Archive for July, 2009

berumah di tiap kota, pulau dan negeri

July 13th, 2009, posted in daily

rumah-keren-ok
hanya ada satu cara untuk menggambarkan rumahku seperti apa. kau bisa menyebutkan, rumahku cukup terpencil. berada tepat di kaki gunung, tempat bersemayam dewa-dewa. rumah itu berhalaman padang, dipagari pepohonan tua. tampak dari jauh seperti lukisan. pintu gerbangnya yang jaraknya sekira seribu langkah dari rumah tumbuh sepohon beringin yang sulur-sulurnya mirip pohon di film tarzan.

di bawah pohon itulah, tempat menghabiskan hariku dengan melukis. kadang juga berbincang dengan rusa-rusa yang mampir untuk sekedar mencicipi salihara, rumput berbunga kecil warna ungu dan putih. atau melihat kepak ekor merak yang berdansa untuk menarik betinanya. namun waktu yang paling aku sukai adalah senja. aku akan pergi ke pinggir kali. duduk di salah satu batu dan menyelamkan kaki.

saat itulah seolah tanpa sadar, tanganku otomatis menuliskan beris-baris kalimat yang susah didefinisikan orang. entah apa itu puisi, elegi, ode, pantun atau parikan. karena aku enggan menganggu kedamaian istilah-istilah itu, aku menghanyutkan semua coretan yang telah selesai itu ke arus air yang jernihnya melebihi kristal.

begitulah catatan harianku yang kutulis dua dekade lalu.

rupanya aku harus menggampar keras-keras mukaku, untuk menyadarkan keliaran imajinasiku. bagaimana mungkin mewujudkan keinginan itu ketika aku tinggal di jakarta sebagai karyawan yang kemampuannya pasaran? baiklah, aku harus menyesuaikan diri kalau tak mau mati berdiri. harapan memang harus tetap disemaikan. namun kadarnya harus diturunkan.

berjelajahlah aku ke propertykita, mengubek-ubek isi yang ada di dalamnya. mencari tahu tentang harga, lokasi dan gaya arsitektur mana yang sekira agak seselera dengan jumlah saldo simpananku. paling tidak kompleks perumahan itu berbentuk cluster, agar akses masuk ke perumahan hanya bisa dari satu pintu yang dijaga pak satpam.

minimalis saja gaya arsitekturnya. namun bukan berarti hanya menghabiskan tiga sak semen untuk membuat pondasinya. juga tidak berdiri diatas rawa-rawa yang diurug seadanya. sehingga waktu serah terima kunci, rumah telah miring ke kiri. dan ketika renovasi, tak ada preman-preman kampung yang membuntuti.

tak perlu ada pintu gerbang mewah, yang penting fasilitasnya nyaman. ada kolam renang, tempat bersembahyang, taman-taman yang lapang dan akses internet broadband tanpa batas. sehingga pemilihan ketua rt tak harus dilakukan secara konvensional. cukup membuat pengumuman di blog dan seluruh penghuni tinggal memilih kandidat yang bersedia.

untuk menyamankan pekerjaan pembantu, ada toko online yang menyediakan seluruh kebutuhan keluarga. seluruh pengguni tinggal klak-klik memesan barang dan petugas toko akan mengantarkannya sampai ke rumah paling lama sepuluh menitan. tak perlu mempunyai uang tunai, tagihan dikirim setiap akhir bulan.

sayang sampai sekarang aku tak menemukan agent property yang menjual perumahan berdasarkan hobi pembeli. tentu akan menyenangkan jika sebuah cluster perumahan penghuninya semuanya seniman atau semuanya pedagang. dengan begitu, rumah tak akan pernah berubah menjadi neraka.

ketika kau hidup bertetangga, kau harus mentolerir teriakan-teriakan kesetanan penghuni samping kiri ketika kesebelasan jagoannya memenangi kejuaraan. atau kau harus terbiasa dengan salak anjing tiap malam. yang cukup menjengkelkan, ternyata rumah dengan diam-diam mendatangkan kewajiban-kewajiban. kau harus tersenyum dan mengucap salam pada setiap perjumpaan. dan seabrek kegiatan artifisial lainnya yang andai tak ada pun, semua akan baik-baik saja.

konon, rumah bukanlah tempat di mana kamu tinggal namun tempat di mana mereka bisa memahamimu. maka kuputuskan saja untuk mempunyai rumah di setiap kota, di setiap pulau dan di setiap negeri. selain terbebas dari semua kegiatan semu itu, yang paling penting aku terbebas dari rasa kerasan atau tidak kerasan. aku akan melakukan pengembaraan dari satu rumah ke rumah lain. tak ada kemapanan, semuanya kesementaraan.

aku akan terus menjadi tamu atau setidaknya mirip turis. menginap sehari atau seminggu tanpa kewajiban yang mengikat, tanpa rutinitas yang membelenggu. dan itu membuat hidup lebih menggairahkan dan bersemangat. aku akan terus berangkat dan pergi. bukankah hidup adalah perjalanan yang tak pernah mengenal kata pulang?

sayang sekali aku bukan benjamin button, yang mengalami siklus kehidupan berlawanan dengan kehendak alam. sehingga mau tak mau aku tetap memaknai rumah sebagai tempat yang ingin kutinggalkan sewaktu muda dan sebagai tempat yang ingin aku kembali ketika tua.

(* image diambil dari: http://www.corbis.com

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

kabar dari gunung

July 7th, 2009, posted in daily

iwan-aburahman

iwan adurahman, nama asing bagi teman-teman di sekeliling meja pabrikku. juga teman-teman sefacebook. saha eta, siapa tuh? padahal mereka pasti mengenali lagu burung camar, melati dari jaya giri atau flamboyan. dialah penggubahnya. lagu lama memang. namun tetap nyaman di dengar.

malam itu, 6 juli bertempat di salihara, jakarta selatan, abah iwan bertrubador. di setiap lagunya ia berkisah singkat proses kreatifnya. seperti pada lagu cinta flamboyan yang konon sanggup melumerkan hati seorang perempuan. meski liriknya tanpa sepatah pun kata cinta.

dalam cahaya yang agak remang dan tata panggung yang dikelilingi tanaman perdu dan rumput berbunga putih dan ungu, dia bercengkerama dengan sahabatnya. tentu saja yang disebut sahabat itu adalah semua penontonnya (termasuk aku (?) ). memang sebagian yang hadir adalah teman-temannya sejak mahasiswa yang kini menjadi pejabat. juga teman seniman ebiet, erros djarot, slamet rahardjo, berlian hutauruk, putu widjaya, faisal basri dan lainnya.

rupanya laki-laki yang menjadi anggota kehormatan kopasus itu sangatmenghormati persahabatan. seperti yang diterakan dalam undangannya, … persahabatan akan menembus batas-batas formal, dukungan seorang sahabat memberi daya yang tak terbatas…”.

abah, panggilan akrabnya piawai berkomunikasi dengan penontonnya. ditengah-tengah lagunya ia kadang melucu. sesekali melontarkan komentar-komentar yang reflektif. “kalau tdak bisa jadi pohon yang tegak menjulang, jadilah perdu di lereng, kalau tak jadi jadi perdu jadilah rumput di pinggir jalan. kalau tak di jalan besar, jadilah rumput di jalan setapak yang menju ke beningnya air.

pagelaran yang bertajuk “berguru kepada salihara (kabar dari gunung 3) ini diawali dengan nyayian indonesia raya. duh heroik bener. selama ini aku yang agak sinis dengan semua cuap-cuap semua pejabat akhirnya bisa memahami setelah mendengarkan penjelasan laki-laki yang menyebut dirinya orang gunung itu. kata abah, kita harus selalu melihat yang baik lebih dulu. lalu yang buruk kita perbaiki.

