di dunia online, privasi telah mati!

tanggal 31 mei ini, para facebooker ramai-ramai mengancam akan menutup akunnya di jejaring sosial itu. alasannya, facebook mengumbar privasi setiap membernya. mark zukelberg, penciptanya akhirnya angkat bicara. ia mengakui, facebook telah melakukan kesalahan dan segera mengubah kebijakannya.
sebenarnya facebook menyediakan banyak opsi dalam pengaturan privasi. jika sampai ada privasi yang terbuka untuk semua orang, kemunginan penggunanya belum mengetahui bagaimana cara settingnya.
apa sih sebenarnya privasi? menurut wikipedia, privasi adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.
aku duga mark menganggap para member yang memprotes kebijakan yang membiarkan privasi tersebut adalah orang-orang yang belum siap menghadapi dunia online. dan saya sangat menyetujui.
di dunia online seperti sekarang ini privacy is dead. di dunia online, tak ada lagi yang bisa disembunyikan. kita berselancar di dunia maya seperti telanjang. semua orang bisa melihat, memperhatikan, menghakimi dan mencatat, membincangkannya di social media. baik itu di blog, twitter, koprol, foursquare, forum, youtube dan lainnya.
saat ini setiap orang, adalah pemburu berita sekaligus nara sumber. siapapun dia setiap hari bisa memposting, membincangkan sesuatu yang berhubungan dengan teman, kenalan atau orang lain sesuai dengan persepsi mereka sendiri. begitu juga kita tak bisa melarang setiap orang menuliskan persepsinya tentang kita dan apa yang kita lakukan.
era web 2.0 memang dahsyat. internet mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati sebelum bertindak, berpikir sebelum berbicara atau menulis/ memposting. para onliner sekarang ini seperti menggantikan tugas malaikat pencatat amal baik dan amal buruk.
memang perlu waktu untuk terbiasa dengan karakter internet yang sangat egaliter itu. faktanya masih banyak orang yang gagap menghadapi karakter dunia online sekarang ini. pernah seorang tweeple yang marah-marah ketika postingannya di jadikan headline sebuah media. menurutnya, media harus minta ijin sebelum mempublikasikan. seorang yang keberatan itu lupa, mereka sedang berbicara di ruang publik.
jadi bagi mereka yang tidak siap dengan karakter internet, tidak usah sekali-sekali masuk ke dunia online. kembali saja ke dunia masa baheula. mungkin pilihan ini akan lebih menenteramkan. dan jangan lupa menuliskan pengalaman itu dalam buku diary dan menguncinya rapat.



on May 26th, 2010 at 09:41
orang yang takut akan privasinya di dunia maya berarti orang tersebut tidak bisa mengontrol diri sendiri untuk berprilaku baik,mau menjelekkan orang lain tapi tidak mau di jelekan.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 09:47
privasi juga perlu di lindungi . landansan hukum untuk undang-undang ICT kan sudah ada , walau memang masih menjadi kontroversial .. setidaknya sudah ada payung hukum , jika ada pihak-pihak yang merasa privasinya terganggu / di ganggu aktifitasnya di dunia Online (Internet)
[Reply]
on May 26th, 2010 at 09:48
Ok, Saya setuju dengan pendapat Anda
[Reply]
on May 26th, 2010 at 09:49
hahaha….kecuali di kamar mandi rumah sendiri (mungkin) tidak ada tempat di dunia ini yg menjamin privasi seseorang. jadi, jangan buka-bukaan dong, termasuk di dunia maya.
salam kenal.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 09:54
ada kalimat filosofis spiritualis: pemburu berita sekaligus nara sumber..!
subyek-obyek, tidak masalah hanya sekedar perbedaan posisi pengamat (bukan yang diamati). Tidak usah khawatir, di internet bisa jadi apa saja. FB bangkrut bakal segera ada gantinya. Akun di-ban? buat saja imil baru lantas daftar lagi.
Data pribadi takut digunakan yang tidak berhak? mmg kita punya data pribadi…?
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:03
makanya harus hati-hati tentang informasi diri sendiri, jangan buka rahasia kita lewat online. begitu kang fanabis? (dijawab po ora yo ?)
sepakat, kita harus pintar membranding diri
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:30
Untuk masuk dunia baru kita juga harus menyesuaikan dgan lingkungannya
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:37
LIKE THIS……… aku suka postingan ini, pendek tapi syarat makna dan saran yg bermanfaat. Setuju mas KW semuanya
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:46
Untuk masuk dunia baru kita juga harus menyesuaikan dgan lingkungannya
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:49
yups, betul tuh.
Kita sendiri juga yang harus ‘meproteksi’ data kita
[Reply]
on May 26th, 2010 at 10:58
bosnya Mashable udah lama bilang gitu; di ranah online/social media, tak ada lagi privasi — minimal berevolusi
[Reply]
on May 26th, 2010 at 11:10
kata teman yang pernah komen di blog saya, kurangi bicara tentang sesuatu yang bersifat ‘pribadi’ di media online. saya rasa itu bagus untuk mereka yang tak siap ‘diomongin, dinilai, dijudge/ dihakimi”.
Untuk beberapa pengguna yang punya tujuan jualan atau mempromosikan produknya mungkin agak kecewa jika benar sebagaian besar pemilik akun jejaring sosial menutup akunnya. Karena bisa jadi salah satu dari bagian besar tersebut adalah pelanggannya.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 11:12
bukanya mati, tapi kejepit diantara keyboard pc/laptop…ha ha ha
[Reply]
on May 26th, 2010 at 11:21
ngeri kalau, sekali posting tentang kejelekan kita, semua org akan tau..
klo gk siap yah mending tutup aja semua akun di situs2 yg pernah dibuat,
[Reply]
on May 26th, 2010 at 11:26
ada rasa sinis pada akhir tulisanmu,mas..kenapakah?
[Reply]
on May 26th, 2010 at 11:44
Sepakat! Ketika berhadapan dgn internet, kita bukan sedang berhadapan dengan PC dan laptop aja (klo jmn baheula, diary :p), tapi justru kita sedang berhadapan dengan dunia yg tanpa batas.
I like the closing paragraf. Aih, ini alasan sy nge-fan abis ama sampetan, pikirannya keren, wawasannya luas.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 12:07
setuju ma kamu, mas. tiap hari cek FB & ng-tweet, tapi aku tetep misterius kok. huahahahahaahaaa…
[Reply]
on May 26th, 2010 at 12:14
oleh karena itu …
lahirlah konsultan-konsultan online
[Reply]
on May 26th, 2010 at 12:15
wah konangan ne aku akeh kelamahene ambe kelebihane di tutup opo ora nyo
[Reply]
on May 26th, 2010 at 12:38
setuju mas. memang kita sendiri yang harus siap. atau, ya pinter2nya kita lah kalo sudah terjun di dunia online, jangan lantas umbar sana umbar sini. kecuali kalo sudah paham betul konsekuensinya. musti bisa bermain cantik
[Reply]
on May 26th, 2010 at 13:07
Semua memang kembali ke individunya. Memilih telanjang atau tidak.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 13:25
di dunia maya kita bs jg kok g telanjang
:)
[Reply]
on May 26th, 2010 at 14:04
bukan “nilai” yang mengikuti era, tetapi era-lah yang mengikuti nilai, jadi salah besar ketika kemodernan membenamkan orang-orang yang dengan teguh memegang sebuah nilai-nilai luhur.
yup modern itu hanya alat, cara menuju tujuan
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 14:18
privasi itu penting..
itu adalah jatidiri kita,
semoga kita bisa lebih cermat lagi dalam menanggapi hal-hal sperti ini
salam kenal
silakan kunjungi blog saya
http://blog.unand.ac.id/iwanbudiono006
[Reply]
on May 26th, 2010 at 14:33
seperti katamu dulu mas, di internet kita telanjang…
[Reply]
on May 26th, 2010 at 15:13
Biarpun privasi dibilang mati, kelihatannya banyak orang “cari mati” berkeliaran di jejaring sosial. Tidak ada lagi privasi, karena berbagi sudah jadi trend, selain menjadi narsistis memang bukan kejahatan ataupun dosa.
mungkin karena mereka tak sepenuhnya menyadari efeknya, karena dukungan teknologi yang mudah
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 15:16
hmmm… walau kita tidak bisa membatasi persepsi orang lain atau apa yang orang lain tuliskan, tapi kita kan tetap bisa membatasi apa yang kita katakan atau tuliskan, mas…
in short, kalau menurut aku, tetap saja kita punya kontrol terhadap apa yg ingin kita buka atau tidak buka, karena orang lain toh tidak akan setahu kita tentang kita sendiri, jadi kalau kita tidak menelanjangi diri sendiri ya kita ngga akan telanjang…
yg mesti dipahami adalah yang disebut ‘internet’ itu kan dibaliknya ada manusia2nya… artinya, apa yg muncul tertulis di internet itu ditulisnya oleh manusia juga… jadi ya kita jangan juga menelanjangi diri sendiri di dunia nyata, sehingga tidak bisa ditelanjangi di internet jika itu memang tidak dikehendaki…
apapun trend yg sedang berlaku, aku selalu percaya, manusia selalu dan memang harus selalu memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri, apa yang akan atau tidak akan dilakukannya, apa yg boleh atau tidak boleh dilakukannya menurut nilai-nilai yg dipercayainya… — itu yg membedakan manusia dengan mesin
salam, d.~
benar, kontrol tetap ada di manusianya. kl kita selalu baik, brandingnya juga akan baik
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 15:36
wah, menarik sekali….
kalu menurut aku, salah satu alasan kenapa seseorang kehilangan privacy di dunia maya, karena dia tak bisa menahan godaan untuk bersikap ‘narsis’…
tapi kayaknya lebih bagus jika dibikin posting aja di rumahkayu ya? supaya lebih rame, hehehe
selain tak bisa menahan diri, juga ulah “paparazi” yang makin sigap saja kali mas
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 17:28
menurut saya,
masih ada kok privasi di dunia online
tapi kembali lagi ke orangnya
lagian di dunia nyata aja, apa yg kita sebut privasi pun bisa menjadi tidak privasi lagi
apalagi di dunia online
benar sekali bung depz, sekarang ini kita nyaris tak punya tempat untuk sembunyi
fanabis
[Reply]
on May 26th, 2010 at 18:28
sore ma KW……… jaman baheulaaa tahun berapa sih mas KW………
tapi memang harus siap mental ya mas… setujuhhh
[Reply]
on May 26th, 2010 at 19:02
Argumentasi yang menarik dan saya setuju.
[Reply]
on May 26th, 2010 at 19:14
tidak setuju dengan “jadi bagi mereka yang tidak siap dengan karakter internet, tidak usah sekali-sekali masuk ke dunia online. kembali saja ke dunia masa baheula. mungkin pilihan ini akan lebih menenteramkan. dan jangan lupa menuliskan pengalaman itu dalam buku diary dan menguncinya rapat.”
seolah-olah kita ini jagoan internet, dan satu hal lagi, privasi bisa dijaga kok meskipun kita online, tergantung dari diri kita sendiri.
[Reply]
on May 27th, 2010 at 00:55
Mas KW… sekali- sekali beda pendapat boleh dong yaaaa? He he he… Peace!
http://rumahkayu.blogdetik.com/2010/05/27/di-dunia-online-privasi-itu-pilihan/
[Reply]
on May 27th, 2010 at 06:41
ekekekekekek ….
No comment ach
[Reply]
on May 27th, 2010 at 09:52
assalamualaikum. alasan BesaR adanya ancaman aksi 31 mei adalah karena ada oknum yang menistakan Nabi Muhammad SAW, panutan kita umat islam.
>>bukan masalah obral privasi, tapi penyerangan terhadap suatu kepercayaan adalah suatu pelanggaran.<<
oiya mas, ada apa dengan paragraf akhir tulisan mas fanabis?
