belajar mengajar
bisa memberi informasi itu cukup menyenangkan. apalagi modalnya cukup suara agak lantang. beberapa hari ini aku punya kesempatan mengajari cara membuat blog di sekolah. kegiatan baru yang cukup surprise.
kebanyakan ke sekolah di pinggiran jakarta. sehingga aku harus berangkat lebih pagi-pagi. persiapan dilakukan sejak semalam karena harus menyediakan modul panduan, fotokopi kuisioner dan merchandise sebagai gimmick. juga suara agar tetap terjaga kelantangannya.
sambutan mereka sangat antusias. (karena gratis kali ya). mereka takzim mengikuti apa yang kuperintahkan. karena waktu yang terbatas, tak semua peserta bisa bertanya. bagi mereka bisa memanfaatkan facebook, handpone atau email untuk komunikasi selanjutnya.
faisal pratama, siswa smkn 1 rupanya agak kesulitan merangkai kata. sebelum berpisah dia meminta petunjuk bagaimana kata-kata untuk bertanya ke admin blog. aku pun memintanya mencatat. benar. tak berapa lama ia mengirimkan sms persis seperti yang kukatakan, “kepada yang terhormat bapak namaku di tempat……. ”
sejak masuk ke sekolah-sekolah aku memang sering di panggil pak. sebagian kecil memanggil kak (cie.. sejak kapan jadi kakak iparnya?)atau mas (padahal jelas-jelas namaku bukan thomas). di sekolah lain, lebih “tragis”. pada akhir pelatihan ada ritual yang pertama kalinya kulakukan. punggung tangan kananku seerasa menipis. aku mirip pak kiai pemilik pondok pesantren, semua siswa abege itu mencium tangan.
di tempat lain kayaknya aku harus lebih bersabar. kemampuan sekolah memang beda-beda. namun aku tak boleh membunuh semangat mereka bukan? kali ini aku yang gagap menguasai audience. dari mereka muncul pertanyaan-pertanyaan yang tak aku duga sebelumnya. apa itu pc, apa itu hotspot, apa itu link. dan pertanyaan yang sering diulang, masih lama pelatihannya pak, sampai jam berapa pak? baik betul nasib anak itu, tiba-tiba mati lampu.
momen pelatihan gratis ini sampai juga di kota kecamatan. mereka ingin sekolahnya juga melakukan pelatihan blog. namun sayang sampai hari h, acara itu belum disosialisasikan kepada siswa. sehingga, lab komputer itu masih kosong. guru harus memaksa siswa yang sedang main sepakbola.
waktu pelatihan mundur nyaris satu jam. sial, aku lupa membawa bekal aqua, terpaksa dua jam harus menahan haus dan lapar. apalagi ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi tempat sauna. untuk menurunkan derajat panasnya, kedua pintu dibuka. resikonya, jeduarr… dua kali bola melesat masuk menabarak layar.
dari curi-curi dengar, rupanya sekolah tersebut hanya ingin menaikkan citra (duh kayak capres aja). ambisinya ingin menjadi sekolah percontohan di wilayahnya. aku pulang, tanpa ucapan suka cita, apalagi memperoleh kalungan bunga.



tidak terlalu penting ucapan suka cita dan kalungan bunga..
kebaikan dan eksistensi sampean nggak diragukan koq…semoga:-)
[Reply]
hahaha, betapa nikmatnya pengalaman mengajar. aku sempat meninggalkan pekerjaan itu cukup lama. ketika mencoba kembali, agak belum bisa kembali ke track yang semestinya. tapi gimanapun, menghadapi murid memang merupakan pengalaman yang kaya akan inspirasi. energi mereka (positif maupun negatif) adalah pemicu agar kearifan kita semakin terasah. sukses blogisasinya pak thomas! hehehe..
[Reply]
weh weh weh. selamat menjadi juru penerang min. semoga lain kali kemampuan ini bisa dipakai untuk kampanye caleg. hehehehe
[Reply]
mbayangke Mas Karmin jd guru beneran
[Reply]
hehe…. yang penting senangkan mas bisa berbagi kepandaian, kalungan bunga sudah melekat didalam orang yang mas kw ajarin hehe
[Reply]
hehe..
Sekolahnya hanya untuk menaikan citra yah?
[Reply]
hidop! narasumber
sangat perlu mereka diberi wawasan serta tanya jawab
*cium tangan pak kiai kw
[Reply]
pengalaman yang sama mas
ngajar blog di ruang pratikum biologi, ada jg yg di mesjid he he
[Reply]
wee… pekerjaan mulia ki…
apik apik
lanjut terus mas…
[Reply]
Waah jadi Guru dadakan yach Mas…? Sungguh perbuatan mulia “Pahlawan tanpa bawa senjata”
[Reply]
weh…seng neng smu 13 mBandung po Om???
[Reply]
hahaha..pengalaman yang mengasyikkan
[Reply]
ebaddddd……aku aja masih demam panggung kalau harus ngajar. kalau di panggil Mas itu berarti mereka emang segan ama sampeyan :p (sopan santunnya kan gitu :D)
[Reply]
Horeeee mas KW jadi Pak Guru
[Reply]
beberapa bulan belakangan aku juga belajar mengajar mas. melatihkan pemakaian software pelaporan APBN ke kabupaten/kota dan dinas2. tapi susah banget mau act jadi guru yang berwibawa. aku cengengesan mulu… muridnya mana ada yang mau cium tangan, wong bapak2 dan ibu2 yang lebih sepuh hehehehe..
[Reply]
Wah…. Asyikkk nyaa…..
Pasti seru banget… cita-citaku jadi guru… tuuhh…
Hayu Mas K…. Ke kepulauan riau… disini lebih seru lhoo….
anak2nya juga seru……
Jadi pengen jadi kayak Mas K disini….
[Reply]
jadi guru memang banyak dukanya, tapi jangan khawatir… pahalanya juga banyak lho !
[Reply]
hehe, waaah seru kayaknya belajar blog dari kakak yg satu ini ^_^
[Reply]
ahahahahaha critomu lucu tenan, bung….
memang asik kok pekerjaan mengajar itu. aku pernah nyoba dulu pas kkn, wah jadi kecanduan hehehehe
[Reply]
sedemikian perlukah sekolahan di kenalkan dengan dunia blogger?
[Reply]
ijin mencium tangannya..[mesti nyeluk opo ki, mas? kak? pak?]
[Reply]
hahaha cerita yang kocak mas
[Reply]
Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://kombes.com/browse_links.php Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger meberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
Kombes.Com
[Reply]
mengajar adalah pekerjaanku. senang sekali membayangkan mas mengajar di sekolah. oh ya, saya author pendidikanmasadepan.blogdetik.com, sebuah blog aggregator forum guru matematika smp se kota serang.
ternyata membuat blog aggregator itu mudah. saya diajarkan oleh mas MT.
[Reply]
Various people in the world take the mortgage loans from different creditors, because it is comfortable and fast.
[Reply]
I had a dream to start my organization, nevertheless I didn’t earn enough amount of money to do this. Thank goodness my dude proposed to use the credit loans. Hence I received the car loan and realized my desire.
[Reply]