti balik lagi kerumah wkwkwkwk
[Reply]
itulah teknologi, semakin hari semakin canggih..
kita mah harus tetap mengikutinya…rugi kl gak…hehe
[Reply]
Yuup…setuju ma ka julie,jgn mau disetir teknologi
[Reply]
Ditengah pacu perkembangan teknologi, sebaiknya sang manusia tidaklah kemudian menjadi object dari kemajuan (teknologi) itu sendiri yang kadang banyak sekali mengakibatkan kehidupannya menjadi terbelenggu.. paling tidak buat si kampret ini lepas jam kantor saya membebaskan diri dari layar monitor dan Hp itu
Seneng banget udh bisa mampir kesini dengan rumah baru yang jeuh lebih baik. Of course, the writing to follow are indeed entertaining. Hugs from West Africa..
[Reply]
benarkan kembali kepada indivisunya masing2, apakah kita hrs dibutakan teknologi yg menerangkan mata kita
[Reply]
aku wis nduwe FB..horreee!!!
[Reply]
iya,setuju Mas .. kita yang harus memegang kendali
[Reply]
hehe lain kali ayuk bikin acara kopdar yg nggak di cafe/mall ber-wifi kencang, tapi kemping di bumi perkemahan yg semoga tidak terjangkau sinyal telpon seluler
[Reply]
hmmm…teknologi semakin canggih…saya terkadang gaptek…hahahah
[Reply]
usul fahmi cukup cemerlang
[Reply]
Segala sesuatu harus disikapi secara seimbang tentunya ya mas
[Reply]
teknologi kadang membuat kita gila*lupa akan waktu*
teknologi bisa terjadi perselingkuhan*penghancur tp di butuhkan*
[Reply]
aku setuju sama fahmi. kalo itu terjadi, jangan lupa undang aku ya!!!
[Reply]
padahal dulu jaman saya kuliah dan pernah ada masa masa bekerja belum ada teknologi hp. toh dunia tetap berjalan apa adanya..
[Reply]
kita kan yg menciptakan teknologi, jd ya seharusnya kita yg memegang kendali,.:D tp susah jg ya kalo ada acara2 tertentu kok malah pada sibuk sendiri dg teknologi itu, sebut saja aku….
[Reply]
Wuih, jadi mirip judul lagunya ST12 tuh…:-}
[Reply]
jangan sampai terkecoh dengan teknologi.
nice article.
[Reply]