Archive for May 5th, 2010

tak ada yang bisa hentikan dahsyatnya efek twitter

May 5th, 2010, posted in buku, social media

penyebaran berita via twitter begitu cepat dan tak bisa menghentikan. contoh konkret terjadi Selasa (4/05). mobil menteri sosial RI Salim Assegaf Aljufri menerobos jalur busway di daerah warung buncit. salah satu pengguna twitter menyaksikan peristiwa itu. tak lama kabar itu beredar luas lengkap dengan fotonya.

mungkin pak menteri tak menyadari, perilakunya yang ceroboh menerobos jalur busway itu tak akan menjadi polemik. kini semuanya berubah, di era sosial media sekarang ini, setiap orang bisa berperan menjadi penyebar berita sekaligus menjadi objek para pemburu berita.

apalagi penyebaran kabar itu dilakukan oleh seorang influencer. topik penerobosan mobil menteri seperti bola liar yang menyebar ke segala arah. sampailah kabar itu ke salah satu redaktur media online.

hanya berselang beberapa saja, kabar itu langsung muncul dimedia online dan dibaca jutaan orang di seluruh dunia. setelah dikonfirmasi, pak menteri yang berplat mobil RI 32 itu tidak membantah, dirinya memang masuk jalur busway. namun ia mengaku sudah meminta izin pada aparat yang berwenang.

alasannya menerobos jalur busway itu karena terburu-buru untuk menghadiri rapat di Istana Kepresidenan, sehingga terpaksa masuk busway yang telah semingguan ini disterilisasi dari kendaran non bus TransJ.

timeline twitter sepanjang siang itu diisi dengan perbincangan seputar perilaku pak menteri yang berasal dari pks itu. beberapa komentar dari orang-orang itu diantaranya

@nukman rasa hormat mudah meluntur di Twitter. Menteri dan presiden pun kini bisa jadi korban caci maki di sini #faktaminisocmed
@budionodarsono Yg melunturkan rasa hormat itu bukan Twitter tapi kelakuan menteri itu sendiri! Maaf!
@ifahmi Bukan hormat gak hormat, tapi semua setara di sini. Mau presiden, mentri, seleb, brand, orang biasa, semuanya megang toa
@kramput Busway doesnt stand for busy people way, dear minister.
@kramput Busway doesnt stand for tembus aja way, dear o dear minister.
@kramput Busway doesnt stand for buru2 and sibuk way, dear minister.

mengetahui dirinya diperbincangkan di twitter, pak menteri langung minta maaf. “Sampaikan salam dan permohonan maaf saya kepada warga Jakarta atas ketidaknyamanannya,” kata Mensos pada detikcom, Selasa (4/5/2010). menteri tifatul sembiring pun sempat berkomentar di twitternya, @tifsembiring: Ada keluhan u/ menteri yg lain?

dan pada malam harinya sekitar pukul 20:20 pak menteri yang punya akun twiter @salimsegaf itu pun memposting, ” Terima kasih utk respon dan masukan rekan2 seputar kejadian hari ini. Jd pelajaran berharga utk saya & tim. Dgn tulus mohon maaf pd masy.”

peran sosial media, dalam hal ini twitter sangat dahsyat. dan tak ada satupun kekuatan yang bisa menghentikan. sebaiknya semua masyarakan memahami ini. sehingga mereka mereka merasa perilakunya terpantau terus menerus kalau tidak mau menjadi bulan-bulanan seperti pak menteri pagi itu.

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis