sunyinya social media bagi temanku

keriuhan social media yang terus berkembang itu, tak menyentuhnya. kita yang setiap hari terlibat didalamnya, bagi mereka tak ubahnya orang-orang yang terdampar di pulau terpencil. asyik di dunianya sendiri. sebut saja namanya cerpelai pohon. seorang teman yang bekerja di divisi keuangan.
rutinitas kerja hariannya memang tak berhubungan langsung dengan internet, apalagi social media. dia masih berkutat dengan data-data hardcopy atau maksimal mengurus data-data secara onffline. meski tersedia bendwith melimpah, ia tak memanfaatkannya. pekerjaan menuntutnya untuk segera selesai.
hal pertama yang ia lakukan begitu sampai di mejanya membuka situs berita. sekilas saja, langsung ia menuju pantry menyeduh kopi. jika kebetulan ada teman senasib, mereka menuju smoking area untuk bermain asap.
satu-satunya akun social media yang ia punya hanyalah facebook. teman-temannya pun sangat terbatas, hanya selingkungan rekan-rekan kerjanya sedivisi, maksimal satu kantor. satu-satunya waktu untuk gaul di dunia online hanya ketika dia libur dan sedang santai di rumah. internet baru dipakai sebagai hiburan belaka.
hal yang paling ia lakukan adalah membuka you tube untuk melihat lagu.
tentu saja, ia tak pernah sharing skillnya dengan menulis di blog atau berkicau di twitter. apalagi menjawab pertanyaan user diformspring.me. akun flicker, slideshare, delicious, dig tak ia kenal.
menyedihkan? tidak. itu hanya masalah pilihan. dia sangat enjoy dengan kesehariannya yang seperti sekarang ini. memang, andai dia lebih memanfaatkan bentuk komunikasi era web 2.0 tentu akan banyak keuntungannya.
sebagai calon akuntant, dia bisa membrand kan personalnya lewat social media. karena ketika online di internet, You are not special. You are not a beautiful or unique snowflake. You are the same decaying organic matter as everything else. - Tyler Durden, Fight Club.
dengan social media kita bisa berkata kepada dunia, saya adalah seorang ahli keuangan yang hebat. pelan-pelan kita akan dikenal dan diakarabi. selanjutnya dengan network yang luas, kita akan lebih leluasa melakukan hal-hal yang tak terpikir sebelumnya.
konsekuensi positifnya, kita telanjang, tak ada lagi tempat sembunyi. di internet kita sebagai subjek sekaligus objek sehingga apapun yang kita lakukan akan tercatat di cocial media.
Tags: social media
Categories
follow @fanabis
emai: karmin dot winarta at gmail dot com tel : 0818 793 000
-
Recent Comments
-
Recent Posts
- #LifeIsGood: #BahagiaItuSederhana?
- hari Gizi, @nutrisi_bangsa relaunch websitenya
- akademi berbagi adakan local leadership day untuk membangun harapan
- belitung, pulau impian para petualang
- lebih inspiratif di setiap momen (baru)
- marinyanyi.com, menceriakan dunia anak via lagu
- “apa yang kita benci, akhirnya justru yang paling menarik” ~ @karelanderson
- dpd ri menjaring inspirasi melalui lomba blog dan twit
- komunitas, mau kemana?
- arisan 2:carpe diem, quam minimum credula postero
-
Meta



internet……memang kadang kita terpancing oleh media yang satu ini sehingga kita kadang lupa menempatkan diri yang baik dan melupakan pekerjaan kita.
yup, harus lebih pintar memanaj diri
[Reply]
ada baiknya seh sebagai seorang profesional kita ditarget sesuai pekerjaan kita, kalau internet dibuat diluar pekerjaan maka kita bukan seorang profesional.
[ hehe benar. tapi bukan berarti terus tak mengikuti perkembangan dan perilaku di era web 2.0 toh? ]
[Reply]
itulah asiknya maya.
bagiku di dunia maya ini kita bisa membentuk image sesuai dengan yang kita inginkan.
[itu dulu kali mas, sekarang dunia maya tak ada bedanya dengan dunia nyata, real ]
[Reply]
“di internet kita sebagai subjek sekaligus objek sehingga apapun yang kita lakukan akan tercatat di cocial media.”
ini saya setuju.. jadi serasa lebih bermanfaat.
[ke arah positip tentunya ]
[Reply]
mediamu harimaumu, kata pak nukman.
[ yup. soc media kita bisa dipakai untuk meninggalkan kebiasaan buruk kali ya]
[Reply]
Andai dia tahu bahwa banyak sekali peluang yg bisa dia dapat sembari bersenang2 di social media…
[ benar sekali, mengubah kebiasaan itu ternyata tak semudah minum wine ya... :)]
[Reply]
I Love internet
[Reply]
mungkin dia suka dengan status quo nya sekarang seperti itu, tapi dia bisa jadi malah menutup peluang lebih besar karena dia tidak aktif di ranah social media. peluang bisa datang dari mana saja sih memang, tapi bukankah peluang harus diciptakan? aktif di social media tentunya akan membuka peluang dan kesempatan yang lebih besar.
[Reply]
dan kebiasaan saling bertukar kartu nama pun mulai bergeser menjadi bertukar pin BB, id YM, FB, tweet dsb.. :p
[Reply]
Kalau itu aku yang ngelakuin , bener2 semacam penjara bagiku
tapi bener kata Bang Kw, Itu sudah pilihan dia dan setiap orang memnag memiliki pilihanya sendiri dalam berbagai hal, dan saat itu sudah menjadi sebuah pilihan, semuanya akan nikmat walau orang lain mau berkata apa
[Reply]
coba kita melihat dari sudut pandang temen anda itu mas. bisa saja dia melihat kita sebagai manusia maya yang sebagian besar waktunya bergaul di dunia virtual… padahal sebenarnya kehidupan ada di dunia nyata…
[Reply]
masih ada tersisa tempat untuk sembunyi kok, mas
ah lama saya tak berkunjung kesini
[Reply]
hhhmm..
saya pengen hidup dengan tenang tanpa internet dan hape..
karena sepertinya hidup yang seperti sekarang itu merepotkan..
[Reply]
[...] sunyinya social media bagi temanku « fanabis fanabis.blogdetik.com – view page – cached keriuhan social media yang terus berkembang itu, tak menyentuhnya. kita yang setiap hari terlibat didalamnya, bagi mereka tak ubahnya orang-orang yang terdampar di pulau terpencil. asyik di dunianya sendiri. sebut saja namanya cerpelai pohon. seorang teman yang bekerja di divisi keuangan. [...]
coba kalo dia tau ngejunk diblog pasti ketagihan hahahaha
[Reply]
Aku terjebak di dunia maya..=_=
[Reply]
ya tapi setidaknya dia bisa diajak blogging. Karena bagi saya, blogging mungkin lebih kepada dokumentasi kehidupan daripada sekedar social media ya.
Dokumentasi kehidupan yang suatu saat bisa kita kenang dan kita baca kembali. Atau bisa kita lihat foto-fotonya beserta cerita kisahnya.
[Reply]
internet banyak bermanfaat bagi kita yang gemar ber browsing ria, karena lewat internet pun kita banyak mendapatkan hal-hal yang kita inginkan
[Reply]
info yang bagus
[Reply]