“sebagai orang indonesia, kita harus bersyukur karena kita sudah merdeka. karena dulu ia tak menemukan lagi papan nama di sebuah taman, inlander dan anjing dilarang masuk”. digelar menjelang pemilu, konser ini merupakan oase yang cukup menyejukkan ditengah kebisingan politik akhir-akhir ini.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

jalan pulang ke kostan

July 5th, 2009, posted in daily

200px-koeh-176

teruslah berjalan tiga kilometer ke arah selatan dari kebayoran lama. kau akan melewati pemakaman tanah kusir yang di sana tersimpan jasad proklamator moh.hatta. ketika kau telah melewati kali pesanggrahan(?) dari sinilah ruteku menuju jalan pulang.

kau sudah memijakkan kaki di daerah bintaro. apa yang muncul dari ingatan kalian ketika mendengar nama itu? tragedi kereta api 1987 yang menewaskan 139 orang? bintaro ternyata nama tumbuhan yang hidupnya di tepi pantai yang bunganya harum. sekarang banyak dipakai sebagai tumbuhan peneduh kota.

datanglah ketika senja baru saja mulai. pada saat itu, di sepanjang jalan rc veteran orang-orang sibuk berbenah. kau seharusnya mempersiapkan perut kalian selapar-laparnya. sekira sebulan ini makin banyak saja warung-warung menyajikan menu-menu uniknya. jalan rc veteran tak kalah riuhnya dengan kemang, mangga besar atau tempat wisata kuliner malam lainnya.

di pertigaan yang kalau belok kanan menuju pasar bintaro, berbaris rapi jali para pedagang kaki lima. mirip food court yang luasnya kurang lebih satu hektar. seratus langkah ke selatan kau akan menemukan nasi uduk kebon sirih yang konon melegenda. warna spanduknya merah, semenyala sambalnya.

lupakan orang-orang yang lebih suka mengantri di lampu merah yang tepat persis berada di bawah jembatan layang. jangan hiraukan juga temanmu dari martapura yang bingung kenapa banyak jembatan di jakarta padahal sungainya tak ada. andai mereka mau mendengarkan nasehat kita.

padahal sebelum lampu merah, di sebelah kanan jalan ada warung bebek ginyo yang memiliki desain interior kuno. persis di depannya, terpisah jalan raya depsos juga berdiri megah warung makan sunda, si kabayan. banyak pilihan bukan?

kecapekan makan, mampirlah di factory outlet rempoa. meski indonesia tepat berada di khatulistiwa, di sana kalian akan menemukan baju musim dingin atau musim panas. unik, banyak baju berukuran raksasa. tentang harganya, andai jeli, kadang tak terduga. apalagi selalu ada diskon sepuluh persen jika jadi membernya.

sayang tak semuanya aku telah mencobainya. teruslah menuju ke arah selatan. kalian akan menemukan warung sego pedes, warung simbok solo (nasi liwet), warung bebek batavia dan foodteran (pizza kriuk). kaki-kaki lima juga tak kalah menjamurnya. andai dulu kau pernah melewatinya, pasti akan pangling karena nomor 555 yang dulunya teduh, banyak pohon palem dan sawo kini berubah menjadi dealer motor honda.

kecepatan pertumbuhan kota yang seperti motor di balapan f1. di seberangnya tampak jalan harapan. masuklah, ikuti jalan lalu beloklah kanan. andai kau menemukan kompleks perumahan golden leaf yang per unitnya semilyar, kau kebablasan.

balik arah dan kira-kira dua ratus langkah kau akan menemukan sebuah bangunan. rumah pak haji yang baik hati. di salah satu sudut kamarnya, disitulah aku menyemai impian yang bergerak lamban. merangkak mirip keong cacingan.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

kondom blackberry

July 3rd, 2009, posted in daily

paguman1

kondom ini bisa ko dipakai bekal buat weekend. tentu saja memakai kondom ini barang anda akan lebih aman. tetap mulus meski kena banyak gesekan. Sampai sekarang baru tersedia kondom untuk jenis BB 83 xx, jave dan bold, ipone 3g nokia e71 dan nokia e63.

pilihan warnanya sebanyak pelangi. harganya cukup bersaing dibanding lapak lain. setara dengan secangkir kopi di starbuck. ya rp 60 ribu rupiah saja. minat, bisa pesan ke : hasan
phone / Sms : +62811853409 / +6221 - 98003277
Email : paguyubanmail@gmail.com atau  hasanfajar at yahoo.com
ym : hasanfajar

ongkos kirimnya cuman @ 5000 area jabodetabek per kirim. untuk pembelian lebih dari 3, juga gratis untuk wilayah jabodetabek. dipilih dipilih …. klik selengkapnya

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis