nonton ketika cinta bertasbih

pertama kalinya malam itu, sebanyak 25 teman-teman sepakat nonton bareng film “ketika cinta bertasbih”. secara bercanda, mereka saling mengingatkan untuk membawa tisu. rupanya mereka telah menjudge film tersebut mengisahkan cinta menye-menye khas asia.
wow, rupanya kelompok kami telat memesan tiket. tepat jam makan siang, salah seorang teman yang bertugas mencari tiket, pulang dengan membawa tiket berkode M. artinya kami harus menonton di kursi deretan paling depan nomor dua. pada hal film baru akan diputar tujuh jam lagi. fantastik.
peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi pada film ada apa dengan cinta, ayat-ayat cinta lalu laskar pelangi. pada film kcb ini, para penonton datangnya berombongan, bukan berpasangan. seperti nenek-nenek yang berusia 65 tahunan datang dengan 20an teman-temannya. uniknya mayoritas penontonnya malam itu adalah laki-laki.
film dibuka dengan pemandangan kota mesir yang dilihat dari atas. meski dalam posternya diterakan label” dijamin asli mesir” namun tak ada suguhan gambar-gambar indah negeri piramid yang terkenal dengan sungai nilnya itu.
film yang disutradarai chaerul umam ini sama sekali bukan film tentang percintaan. namun cerita seorang pemuda dari kartasura yang belajar di mesir. seperti kebanyakan mahasiswa indonesia, pemuda yang bernama azzam ini kekurangan uang. untuk membiayai hidup dan sekolahnya ia harus berjualan tempe dan menerima pesanan katering.
salah satu pemesan itu adalah eliana, anak dubes mesir yang menjadi eo sebuah acara. eliana naksir azzam, namun azzam menolak. dia lebih memilih anna, perempuan yang belum pernah dikenalnya sama sekali. bahkan untuk sekedar melihat selembar fotonya pun belum pernah.
kebetulan di buskota ia bertemu anna. namun mereka tak sempat berkenalan, meski anna diam-diam menaksirnya. ia telah dilamar oleh temannya sendiri, furqon. cerita azzam berjalan lancar, normal dan sangat wajar. lalu dimanakah menariknya sebuah fiksi jika semuanya tampak sangat datar?
satu-satunya kejutan adalah penampilan slamet rahardjo djarot, dien samsudin yang bermain sebagai cameo difilm yang akan tayang di delapan negara ini. akhirnya azzam berhasil lulus dan pulang ke kampungnya. begitu saja? ya begitu saja.
(*image diambil dari http://www.filmketikacintabertasbih.com/



untung saya ga suka film indonesia….. masih jauh kualitasnya…
[Reply]
elek yo mas?
[Reply]
belum nonton
nanti aja klo dah banyak yg mereview..
lagian sekarang pastinya masih penuh yah..
[Reply]
hehe.. ada tiket gratis ga.?
[Reply]
terima kasih. jadi, saya batalkan menontonnya bersama teman2 juga. mending drag to hell kale..
*nggak cucok bandingannya
[Reply]
Belum nonton filmnya.
[Reply]
idem Pitik, jd patut ditonton ga…?
novel sih udh tamat bacanya.
[Reply]
Jadi males nontonnya kalo masih ngantri lama gitu, nunggu bajakannya aja deh…
[Reply]
belom nonton, nunggu di tv aja
[Reply]
Mas, emang film ini ga selesai ya? masih ada lanjutannya…? seperti novelnya itu.
*kata temen yg udh nonton, terakhir ada tulisan ‘to be continued’-nya…*
ga seru dong…kenapa ga ditulis KCB jilid 1, gitu…
[Reply]
aku kok serasa nonton sinetro di buat layar lebar ? Chaerul Umam terlalu menurut plek ketiplek buku, tak ada interprestasi sutradara,..ini mungkin karena produser film membiarkan penulis buku menjadi supervisor sutuhnya di lapangan..
[Reply]
waduuuuhh, trnyata cuma begitu yaa, mas? Nini minta nonton ini nih, mas. aku serahin ke siapa ya tanggung jwb itu? hiihiihiii…
[Reply]
Jd penasaran atas datarnya film ini
[Reply]
hmmm jadi begitu saja…. aku tunggu di TV aja beberapa bulan yg akan datang klw begitu hehe… dari pada repot2 antri karcis, bahkan di CL diputar 2 Studio sekaligus, begitu sajalah
[Reply]
Aku mau baba…. aku temani nini nonton deeeh…..
[Reply]
aku juga uda nonton hari pertama mas, untung dapet tiket hehehe
tapi nyebelin ….abizzz pake bersambung sehh cape dehh, jadi ga seru ahhhhh
[Reply]
Ada buku gratisannya lagi gak mas
Serial KCB ini hi..hi…
[Reply]
haha ngakak baca komen MT
[Reply]
iya ..terlalu datar
kurang menyentuh..pikirku, sutradaranya Bung Chaerul pasti sipp
ternyata…
[Reply]
MUngkin lebih asyik di baca kali ya mas, adripada di tonton?
[Reply]
hmmm…..nunggu DVDnya saja kalau begitu
[Reply]
saya malah belum nonton padahal baca bukunya udah
[Reply]
Bagus ga nih ceritanya??saya blm nonton filmnya..
travel
property
[Reply]
betul-betul KCB..ketika cinta berlebihan [promosi]
[Reply]
bagus lagi filmnya, penuh hikmah.Datar maksutnya apa nie??Menurut aku bagus dan layak jd tontonan keluarga.
[Reply]
kcb kyknya emg pnts di tonton oleh masyarakat
[Reply]
aku udah nonton 3 kali, bagus banget kok…. sumpah!!!!
[Reply]
selera memang berbeda2… ada yang bilang bagus.. ada yang bilang jelek… yah jadi diserahkan kepada kita sendiri aja deh apa mau nonton apa tidak
Yang jelas, pastinya versi buku dan film pasti mengandung keindahannya sendiri2..
[Reply]
sungguh sebuah film yang membangun jiwa
[Reply]