masih banyak brand yang gagap dengan social media

di era web 2.0 ini banyak brand yang ragu ataupun gagap masuk ke social media. masih sedikit para pemilik brand yang membajetkan dananya untuk masuk ke social media. mereka sebenarnya tahu social media dan online itu penting. hanya saja mereka tidak tahu bagaimana cara memulainya.
begitulah pengamatan seorang social media specialist, tuhu nugraha dewanto mengenai brand yang kurang memahami bagaimana caranya berinteraksi di social media. laki-laki yang hobi jalan-jalan ini mengungkapkan, kebanyakan brand kurang bisa berkomunikasi langsung dengan konsumennya.
siang itu saya berhasil ngobrol dengannya via ym. hasilnya seperti ini:
sampai saat ini seberapa besar pemahaman pemilik brand mengenai social media?
pemahaman sih beragam ya, namun kebanyakan klien masih sedikit paham mengenai ini. apalagi perubahannya sangat cepat. mereka sebenarnya sudah tahu social media dan online penting. namun tidak tahu bagaimana memulainya, bagaimana harus berinteraksi dengan mereka juga social media mana yang harus dipilih.
bagaimana meyakinkan para pemilik brand bahwa masuk ke social media itu penting?
cara meyakinkan, ya mengedukasi. kita sampaikan bahwa sekarang adanya tren online. dan online itu sebagian besar social media. kita tunjukkan juga seberapa banyak jumlah orang Indonesia yg bergabung di twitter dan facebook dan lainnya
kenapa para pemilik brand itu masih ragu juga meski paham itu penting?
betul, beberapa pemilik brand itu khawatir, takut banyaknya komplain yang akan dilihat oleh publik. dan kita tahu bahwa di era social media itu tak dihindarkan. untuk itu cara pandang pr harus diubah.
brand bukan lagi sosok yg sempurna, maka dari itu pemilik brand harus mau mendengarkan dengan tulus dan lapang dada. karena kalau pun tutup mata komplain itu akan menjalar tanpa kita bisa membela dan memperbaiki.
jadi apa saja keuntungan brand masuk social media?
banyak hal. pertama awarenesss, era social media brand harus agresif mendatangi tempat mereka ngumpul. kedua loyalty, mereka yang suka dengan produk kita jadi makin cinta karena kita kelola dng baik. ketiga customer care, ini tempat mereka menyampaikan keluhan untuk perbaikan.
karena konsumen makin manja, tidak mau lagi disuruh nelpon atau hubungin customer care. keempat customer insight, kita bisa dapat analisis kualitatif dan kuantitatif siapa konsumen kita. plus mereka juga akan ngasih ide buat pengembangan produk kita atau ide-ide lain dalam distribusi dan lain-lain.
##
laki-laki penyuka baso ini menganjurkan kepada para pemilik brand untuk segera masuk ke social media ebelum terlambat. namun ia mengingatkan, ketika pemilik brand datang ke tempat dimana konsumen ngumpul, jangan pernah bergaya korporat. karena hanya akan membuat konsumen terasing.
para pemilik brand harus bergaya sesuai nature social media juga. karena setiap social media punya keunikan. dan brand harus mengikuti arus. pendekatannya harus lebih personal dan santai. ini sangat berbeda dengan ketika brand menghadapi jurnalis.
##
apakah cara-cara marketing konvensional akan mati?
tidak. marketing konvensional masih tetap penting. social media itu hanya tambahan satu lagi point of contact ke konsumen. jadi intinya tugas brand bertambah. sekarang tinggal mereka menganalisis portfolionya gimana pembobotannya, tergantung produknya.
jadi sebaiknya semua brand sebaiknya masuk ke social media ?
tergantung. kalau konsumen yang ditarget perkotaaan, urban, lifestyle, tak bisa tidak portfolio terbesar harus di internet dan social media. dengan kondisi sekarang spertinya harus. kemarin ada insight yg menarik, orang kantor ada yang naik ojek. ternyata dia aktif di facebook gila motor yang kita kelola. ini membuktikan facebook itu sudah masuk ke semua kalangan. apalagi ditambah sekarang handphone murah bisa facebook-an.
tren internet mobile membuat peran social media makin penting. kenapa? di mobile mereka tak banyak browsing tapi ke social media.
sebaiknya apa yang harus dilakukan brand ketika masuk ke social media?
apa yg dilakukan brand tergantung sejauh mana dia mau terlibat dan tujuannya. kalau tujuannya hanya awareness, ya sudah kumpulin aja orang sebanyak-banyaknya. Namun seharusnya bisa sampe CRM ( Customer relationship management) dan product development. tend kedepannya akan seperti itu.
##
karirnya sebagai social media specialist dimulai sejak 2008 ketika bergabung dengan virtual sebagai web consultant. dialah yang membuat press conference khusus blogger pertama di indonesia. setelah itu selain ngurus bikin information architecture website dan banyak berkecimpung di dunia blogger dan social media yg naik daun.
saat ini ia sedang mengurus kampanye klien yang berhubungan dengan social media. tuhu yang sangat mengidolakan ibunya ini mengaku sangat menikmati kesibukan hariannya. tantangan baru, social media yang terus berubah, teman yang terus bertambah, harus cepat tanggap adalah alasan menyukai pekerjaanya.
namun kerja di jaman teknologi sekarang ini antara waktu kerja dan waktu luang batasnya tipis. ia menceritakan, “kalau dulu pekerjaan berakhir jam 18:00 sekarang blending, multitasking. laptop dibawa ke rumah, konek internet lalu main main skalian kerja. buka twitter juga sambil analisis perilaku konsumen ama pergerakan isu. dan juga perkembangan industri
laki-laki yang suka membaca ini mengaku sangat open minded. ini berkaitan dengan masa bocahnya yang ia habiskan di sorong, papua. di sana ia berinteraksi dengan berbagai suku dengan karakter dan kebiasaan yang berbeda. hal yang paling menyenangkan, ia mendapatkan jatah baju baru ketika lebaran dan natal. mungkin inilah alasan kenapa sekarang ia begitu suka belanja. mampirlah ke rumahnya, dua sepatu plus belanjaan lainnya belum sempat dibuka.



pertamax..
[Reply]
Wah makasih buat tulisannya yah…
[Reply]
top abis. tulisan yang padat-berisi.
[Reply]
mas tuhu keren…. @fanabis jg mantap
[Reply]
analisanya bagus, penting buat dibaca pemilik brand nih!
[Reply]
untuk membuat brand dan mengenalkan brand kadang tidak melalui media tingkat keberhasilanya kadang lebih cepat, tapi memang sayang jika tidak memanfaatkan media
[Reply]
mas, tulisan ini paid review atau buka??? memang sangat berisi sih…
[Reply]
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by kristinamelina: wow! ada @tuhunugraha: masih banyak brand yang gagap dengan social media http://bit.ly/ddjN3M...
tulisannya sangat mengena sekali…thanks mas Nunu…
[Reply]
mantap……..tulisan yang padat berisi….keren euyyyyyy….
[Reply]
Ahhh, siapa sih yg gak kenal mas Tuhu… doi emang kerennnnn… Sukses yahhh mas Tuhu!!!
[Reply]
bagus juga ya tulisanya lumayan buat nambah ilmu kunantikan tulisan lanjutanya,tks
[Reply]
good news for wedding business
[Reply]
Saya setuju dengan anda. Banyak perusahaan yg justru takut masuk facebook, twitter dan ngeblog karena JAIM (jaga imej). Perusahaan yg gaul di social media dan mampu menerapkan komunikasi yang baik ke clientnya justru akan mendapatkan banyak client baru dan client lama akan lebih kuat lagi hubungannya sehingga jika ada isu/berita yg kurang baik, secara otomatis mereka akan membela brand kita.
[Reply]
ciieeee tuhuu.. ehehee mantap!
[Reply]
Udah pernah riset cost per contact utk social media?
Udah pernah tau % populasi pengguna terhadap kebutuhan pemilk brand?
Berapa % pengguna online? Kalo asumsi dari facebook, berapa banyak yg menggunakan HP bukan dari web (dr HP tidak bisa explore bangun brand).
So, banyak yang masih perlu dipahami lagi sepertinya
[Reply]
lanjutkan pakde…….
[Reply]
lumayan untuk menambah ilmu, saya sudah masuk tapi belum mendapatkan respon yang bagus
[Reply]
Nice info gan… mantap dan berguna. Lanjutkan!
