cerita nyata pns jakarta
pns masih menjadi impian mereka yang masih menganggur, namun juga seorang manager perusahaan swasta yang ngetop. jaminan hari tua dan kerja santai alasannya? bukan. mayoritas tujuan mereka adalah membahagiakan orang tua.
namun kaktus gurun yang staff di departemen itu mengakui, pekerjaanya memang santai dan nyaris tak ada kesulitan. masalah datang justru disebabkan oleh hal-hal yang tak real. misalnya hubungan pertemanan yang menurutnya semua karyawan bertopeng. sangat susah mendeteksi siapa yang bisa diajak benar-benar berteman.
menurutnya semua staff mempunyai deskjob yang sama. ini sangat menyulitkannya. karena sesama staff bisa saling lempar pekerjaan. terutama yang merasa senior (maksudnya jumlah umurnya banyak) . mereka dengan gampang menolak pekerjaan yang disodorkan. alasan klisenya ingin ke bank, sholat atau remeh temeh lain. tentu saja karyawan “apikan” saja yang terus pekerjaannya menumpuk. alur cerita akan bertolak belakang jika pekerjaan tersebut dirasa ada duitnya.
yang mengherankan, “feodalisme” masih tertancap kuat dalam urat darah dan daging para tetua pucuk pimpinan. pada sebuah apel pagi, para karyawan bergerombol di halaman. sampai-sampai para pelayan masyarakat tersebut tak hirau dengan kedatangan sang bos.
tibalah waktu sang pejabat dipersilakan memberi pidato sambutan. tanpa diduga dia membahas kejadian yang baru saja dialaminya. kata kaktus gurun, dia bilang begini, “saya itu sebernarnya tidak gila hormat. namun kita sebagai keluarga besar, mbok ya saling tegur sapa. wong saya sudah menyapa dengan membuka kaca jendela, kok anda memalingkan muka. ”
sejak peristiwa itu, setiap mobil bos datang, para karyawan seperti dikomando langsung menundukkan kepala sebagai tanda hormat. meskipun pimpinannya tak ada di mobil.
birokrasi yang berbelit-belit itu ternyata bukan bualan belaka. untuk membuat selembar surat internal saja harus melewati enam tingkatan struktural. draft dikerjakan oleh seorang staff. selanjutnya di revisi oleh kasub - kabid, kapus- sekjen dan terakhir pucuk pimpinan. naas, hari itu pucuk pimpinan menolak menandatangani surat yang baru saja jadi.
semua bertanya-tanya. kelimpungan tak tahu dimana salahnya. tahu apa kekurangannya? tidak adanya embel-embel huruf “H” di depan namanya.



Belum juga berubah ya…?
Tapi ada lho yang berubah, tarif buat lolos pns hehehe…
[Reply]
hahahaha. pns ancene mak nyus…
[Reply]
jaminan hari tua…
hmmm, kedengerannya menggiurkan.
[Reply]
hehehe .. lucu tapi juga miris membacanya ..
ke arah mana bangsa ini akan berjalan ..
teringat kata teman saya saat ditanya mau tidak ikutan pns (teman2 yg lain lumayan banyak yang sudah mendaftar) ’saya tidak berani .. amanah yg diemban itu besar, krn bertanggung jawab terhadap arah bangsa ini berjalan ..’
andaikan semua calon pns dan pns punya pemikiran yang sama bahwa itu amanah yang harus dijalankan .. maka pastilah bangsa ini akan maju ..
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
[Reply]
hahaha,,,emang PNS…tapi kenapa masih di ‘rindukan” oleh hampir semua orang…
[Reply]
cari istri PNS ah….:)
[Reply]
sampeyan tertarik jadi PNS, mas? enak lho, kerjanya santai
[Reply]
Hihihi… Bos emang enak mas…
Cuma nyindir aja udah dilaksanakan, apalagi kalo bilang nya ampe nggertak bisa jantungan tuh pegawainya…
btw, mas karmin berminat juga jadi PNS ???
[Reply]
pns bisa naek haji to? walah…ra isin!
[Reply]
Gak smua gitu lho mas.. Ada yg udah mulai reformasi.. Aku baru2 ini urus surat2 d sbuah kabupaten, PNS di kntor itu kembali dari jam istirahat teng tepat waktu, langsung melayani. Tarif jelas,diumumkan besar2 di dinding, dan dikasih tau kapan selesai. Juga..jgn lupa, PNS itu macam2.. Peneliti, dosen, juga PNS dan banyak yg etos kerjanya baik.. Kita mesti mulai milah2 juga lho, jangan gebyah uyah..
d.~
[Reply]
Hehehe, gambaran umum PNS (selain dosen, karena saya memang tidak pernah terlibat langsung disana) memang seperti itu. Ada perkecualian tapi tidak banyak.
Di beberapa Pemerintah Daerah sudah diterapkan standarisasi ISO, sistem pelayanan prima, pelayanan dibawah satu atap, KTP 2 jam selesai, dll yg bertujuan u/ memperbaiki pelayanan kpd masyarakat.
Boleh-boleh saja, tapi menurut saya yg harus dibenahi terlebih dahulu adalah sumber daya manusianya. Mayoritas PNS (maaf, tidak bermaksud gebyah uyah spt ditulis Dee) memiliki loyalitas dan etos kerja yg tidak optimal. Sekedar mengisi daftar absen, bekerja seperlunya lalu keluar dgn bermacam-macam alasan.
Pegawai yg baik, disiplin dan bertanggung jawab, memang selalu ‘ketiban sampur’ u/ mau repot dan mengerjakan banyak hal.
Kalau boleh menyarankan (hehehe…saya tidak tau harus saran kemana…), pembinaan mental, peningkatan loyalitas dan etos kerja plus pengawasan harus dilakukan o/ atasan langsung di masing-masing istitusi.
Kendali utama kinerja PNS adalah pada atasan langsung, yang harus bisa memberi contoh dan selalu memotivasi bawahannya u/ bekerja optimal dg konsisten.
Demikian berjenjang, sampai ke tingkat Pusat.
Tapi sekarang, pembinaan itu sering terputus, entah di lapisan keberapa. Hanya bisa saling menyalahkan, tanpa melihat pada diri sendiri apa saja yg sudah dikerjakan u/ mengabdi pada masyarakat dan negara.
Semoga ke depan, PNS tidak lagi seperti yg ditulis dalam posting ini…
Salam.
[Reply]
karena huruf yang di depan itu sangat besar artinya mas
[Reply]
Makanya aku ngerasa ngga sanggup kalo mesti jadi PNS, takut keenakan
[Reply]
hi..hi…pns itu cuma pake seragam doang udah digaji
[Reply]
dapet lagi tulisan tentang PNS http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/
[Reply]
aku kenal seorang PNS, beliau masih muda dan cita-citanya sangat mulia. kita tunggu saja sepak terjangnya
[Reply]
makan gaji buta
kenaikan gaji berbanding terbalik dengan kinerjanya…
may be not all of them , but MOST of them are
[Reply]
[Reply]
kayaknya bukan hanya di jakarta dech
[Reply]
banyak PNS yg bnr2 tulus mengabdi pada negara
[Reply]
bettul banget tuh salah satu penyebab panjangnya birokrasi krn begitu banyak posisi2 yang mengada2 hanya sekedar para pns ini punya kerjaan
[Reply]
Miris memang, menodai citra mereka (PNS) yang bener-bener berdedikasi… kadang jadi rusak karena kelakkuan segelintir PNS. Harus suah diterapkam ‘merit-system’ dan ‘pay-per-performance’ kalau nggak negara bisa bangkrut habis-habisan.. gimana mau bersaing sama negara tetangga..
[Reply]
pns itu perstise mas, termasuk kasta tertinggi di negeri indonesia ini.jaminan mutu gt klo buat ngelamar anak gadis
[Reply]
bisa jadi memang seperti itu, tapi saat ini sudah berubah.
[Reply]
nice blog….
salam kenalaja ya….
[Reply]
jadi PNS itu emang enak kok…
selamat menunaikan ibadah puasa hari yang ke-8 …?
[Reply]
Wah. orang indonesia itu memang memiliki kebiasaan yang begitu yah..
memang benar ya, kalo kemajan suatu organisasi itu juga tergantung pada anggotanya saja, dan bukan pada pemimpinnya doang.
semoga saja kita bisa memulai buat lebih baik dan bahkan bisa membuat yang lain juga mengikuti hal hal yang baik!
Iklan Gratis
[Reply]
emang birokrasi itu ribet
[Reply]
mungkin masalah bangsa ini juga kerena masalah abdi negera (PNS) yang belum pernah selesai, semoga kedepan ada perbaikan sistem, SDM, moral dan etika… agar para abdi negera betul2 profesional dalam bekerja.
[Reply]
tp gk semua gitu yah…
[Reply]
pns dan birokrasi sudah sepaket
[Reply]
Untunglah aku bukan PNS…:)
Salam
[Reply]
Namanya juga Indonesia… Birokrasinya berbelit-belit kaya benang kusut….
Tapi bagai manapun juga Akang Cinta Pisan Indonesia….
[Reply]
Semoga semua PNS bisa sadar akan tugas dan kewajiban masing-masing
[Reply]
soal bekerja ya..
aku kurang ngerti..
karena aku masih anak sekolahan..
tapi semoga ntar aku jadi pns ..
salam..
[Reply]
walah ternyata tetep aja yah wkwkkwkw
sayang aku belum pernah bermimpi seperti itu dipaks pun nggak mau hehehehe
[Reply]
tarif buat lolos langsung pns rp 40 juta…
pantas saja kalau pas jadi pns target mereka adalah balik modal secepatnya..
[Reply]
bersyukur di t4 kerja lilis ga begitu ceritanya. Tak peduli dia Pns ato tidak baik buruk kinerja bukan tergantung jabatan. Tapi diri sndiri. Jadi jangan pandang sama rata smua PNS!
[Reply]
setiap orang selalu mendambakan keja menjadi PNS..sebenarnya walau berhasil jadi pns mungkin biasa saja..itu hanya ke inginan sementara..sama halnya seperti kita ingin sekali buah apel itu tapi jika kita sudah mendapatkan buah itu..biasa aja maka dari itu semua itu hanya safsu sementara saja.
[Reply]