Archive for June, 2009

nonton ketika cinta bertasbih

June 13th, 2009, posted in daily, film

azzam1

pertama kalinya malam itu, sebanyak 25 teman-teman sepakat nonton bareng film “ketika cinta bertasbih”. secara bercanda, mereka saling mengingatkan untuk membawa tisu. rupanya mereka telah menjudge film tersebut mengisahkan cinta menye-menye khas asia.

wow, rupanya kelompok kami telat memesan tiket. tepat jam makan siang, salah seorang teman yang bertugas mencari tiket, pulang dengan membawa tiket berkode M. artinya kami harus menonton di kursi deretan paling depan nomor dua. pada hal film baru akan diputar tujuh jam lagi. fantastik.

peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi pada film ada apa dengan cinta, ayat-ayat cinta lalu laskar pelangi. pada film kcb ini, para penonton datangnya berombongan, bukan berpasangan. seperti nenek-nenek yang berusia 65 tahunan datang dengan 20an teman-temannya. uniknya mayoritas penontonnya malam itu adalah laki-laki.

film dibuka dengan pemandangan kota mesir yang dilihat dari atas. meski dalam posternya diterakan label” dijamin asli mesir” namun tak ada suguhan gambar-gambar indah negeri piramid yang terkenal dengan sungai nilnya itu.

film yang disutradarai chaerul umam ini sama sekali bukan film tentang percintaan. namun cerita seorang pemuda dari kartasura yang belajar di mesir. seperti kebanyakan mahasiswa indonesia, pemuda yang bernama azzam ini kekurangan uang. untuk membiayai hidup dan sekolahnya ia harus berjualan tempe dan menerima pesanan katering.

salah satu pemesan itu adalah eliana, anak dubes mesir yang menjadi eo sebuah acara. eliana naksir azzam, namun azzam menolak. dia lebih memilih anna, perempuan yang belum pernah dikenalnya sama sekali. bahkan untuk sekedar melihat selembar fotonya pun belum pernah.

kebetulan di buskota ia bertemu anna. namun mereka tak sempat berkenalan, meski anna diam-diam menaksirnya. ia telah dilamar oleh temannya sendiri, furqon. cerita azzam berjalan lancar, normal dan sangat wajar. lalu dimanakah menariknya sebuah fiksi jika semuanya tampak sangat datar?

satu-satunya kejutan adalah penampilan slamet rahardjo djarot, dien samsudin yang bermain sebagai cameo difilm yang akan tayang di delapan negara ini. akhirnya azzam berhasil lulus dan pulang ke kampungnya. begitu saja? ya begitu saja.

(*image diambil dari http://www.filmketikacintabertasbih.com/

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

warung samping tempat tinggalku

June 7th, 2009, posted in daily

tak lama lagi, kalian tak akan melihat koin-koin lagi. mesin-mesin kasir itu menelan rakus koin-koin itu dan memuntahkannya dalam bentuk kepingan permen warna rasa buah. meski ini bentuk penipuan terselubung, jarang konsumen mempermasalahkan. termasuk aku

(kapan-kapan aku akan suvey kecil-kecilan, boleh tidak belanja dengan uang kembalian tetap uang, bukan permen).

warung yang aku datangi sore itu sungguh-sungguh keterlaluan. selain mengganti koin dengan permen, mbaknya dengan sangat sopan meminta maaf karena sengaja mencampur belanjaan ke dalam kantong plastik yang sama. ice cream campina 250 ml, di campur dengan minyak angin cap kapak.

oh ya, sebelum menyensor barcode-barcode yang 14 digit itu, mbaknya menanyakan, apakah aku punya kartu member? aku dianggapnya orang serba tahu rupanya. dia merasa tak perlu menjelaskan untuk apa kartu member dan apa manfaatnya. aku duga paling-paling juga seperti kartu member di tempat lain: keringanan diskon seiprit.

agak shock juga melihat perbedaan harga yang tertera di label dengan harga yang diinputkan kasir. untuk hal ini, aku memang cukup jeli. sudah terlalu sering mengalami. bukan pelit atau itungan. hanya ingin memastikan seberapa besar kecurangan yang mereka lakukan pada konsumennya.

pilihan terbaik, tentu saja lebih bodoh dari ulah kerbau yang dicokok hidung dan dilecuti punggungnya. habis, mau ke tempat lain malah menghabiskan waktu. alasan kelemahan inilah yang dimanfaatkan pemilik warung. meski nilai rupiahnya tak besar jika dikalikan jumlah pembeli tentu sangat besar.

beruntung sekali pemilik warung mengkaryakan mbaknya yang satu ini. atau jangan-jangan ia hanya ingin berkenalan. (*duh geernya aku). atau mungkin karena ia mengejar setoran akhir bulan, sok taunya keterlaluan atau karena belanjaanku yang hanya sebungkus ice cream campina 250 ml dan sebotol minyak angin sehingga ia harus menawariku sebungkus rokok sebelum membayar?

akhirnya hal paling menggemaskan, begitu masuk warung, aku akan dituduh menderita kleptomania. padahal di dalam warung juga wira-wiri petugas keamanan. juga terpasang cermin cembung di setiap pojokan bagian atas. sebisa mungkin aku tak akan menitipkan tas. apalagi tak memakai nomor kartu. mungkin karena aku tampak orang baik-baik, mereka membolehkanku.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis