hendri wahyudi, cinta mati pada pssi

dialah sosok supporter sepak bola paling ekspresif. karena memendam akumulasi kekecewaan dan merindukan timnas berprestasi ia meloncat ke lapangan ketika timnas bertanding melawan oman. ia ingin menunjukkan, begini lho cara menjebol gawang lawan!
sejak itu ia bak selebritis. semua media memburunya. menghadapi serbuan mendadak itu, ia mematikan hapenya. namun siang itu forum detik berhasil mengundang untuk live chatting.
sosoknya cukup gendut, meski ia mengaku bobotnya telah turun 15 kg karena diet. ia memakai kaos panjang warna putih pecah dan bercelana pendek. cambangnya yang berkibar-kibar menyembunyikan usianya yang masih 20 tahun.
cintanya pada bola melebihi segalanya, utamanya kepada timnas. di manapun timnas bertanding dia datang menyemangati tim kebanggaannya itu. namun sayang, timnas letoy, prestasinya nol. dan ia kecewa. aksi loncat ke lapangan kemarin adalah akumulasi kekecewaanya yang telah menumpuk sekian lama.
hendri wahyudi lahir dan besar di kampung serang, cikarang itu mulai menonton sepak bola ketika usianya 4 tahun. waktu itu ia dibonceng motor ayahnya dari kampung ke kampung. rupanya ia menikmati pengalaman barunya itu. sejak itu ia bertekad ingin menjadi pemain bola profesional.
masuklah ia ke sekolah sepakbola. posisinya sebagai striker. sayang ia hanya sempat berlatih selama dua bulan, kakinya cidera. namun ia tak patah semangat. di kampungnya ia membentuk klub sepak bola yang diberi nama persikub, persatuan sepakbola sisi kuburan.
siang itu selama dua jam ia semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan user. kebanyakan bertanya apa alasannya dia menyusup menjadi pemain ke dua belas, hal pertama apa yang akan dia lakukan andai dia menjadi ketua pssi. sampai pada pertanyaan yang cukup personal, berapa size sepatunya?
ia juga menceritakan pengalamannya ketika berada di kantor polisi. ia diperlakukan cukup baik. polisi hanya mencurigai apakah dibalik aksinya itu ada skenario besar yang sedang diprogramkan. menurut hendri, ia tak merencanakan sama sekali. ia melakukan spontan.
sebelum berangkat ke gelora bung karno ia meminta uang saku 2000 ke ibunya. (ia memanggilnya umi). sampai di stadion ia memperoleh tiket dari calo dengan harga yang diskon. ia memperoleh potongan lima ribu. harga yang tak cukup untuk mengganti sandalnya yang hilang.
saat ini keseharian laki-laki yang ngefans sama intermilan ini belajar di pesantren. menurut ibunya, sejak bocah hendri itu anaknya penurut, kecuali soal bola. hendri selalu begadang ketika ada pertandingan sepak bola di teve. pernah suatu malam, orang seerte berdatangan karena ia teriak-teriak jagoannya menang.
dirumahnya ia mengoleksi apapun merchandise yang berhubungan dengan sepak bola. poster dan pernak-pernik klub yang dijuluki la Beneamata. karena cintanya nama ini dijadikan nama di facebooknya. laki-laki yang biasa dipanggil eji ini sekarang ini selalu diteriaki selebritis oleh tetangganya.
apakah sudah ada tawaran main sinetron atau model iklan? “andai ada yang nawarinpun, akan ditolak. ia tak mau divonis aksinya itu hanya sekedar untuk mencari popularitas. ia tetap akan mendukung tim nas.
dan kemilitannya pada bola itu dipuji nugraha besus, sekjen pssi yang menjabat sejak dia belum lahir. “bagus kamu, katanya sewaktu ketemu di salah satu teve nasional.



dan nugraha besoes pasti cuma basa basi. puluhan tahun ngurusi pssi malah tambah kacau kok
[Reply]
salam salut buat hendri wahyudi !!
[Reply]
[...] camkan kata-katanya itu. maka ketika karib saya, karmin menyampaikan pendapatnya, saya pun mencoba menuliskan tanggapan dengan hati-hati. ingin mendekati [...]
Bagus kamu…
tapi jangan mimpi bakal gantiin posisi gue! (dalam hati)
[Reply]
weleh, msh muda bgt tho ternyata. dan trendi jg dia pake diet segala hihihi… wah, pas aku liat tayangan dia lari ke lapangan, lalu ditangkep polisi dan minta maaf, aku merasa ada yg terbangkitkan dari diriku, dia itu seperti..apa ya…mewakili kemarahan kita semua pada begitu banyak hal brengsek di negeri tercinta ini.
[Reply]
salut untuk hendri wahyudi!!!
semoga PSSI sadar setelah melihat aksi nekatnya…..
[Reply]
Jujur aku pertama sebel sama hendrik karena dengan sikap dia nama sepak bola Indonesia jadi makin terpuruk di dunia International karena ulah suporter yang kampungan
Tapi jika memahami keberanian Hendrik sehingga menjadi kritikan telak buat PSSI dan pemain TIM NAS Indonesia dan harapan agar bisa lebih baik kedepanya salut buat keberanian dan sikapnya itu.
[Reply]
Ada dua sisi tuh, yg baik dan buruk. Bener kata Cow. sisi buruknya, PSSI harus membayar denda atas perlakuan Hendrik. Dan sisi baiknya, Tim Nas harus membuka mata lebar-lebar karena harapan masyarakat sangat besar terhadap sepakbola dalam negeri.
[ mungkin maksudnya benar, cuman caranya yang salah dia. tapi ndabglegnya pssi dah keterlaluan juga siii]
[Reply]
njut piye ki, Nurdin Halid dan PSSI enake di apakne?
[Reply]
Hidup Indonesia!
[Reply]
semoga aksinya membawa warna baru untuk terpacunya semangat timnas
ooh ya salam kenal mas
[Reply]
hahahaha
rasa nasionalisme yang perlu ditirukah????
hemmm
lets talk abaut nasionalisme….
[Reply]
Met Sore,
Saya rasa Hendry Wahyudi sudah cukup mewakili jutaan penduduk Indonesia yang kecewa sama Timnas sepakbola kita, terkadang saya jenuh juga melihat sepakbola kita. Tapi kita harus tetap mendukung Timnas Sepakbola kita ya..kalau bukan kita yang mendukung, siapa lagi? Semoga sepakbola nasional kita makin maju terutama timnas merah putihnya.
[Reply]
mungkin sikap hendry perlu sesekali buat meningatkan pssi batapa kecewanya para penggemarnya. kalau belum sadar juga, mungkin perlu hendry2 yang lain
[Reply]
Keren!!! jempol buat Eji
[Reply]
bukannya hendri “mulyadi”
saya salaut dengan aksimu
[Reply]
gara2 dia, dunia mengenal sepakbola interaktif — penonton pun ikut main, khas Indonesia
[Reply]
padahal asik juga sih kalo dia bisa jadi pemain.
Well..mengenai aksinya, saya no comment deh. Netral saja
[Reply]
mau nanya klub bola buat anak2 di cikarang ada gak ya.
thx.
[Reply]
Weleh2………..
smangat aja bos……..
<Visit my blog>
[Reply]
WAH WAH
[Reply]
mantap postingannya gan…….
[Reply]
Good post,This was exactly what I needed to read today! I am sure this has relevance to many of us out there.
[Reply]