cerita nyata pns jakarta

Posted by fanabis on Aug 27, 2009 in daily |

pns masih menjadi impian mereka yang masih menganggur, namun juga seorang manager perusahaan swasta yang ngetop. jaminan hari tua dan kerja santai alasannya? bukan. mayoritas tujuan mereka adalah membahagiakan orang tua.

namun kaktus gurun yang staff di departemen itu mengakui, pekerjaanya memang santai dan nyaris tak ada kesulitan. masalah  datang justru disebabkan oleh hal-hal yang tak real. misalnya hubungan pertemanan yang menurutnya semua karyawan bertopeng. sangat susah  mendeteksi siapa yang bisa diajak benar-benar berteman.

menurutnya semua staff mempunyai deskjob yang sama. ini sangat menyulitkannya. karena sesama staff bisa saling lempar pekerjaan. terutama yang merasa senior (maksudnya jumlah umurnya banyak) . mereka dengan gampang menolak pekerjaan yang disodorkan. alasan klisenya ingin ke bank, sholat atau remeh temeh lain. tentu saja karyawan “apikan” saja yang terus pekerjaannya menumpuk. alur cerita akan bertolak belakang jika pekerjaan tersebut dirasa ada duitnya.

yang mengherankan, “feodalisme” masih tertancap  kuat dalam urat darah dan daging para tetua pucuk pimpinan. pada sebuah apel pagi, para karyawan bergerombol di halaman. sampai-sampai para pelayan masyarakat tersebut tak hirau dengan kedatangan sang bos.

tibalah waktu sang pejabat dipersilakan memberi pidato sambutan. tanpa diduga  dia membahas kejadian yang baru saja dialaminya. kata kaktus gurun, dia bilang begini, “saya itu sebernarnya tidak gila hormat. namun kita sebagai keluarga besar, mbok ya saling tegur sapa. wong saya sudah menyapa dengan membuka kaca jendela, kok anda memalingkan muka. ”

sejak peristiwa itu, setiap mobil bos datang, para karyawan seperti dikomando langsung menundukkan kepala sebagai tanda hormat. meskipun pimpinannya tak ada di mobil.

birokrasi yang berbelit-belit itu ternyata bukan bualan belaka. untuk membuat selembar surat internal saja harus melewati enam tingkatan struktural. draft dikerjakan oleh seorang staff. selanjutnya di revisi oleh kasub - kabid, kapus- sekjen dan terakhir pucuk pimpinan. naas, hari itu pucuk pimpinan menolak menandatangani surat yang baru saja jadi.

semua bertanya-tanya. kelimpungan tak tahu dimana salahnya. tahu apa kekurangannya? tidak adanya embel-embel huruf “H” di depan namanya.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Tags:

39 Comments

  • Mada Suzamar says:

    Belum juga berubah ya…?
    Tapi ada lho yang berubah, tarif buat lolos pns hehehe…

    [Reply]

  • bangsari says:

    hahahaha. pns ancene mak nyus…

    [Reply]

  • bakulrujak says:

    jaminan hari tua…
    hmmm, kedengerannya menggiurkan.

    [Reply]

  • hehehe .. lucu tapi juga miris membacanya ..
    ke arah mana bangsa ini akan berjalan ..
    teringat kata teman saya saat ditanya mau tidak ikutan pns (teman2 yg lain lumayan banyak yang sudah mendaftar) ’saya tidak berani .. amanah yg diemban itu besar, krn bertanggung jawab terhadap arah bangsa ini berjalan ..’
    andaikan semua calon pns dan pns punya pemikiran yang sama bahwa itu amanah yang harus dijalankan .. maka pastilah bangsa ini akan maju ..

    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    [Reply]

  • lubangsemut says:

    hahaha,,,emang PNS…tapi kenapa masih di ‘rindukan” oleh hampir semua orang…

    [Reply]

  • 2qman says:

    cari istri PNS ah….:)

    [Reply]

  • hedi says:

    sampeyan tertarik jadi PNS, mas? enak lho, kerjanya santai :P

    [Reply]

  • kanglurik says:

    Hihihi… Bos emang enak mas…
    Cuma nyindir aja udah dilaksanakan, apalagi kalo bilang nya ampe nggertak bisa jantungan tuh pegawainya…

    btw, mas karmin berminat juga jadi PNS ???