“jadi bagi mereka yang tidak siap dengan karakter internet, tidak usah sekali-sekali masuk ke dunia online. kembali saja ke dunia masa baheula. mungkin pilihan ini akan lebih menenteramkan. dan jangan lupa menuliskan pengalaman itu dalam buku diary dan menguncinya rapat.”
trims.
[Reply]
on May 27th, 2010 at 09:58
so jangan terlalu membuka diri terhadap hal yg belum kita tau positifnya
http://suksesusaha.com/
[Reply]
on May 27th, 2010 at 10:12
Wah klo saya gak mau data saya di perjual belikan..
[Reply]
on May 27th, 2010 at 10:14
setuju…setuju…setuju….
[Reply]
on May 27th, 2010 at 10:40
bagaimana dengan Term and Condition? jika semua mengacu pada hal itu, saya kira tak perlu takut mengarungi kebebasan online, apalagi kembali ke zaman baheula. pasti ada netiket yang bisa dijadikan acuan. web 2.0 bukanlah era telanjang, dalam arti sebenarnya dan sebulat-bulatnya.
[Reply]
on May 27th, 2010 at 10:49
setuju banget.wlo ada payung hukum tapi masalah utama ada di pengguna.kenapa juga menelanjangi diri sendiri?tiap akun bisa diseting.masalahnya banyak yang “kelewat narsis” sampe buka-bukaan “semau gue”.
[Reply]
on May 27th, 2010 at 12:25
mas kw, karena udah cukup lama aktif di dunia online, gw termasuk yg pernah jadi korban identity theft.. bahkan pernah di dijuluki profesional scammer segala di beberapa trading forum internasional, blom lg diancam mo dibunuh sgala sama org bule yg kena tipu pake idenitas gw dan itu terjadi sebelum Facebook marak… pelajaran yg sangat berharga..
tp gw sangat setuju bahwa orang2 yg protes dgn kebijakan diatas yg mas KW bilang adalah org2 yang ngga siap menghadapi dunia online…
[Reply]
on May 27th, 2010 at 12:27
hehehe.. kasus..
[Reply]
on May 27th, 2010 at 12:43
benar banget… harus jago-jago ngatur profile kita di internet
[Reply]
on May 27th, 2010 at 20:52
haahahah…
di ujungnya agak sedikit sinis ya Mas? kesal?
Kalo aku ngelihatnya aneh aja… mau makan update status, mau bobo update, mau boker pun di update! halah..
Yah, sepakat mas..
banyak orang blm ngerti dan blm sadar apa yang sudah mereka lakukan di dunia online ini, ga nyadar apa seluruh dunia dan isinya ini menatapnya bulat2! hehe
banyak orang yang makin gila dengan dunia ini, tapi sayangnya mereka tidak mengerti konsukuensinya, parahnya lagi emang sama sekali ga ngerti, keamanan privasilah, inlah itulah, apalagi setting ini itu.. (lumayan gapteklah) eh, maen hajar aja!
Ya, privasi masih ada, kembali ke diri masing2…
anyway, ini posting keren abis!!!
[Reply]
on May 30th, 2010 at 11:22
sep…
[Reply]
on May 31st, 2010 at 11:03
gunakan fb secara bijak, jgn terlalu mengexpresikan diri dgn jelas
http://bisnisku-modal-kecil.blogspot.com/
http://www.suksesusaha.com
[Reply]
on May 31st, 2010 at 11:04
setuju dgn tulisan ini apapun argumentasinya “PRIVATE IS THE NEW PUBLIC” didunia online
[Reply]
on May 31st, 2010 at 11:11
koq ya aneh nyalahnyalahin pesbuk
mau di blog ato tweet ato jejaring sosial apapun bahkan di dunia nyata it depends on the person
untuk menjaga sendiri privasinya
[Reply]
on January 18th, 2011 at 15:03
Make your life time easier get the loan and all you require.
[Reply]
on August 10th, 2011 at 13:28
Wonderful article. I been looking for one on a similar note. I guess you always have something up your sleeve.
[Reply]