kartu-kartu yang dilacurkan
laki-laki itu menatapi serakan tagihan-tagihan diakhir bulan. ada beberapa kartu kredit yang ia simpan. sebab tak bijak menggunakan, terjerumuslah ia dalam skandal utang. ingin seperti taipan yang ngemplang, ia tak cukup nyali mengubur identitasnya.
awal keterlilitan utang itu karena mudahnya ia memperoleh kartu kredit. bank-bank kini sedang kelimpungan, pertumbuhan pengguna sampai bulan ini turun. diperkirakan bulan juni ini kemandegan pembayaran kartu kredit memuncak. sehingga kartu kredit itu sekarang dilacurkan, diasong dan disebarkan kepada siapa saja. termasuk yang tak menginginkan.
banyak jebakan maut yang tampak menjanjikan kehidupan menyenangkan. gratis iuran tahun pertama, gratis satu kartu tambahan, bonus travel bag, mug atau barang lain yang kita sudah punya. memperoleh diskon di kios dan warung tertentu. klise memang, dibalik itu mereka sangat siaga mencengkeram.
andai abai tanggal, siap-siaplah mendengar keberisikan suara telepon nyaris per lima menit. juga denda keterlambatan yang otomatis dikreditkan pada tagihan. terparah, kena bunga yang dihitung harian.
mereka juga menawarkan “easy loan”. ketika kita membeli barang, otomatis tagihannya berwujud cicilan yang defaultnya 12 bulan. tentu saja bank bisa mengubah tingkat bunga terserah mereka tanpa pemberitahuan. memang ketentuan ini sudah termuat dalam persyaratan yang pernah kita setujuai tanpa membacanya sama sekali. maklum siapa yang tahan membaca bahasa hukum yang besaran fontnya minus lima?
persaingan antar bank sekarang sudah sampai pada taraf tak manusiawi. akibatnya sebuah bank melegalkan pembajakan. jika kita ingin menjadi petualang tak mau membayar iuran tahunan, manfaatkan fasilitas balance transfer. hanya dengan menerakan tanda tangan, bereslah urusan.
namun antisipasi bank hebat. mereka menambahkan program asuransi untuk melindungi jiwa usernya. dengan premi minimal 60 ribu perolehan uang pertanggungan bisa sampai 200 juta. harus bersabar, waktunya satu dekade. lima tahun pertama, mereka memberi bonus sebanyak 50 persen dari jumlah premi yang telah kita bayarkan. jangka waktu berakhir, premi dikembalikan penuh.
laki-laki itu teringat masa sulitnya memperoleh kartu kredit dulu. sekian point persyaratan mesti dilengkapi. jangan berharap permohonan disetujui jika gaji tak memenuhi standar minimal, beralamat di gang atau tak menyertakan nama kerabat dekat sebagai jaminan.



kemarin aku dapet tawaran kartu kredit lagi, aku tolak…satu aja udah capek mbayarnya
[Reply]
jangan Putus asa bro…
TETAP SEMANAGAT ..dalam berkarya
SALAM ACTION !!!
[Reply]
TETAP SEMANAGAT ..dalam berkarya
SALAM ACTION !!!
[Reply]
Alhamdulillah sampe sekarang belum terjebaks.. belum *halah*
[Reply]
saya pingin punya, tapi masih nahan niat itu. belum ada duit hehe
*alasan klasik
lho.. bikin kartu kredit itu, biar bisa belanja meski tak punya uang… jangan kebalik-balik:)
[Reply]
halah, boro-boro. aku pernah dipegangin satu ama suamiku, ga pernah kepake. akhirnya ‘digunting’….
[Reply]
sebetulnya kartu itu bisa berguna, asal kita juga pinter pakenya. Kuncinya : Bayar lunas tagihannya setiap bulan
[Reply]
makanya aku gak pernah mau bikin kartu kredit. teringat zaman dulu betapa sok dan jual mahalnya mereka. sekarang aja……huhuhu
[Reply]
lha iyo mosok to orang model saya juga ditawari kartu kredit, lha blonjone ae ning ndeso je mesti emoh dikeki kertu tok…
[Reply]
aku ga duwe kartu kredit
[Reply]
Daripada pake kartu kerdit ujungnya bikin pusiang mending manage gaji yg ada deh baaik aja :), Ga usah hidup glamlah..klau akhirnya terlilit utang
[Reply]
untung dari dulu gak pernah punya kartu kredit, gaya udik emang neh
[Reply]
semua perusahaan kartu kredit tidak pernah mencari konsumen yang bisa membayar tagihannya
[Reply]
gak lagi dehhh
enakan cash
[Reply]
untuuuung aku gak pernah pny kartu kredit! gak pny duit yaa gak usah bela-beli macem2… hiihiihiii…
[Reply]
utang dibikin keren = kartu kredit
[Reply]
hehe, alhamdulillah sampe detik ini uni ga pake kartu kredit
[Reply]
Pernah terjebak sampe 7 jutaan lebih nunggak
Alhamdulilah udah lunas, sekarang aku kapok !!!!
[Reply]
daripada punya kartu kredit, mending punya kartu debit ajah..aman terkendali
[Reply]
dari sini saya jadi mikir tiga kali mas, pake kertu apa cash. no rekening aja ngga punya, thanks mas
[Reply]
gk punya kartu kredit
udik memang,..
dan gk mau tau ah
[Reply]
Masi blum sempet ngredit euy
[Reply]
klo makenya bener kk sih bisa sangat menguntungkan sih
minimal ga perlu dpt kembalian permen di swalayan hehehe
[Reply]
ada penyalah artian “kartu kredit” di mata orang indonesia. “kartu kredit” dianggap adalah kartu “hutang”, jadi saat kita pake kartu kredit ya dipake untuk “ngutang”.
padahal di negara lain yang lebih maju, kartu kredit bukanlah kartu “hutang” karena hanyalah alat pembayaran pengganti uang tunai.
yahh… mungkin orang2 indonesia sudah terbiasa dengan tukang kredit panci keliling, jadinya saat mendengar kartu kredit dianggapnya kartu untuk kredit (bayar cicilan)..
harusnya kartu kredit yang berasal dari “credit card” diganti aja jadi “kartu pembayaran”… biar orang ga menyalah artikan lagi sebagai kartu untuk berhutang.
[Reply]
Pakai kartu debit seharusnya lebih bangga, soalnya gak ngutang melulu.
[Reply]
Iya, duluuu kita ngemis2 minta dibuatkan, sekarang lgsg dikirim cmn krn punya tabungan. Rasanya nikmat kalipun nolak agen2 kartu kredit… cukup katakan: buat sy kartu kredit seharam asuransi yg ga syar’i… Dijamin langsung mundur
[Reply]
setiap tagihan bayar lunas langsung itu caranya , lam kenal yaa
[Reply]
aku baru memulai memakai kartu kredit setelah kartuku itu menghuni dompetku selama 4 tahun.
[Reply]