    [Reply]

  • teguh saja says:

    pns bisa naek haji to? walah…ra isin!

    [Reply]

  • 'dee says:

    Gak smua gitu lho mas.. Ada yg udah mulai reformasi.. Aku baru2 ini urus surat2 d sbuah kabupaten, PNS di kntor itu kembali dari jam istirahat teng tepat waktu, langsung melayani. Tarif jelas,diumumkan besar2 di dinding, dan dikasih tau kapan selesai. Juga..jgn lupa, PNS itu macam2.. Peneliti, dosen, juga PNS dan banyak yg etos kerjanya baik.. Kita mesti mulai milah2 juga lho, jangan gebyah uyah.. :-) d.~

    [Reply]

  • bintangtimur says:

    Hehehe, gambaran umum PNS (selain dosen, karena saya memang tidak pernah terlibat langsung disana) memang seperti itu. Ada perkecualian tapi tidak banyak.
    Di beberapa Pemerintah Daerah sudah diterapkan standarisasi ISO, sistem pelayanan prima, pelayanan dibawah satu atap, KTP 2 jam selesai, dll yg bertujuan u/ memperbaiki pelayanan kpd masyarakat.
    Boleh-boleh saja, tapi menurut saya yg harus dibenahi terlebih dahulu adalah sumber daya manusianya. Mayoritas PNS (maaf, tidak bermaksud gebyah uyah spt ditulis Dee) memiliki loyalitas dan etos kerja yg tidak optimal. Sekedar mengisi daftar absen, bekerja seperlunya lalu keluar dgn bermacam-macam alasan.
    Pegawai yg baik, disiplin dan bertanggung jawab, memang selalu ‘ketiban sampur’ u/ mau repot dan mengerjakan banyak hal.
    Kalau boleh menyarankan (hehehe…saya tidak tau harus saran kemana…), pembinaan mental, peningkatan loyalitas dan etos kerja plus pengawasan harus dilakukan o/ atasan langsung di masing-masing istitusi.
    Kendali utama kinerja PNS adalah pada atasan langsung, yang harus bisa memberi contoh dan selalu memotivasi bawahannya u/ bekerja optimal dg konsisten.
    Demikian berjenjang, sampai ke tingkat Pusat.
    Tapi sekarang, pembinaan itu sering terputus, entah di lapisan keberapa. Hanya bisa saling menyalahkan, tanpa melihat pada diri sendiri apa saja yg sudah dikerjakan u/ mengabdi pada masyarakat dan negara.
    Semoga ke depan, PNS tidak lagi seperti yg ditulis dalam posting ini…
    Salam.

    [Reply]

  • julie says:

    karena huruf yang di depan itu sangat besar artinya mas

    [Reply]

  • Hilman says:

    Makanya aku ngerasa ngga sanggup kalo mesti jadi PNS, takut keenakan :)

    [Reply]

  • anny says:

    hi..hi…pns itu cuma pake seragam doang udah digaji :D

    [Reply]

  • kreatips says:

    aku kenal seorang PNS, beliau masih muda dan cita-citanya sangat mulia. kita tunggu saja sepak terjangnya

    [Reply]

  • neneksihir says:

    makan gaji buta
    kenaikan gaji berbanding terbalik dengan kinerjanya…

    may be not all of them , but MOST of them are

    [Reply]

  • lamunadi says:

    :D :D :D .. Itulah mental pejabat, gila hormat. Sampe2 mobil kosong juga diberi hormat. Nanti kalo pensiun biasanya langsung stress lalu stroke dan step terakhir smaput alias koid alias modarrrrrrrrr ….

