adhitia sofyan: ingin bagi-bagi itu jadi trade mark saya

Posted by fanabis on Jan 21, 2010 in teman kita |

sampai saat ini mungkin dia satu-satunya musisi yang memaksimalkan kecanggihan media online. namanya adhitia sofyan. memang kepopulerannya masih kalah jason mraz yang pernah masuk nominasi grammy award. ia baru saja melaunch albumnya yang kedua, Forget Your Plans.

sengaja memilih judul itu karena perjalanan musik laki-laki yang hobi memasak ini tak pernah direncanakan. semuanya mengalir begitu saja. ia mengaku tak punya rencana hidup di musik. sehingga dalam mencipta lagu, ia tak mikirin jualan atau mencari label.

berbeda dengan musisi kebanyakan yang kelojotan karyanya di bajak dan dijual di lapak-lapak plasa atau kaki lima, ia menggrastiskan semua hasil karyanya. jika kalian berminat, bisa mendownloadnya di adhitiasofyan.wordpress.com. dua hari pertama, lagu tersebut telah di download 3503 kali.

ini bukan pertama kalinya. album kesatunya, quiet down juga bebas di dwonload siapa saja. langkah keren yang pernah musisi lakukan. “karena musik datang ke saya secara tiba-tiba. wong orang mau dengar ini,”jawabnya enteng. bagi-bagi itulah yang rencanaya akan dia jadikan trademarknya sebagai musisi.

(salah satu lagu pada album ini, adelaide sky dipakai soundtrack dalam film kambing jantan)

alasan lainnya, ia sudah mempunyai dayjob yang fix. laki-laki yang hobi main x box ini bekerja sebagai pengarah kreatif di virtual consulting. Sehingga tak ada kebutuhan atau keharusan untuk hidup dari musik. “saya sendiri jadi ketagihan bagi-bagi, menyenangkan sekali rasanya,”

ia merasa langkah menggratiskan albumnya tepat. dunia musik sedang down karena pembajakan, download bebas.

karena kesibukannya itu, ia tak punya cukup waktu untuk manggung membangun reputasi seperti musisi lain yang lebih serius. membagi-bagikan gratis musiknya adalah salah satu cara untuk mem-bypas waktu yg dibutuhkan untuk mencapai reputasi (word of mouth, khususnya di internet).

ia menyebut dirinya a freewill bedroom musician. dan benar, ia mengerjakan komposisi musiknya di dalam kamar. ia merasa cukup bisa berkarya hanya bermodalkan akustik gitar saja. dengan pilihan itu ia tak perlu keluar rumah atau studio. dengan bermodalkan laptop, mic, soundcard, pre-amp ia mencipta.

namun ia harus cukup bersabar. karena ia baru bisa memulai ketika jakarta sudah senyap dan semua orang tertidur. minimal pukul 23:00. sayang proses penciptaan itu sering dihentikan oleh suara motor tukang ojek yang lewat. menurutnya makin pagi suara-suara itu makin tak terdengar.

ia tak mempunyai kriteria musik bagus itu seperti apa. buatnya hal itu abstrak sekali. ia bisa “bergaya” mendengarkan musik-musik’langka’ seperti iron and wine atau death cab. namun ia juga sering mengulang lagu party in the usa-nya miley cyrus.

menurutnya ia tak pernah belajar teori musik. hanya saja pada usia 14 tahun sempat mempelajari gitar elektrik di ymi (yayasan musik indonesia) solo. kepada gurunya ia minta langsung diajari bagaimana mengulik lagu-lagu metallica dan sepultura. itu saja.

sampai sekarang ia telah banyak undangan tampil. tak hanya jakarta, namun juga semarang dan surabaya. tempat lain yang juga mengundangnya adalah medan, bali, makassar. bahkan fansnya yang ada di australi dan spanyol pun ingin melihat langsung penampilannya.

mayoritas respon audience nya sangat bagus. bahkan ketika di semarang ia cukup surprise karena meriahnya. sekira 750 an orang semuanya tahu dan ikut menyanyikan lagu-lagunya. diantara fansnya itu, sangat jarang yang mempunyai gaya tUl154n 53P3p3RtI 1n1.

kalo di search di google ‘brand’ dia juga cukup bagus, banyak result dan tulisan sukarela mengenai dirinya. (termasuk yang sekarang ini)

oh ya album pertamanya Quiet Down sedang dibuat versi fisiknya. kalian yang ingin memiliki mulai sekarang sudah bisa pre-order via zapatorecords@gmail.com. sebagai tahap “penjajakan” hanya akan di cetak 1000 keping. harganya 25 ribu. pengiriman ke pemesan akan dimulai sekitar 25 januari. jadi bergegaslah mengirim email.

laki-laki penyuka fionn regan, iron and wine, city and color ini sementara akan tetap menjalani kehidupan bermusiknya ’semau gua’ dulu. indie? bukan. dia menyebutnya d.i.y. do it yourself. ia mengaku musiknya itu tak dikonsepkan. ia berkarya saja seperti biasa. misalnya pada album kedua ini, ia mulai melihat hal-hal diluar dirinya. menulis mengenai kematian, obsesi yang tak sehat/ terlampau sangat pada pasangan. ia menjawab tak tahu alasannya kenapa. “mengalir begitu saja”.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Tags:

24 Comments

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags:' <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Copyright © 2000-2012 fanabis All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.