[Reply]
TOP tuk Tuhu…
bangga deh sekantor ma lo….
sukses ya bo….
[Reply]
cuma mo pamer seneng blanja doank?..
[Reply]
Social Media sebagai sebuah New Media tidak dapat diperlakukan seperti media tradisional lainya. Social Media tidak hanya digunakan sebatas untuk menginformasikan sebuah produk dan informasi korporat kepada konsumen namun harus pula sebagai kesempatan memahami perilaku konsumen terhadap produk kita.
Lebih jauh lagi, idealnya, kesuksesan Social Media dapat dilihat apabila perusahan dan konseumen saling beradaptasi dan memiliki persamaan persepsi terhadap berbagai isu/ hal-hal yang terkait diantara keduanya sehingga “jurang” antara ekspetasi konsumen/publik dengan kinerja perusahaan semakin sempit. Perlu ditekankan pula bahwa harus ada kemauan dari para pemilik brand untuk mendengar dan menyesuaikan harapan dari para pelanggan dengan catatan masih dalam batasan-batasan yang ada. Social Media adalah bentuk sempurna dari model PR Two-Way Symmetrical Communication
[Reply]
Hu..asik nih makin eksis di online huahauue sip sip pizza lah in order nih hahahah
[Reply]
good article
[Reply]
saya suka memanfaatkannya untuk promosi…
[Reply]
mantab juga nih artikel. social media memang harus menjadi perhatian penting bisnis di era web 2.0
[Reply]
[...] masih banyak brand yang gagap dengan social media « fanabis fanabis.blogdetik.com – view page – cached di era web 2.0 ini banyak brand yang ragu ataupun gagap masuk ke social media. masih sedikit para pemilik brand yang membajetkan dananya untuk masuk ke social media. mereka sebenarnya tahu social media dan online itu penting. [...]
nbsp;waah…informasi ini bermanfaat sekali bro, kali aja bsk2 sy py usaha sndri
thx banget buat infonya ya mas
[Reply]
W_hut, pertanyaan yang bagus sejauh ini di Indonesia belum ada riset serius mengenai pertanyaan tersebut. Karena social media adalah barang yang sangat baru. Dan saya tidak punya kompetensi untuk melakukan riset. Di sisi lain, sangat susah melakukan riset akurat mengenai social media, kenapa? perkembangannya sangat cepat. Riset butuh waktu lumayan panjang, ketika Anda selesai ngeriset, ternyata konsumen sudah pindah ke lain hati. Ingat fenomena Twitter yang mendadak tenar. Fenomena Friendster yang kemudian ditinggalkan, dimana konsumen berselingkuh ke FB. Belum lagi social media itu sangat banyak lho, yang lokal jangan salah kaskus itu punya pengaruh yang sangat besar.
[Reply]
@Catatan Febri???? Paid review???? Waduh gw kayaknya tak kuat deh membayar Mas Karmin untuk menulis, apalagi biar bisa masuk di front page detik. Mending buat blanja-blanji mumpung lagi sale LOL.
@fanny, jangan-jangan iya cuman pameran hobi blanja hihihihi
[Reply]
TUHU NUGRAHA : Alumni HI UNPAD yg sgt membanggakan
buat penulis artikel ini, tulisan Anda mantaappphh GANN!!
[Reply]
Zmangat pagi kak, mantap bgt postingannya kak, banyak bgt yg bisa uni bw pulang,salut ^_^
[Reply]
hidup social media
[Reply]
memulai adalah dengan langkah kecil, dan ternyata itu tidak mudah…..
[Reply]
hmm menyambut era Web 2.0 semuanya harus di 2.0 kan.. interaksi dua arah itu memang sangat penting
[Reply]
top abis bosss
[Reply]
dengan masuknya brand ke social media, interaksi dengan konsumer tidak lagi satu arah, tapi dua arah. Justru ini bisa membangun trustworthy sebuah brand itu. Hehe, saya juga kurang ahli masalah sosial ekonomi
[Reply]
keren potone …
[Reply]
Every one remembers that humen’s life is not cheap, however we need money for various stuff and not every man earns big sums money. Thus to receive some home loans and consolidation loans will be a correct solution.
[Reply]