    [Reply]

  • Pencerah says:

    kayaknya bukan hanya di jakarta dech

    [Reply]

  • an9el says:

    banyak PNS yg bnr2 tulus mengabdi pada negara :)

    [Reply]

  • fandhie says:

    bettul banget tuh salah satu penyebab panjangnya birokrasi krn begitu banyak posisi2 yang mengada2 hanya sekedar para pns ini punya kerjaan :P

    [Reply]

  • domba garut! says:

    Miris memang, menodai citra mereka (PNS) yang bener-bener berdedikasi… kadang jadi rusak karena kelakkuan segelintir PNS. Harus suah diterapkam ‘merit-system’ dan ‘pay-per-performance’ kalau nggak negara bisa bangkrut habis-habisan.. gimana mau bersaing sama negara tetangga..

    [Reply]

  • Kang Mas™ says:

    pns itu perstise mas, termasuk kasta tertinggi di negeri indonesia ini.jaminan mutu gt klo buat ngelamar anak gadis :D

    [Reply]

  • kawanlama95 says:

    bisa jadi memang seperti itu, tapi saat ini sudah berubah.

    [Reply]

  • ardyan says:

    nice blog….
    salam kenalaja ya…. :D

    [Reply]

  • jadi PNS itu emang enak kok…
    selamat menunaikan ibadah puasa hari yang ke-8 …?

    [Reply]

  • Iklan Gratis says:

    Wah. orang indonesia itu memang memiliki kebiasaan yang begitu yah..
    memang benar ya, kalo kemajan suatu organisasi itu juga tergantung pada anggotanya saja, dan bukan pada pemimpinnya doang.
    semoga saja kita bisa memulai buat lebih baik dan bahkan bisa membuat yang lain juga mengikuti hal hal yang baik!
    Iklan Gratis

    [Reply]

  • rina says:

    emang birokrasi itu ribet :D

    [Reply]

  • muda says:

    mungkin masalah bangsa ini juga kerena masalah abdi negera (PNS) yang belum pernah selesai, semoga kedepan ada perbaikan sistem, SDM, moral dan etika… agar para abdi negera betul2 profesional dalam bekerja.

    [Reply]

  • melly says:

    tp gk semua gitu yah…

    [Reply]

  • onblitz says:

    pns dan birokrasi sudah sepaket :)

    [Reply]

  • musafirkelana says:

    Untunglah aku bukan PNS…:)

    Salam

    [Reply]

  • Kang Dedy says:

    Namanya juga Indonesia… Birokrasinya berbelit-belit kaya benang kusut….

    Tapi bagai manapun juga Akang Cinta Pisan Indonesia….

    [Reply]

  • Film anyar says:

    Semoga semua PNS bisa sadar akan tugas dan kewajiban masing-masing

    [Reply]

  • musziandi says:

    soal bekerja ya..
    aku kurang ngerti..
    karena aku masih anak sekolahan..
    tapi semoga ntar aku jadi pns ..
    salam..

    [Reply]

  • genthokelir says:

    walah ternyata tetep aja yah wkwkkwkw
    sayang aku belum pernah bermimpi seperti itu dipaks pun nggak mau hehehehe

    [Reply]

  • tips mudik says:

    tarif buat lolos langsung pns rp 40 juta…
    pantas saja kalau pas jadi pns target mereka adalah balik modal secepatnya..

    [Reply]

  • lischantik says:

    bersyukur di t4 kerja lilis ga begitu ceritanya. Tak peduli dia Pns ato tidak baik buruk kinerja bukan tergantung jabatan. Tapi diri sndiri. Jadi jangan pandang sama rata smua PNS!

    [Reply]

  • indonesia says:

    setiap orang selalu mendambakan keja menjadi PNS..sebenarnya walau berhasil jadi pns mungkin biasa saja..itu hanya ke inginan sementara..sama halnya seperti kita ingin sekali buah apel itu tapi jika kita sudah mendapatkan buah itu..biasa aja maka dari itu semua itu hanya safsu sementara saja.

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags:' <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Copyright © 2000-2012 fanabis All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.