video porno dan perilaku seks remaja

perkembangan berita video mesum mirip artis belum surut juga. bahkan konon masih ada puluhan video mesum lain yang dilakukan oleh aktornya dengan pasangan yang berbeda-beda. apakah pemunculan video mesum itu hanyalah puncak gunung es?
mereka adalah idola. masyarakat, utamanya para fansnya yang mayoritas remaja tentu dengan mudah akan mencontoh perilaku mereka. karena bisa jadi, perilaku seperti yang mereka lakukan dalam video tersebut sangat wajar.
minggu sore (13/06) pada acara jhon pantau, transtv mengungkapkan hal yang tak begitu berbeda. data-data yang disajikan mengungkapkan 97% remaja sudah pernah menonton film porno. bahkan dari survey yang dilakukan dengan menanyai anak smu (yang dikaburkan wajahnya) terungkap dengan jelas, mereka sudah terbiasa berhubungan intim layaknya suami isteri.
begitulah kondisi masyarakat indonesia sebagian (besar/kecil). berita video bokep mirip selebritas itu menyebar sampai ke pelosok-pelosok kampung di indonesia yang masih terjangkau sinyal handphone. aparat berwenang merasa kecolongan dan melakukan tindakan liar: merazia hape anak-anak sekolah dan menyita komputer di warnet-warnet.
tampaknya cara-cara yang dilakukan orang tua atau sekolah telah gagal membentengi derasnya arus informasi buruk yang terus-menerus menyerang dari 8 penjuru mata angin. tentu para orang tua yang paling was-was memikirkan “keselamatan” putra-putrinya. mereka harus menciptakan cara baru untuk menanggulangi bahaya kemerosotan moral yang (mungkin) melanda sebagian remaja di indonesia.
jika pengaruh buruk itu diperoleh dari internet dari lingkungan rumah, solusinya cukup mudah. misalnya mendampinginya sewaktu berselancar, menempatkan komputer di ruang keluarga atau terbuka, memprotek content dengan software tertentu dan memberikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi private chat dll.
lalu bagaimana jika mereka berada di luar rumah atau mengakses via handphone, warnet atau tempat lain? ada yang punya ide bagaimana menghindari akses informasi buruk tersebut?



i dun no mas, i dun no bagaimana mengatasi dan menghindari akses informasi buruk dqri luar macam warnet dan sebagainya…
mugi mugi semua slamet
[Reply]
jadi, masalah pergaulan bebas sudah sangat tidak asing lagi di indonesia,,
wduh, jadi berabe ni masalahnya,
seharusnya pemproteksian terhadap peng aksesan situs yang tidak-tidak di tiap warnet harus selalu ada,
salam,
[Reply]
Kelihatannya memang teknologi komunikasi seperti handphone dan internet itu kurang cocok untuk anak dibawah 17 tahun ke atas.
Kalau dipikir-pikir, masak sih kecil-kecil sudah layak punya ponsel dengan fitur-fitur yang lengkap seperti kamera, internet, dll.
[Reply]
Kalau dipikir-pikir, teknologi komunikasi semacam itu sebenarnya kurang cocok bagi orang dibawah 17 tahun.
Masak sih kecil-kecil sudah punya ponsel dengan fitur lengkap seperti kamera, internet, dll.
[Reply]
Wah, keduluan fanabis nih ngebahas tentang John Pantau di TransTV. Saya baru saja publish posting-an tentang itu.
Kalau lihat TVOne pagi harinya, Effendi Ghazali memang menyampaikan analisisnya bahwa apa yang terlihat di layar kaca tentang 3 seleb yang videonya tersebar liar itu mungkin memang hanya puncak gunung es. Lihat saja siapa yang sebelumnya pun sudah begitu. Berapa banyak seleb Indonesia yang tidak malu mengakui bahwa anak mereka adalah hasil hubungan di luar nikah, bahkan tak diketahui siapa ayahnya (karena seringnya berganti-ganti pasangan. na’udzubillah…), dan mereka itu tak dikenai sanksi apapun oleh masyarakat, hanya karena rekam jejak mereka tak terlihat, walaupun buktinya (bayi tak berdosa itu) ada. Inikah budaya kita? Tak kasat mata, tapi nyata…
[Reply]
wah,kalau saya si kembali ke diri masing-masing saja.Kalau hanya sekedar ingin tau saja sih tidak apa-apa,dengan syarat sudah cukup umur.Karena salah satu prilaku manusia adalah rasa ingin tahu yg besar,apalagi jaman sekarang pemikiran orang sudah luas. Sesuatu hal yg dilarang malah menjadi sesuatu yg ingin orang ketahui.Jadi kita harus mencermati perkembangan teknologi yg terjadi didunia ini,ambil hal positifnya saja.
Saya harap kunjunganya ke blog saya:
http://blog.unand.ac.id/members/fachrulramadhan/profile/
[Reply]
ane tak tahu, ente ada solusi ga??
ini wabah bakal semakin menyebar klo ga d musnahin.
ayo brntas prngrfi ma prno aksi
[Reply]
kembali ke diri masing2 saja,yg penting kita jangan sampai terpengaruh dgn hal2 trbt.Kalau sekedar mau tahu sih tidak apa2 asalkan sudah cukup umur.
terima kasih:
http://blog.unand.ac.id/langang/
[Reply]
itu bukan budaya asli kita, karena kita mengetahui sendiri bagaimana adat istiadat dan budaya kita yang sesungguhnya.
semua sudah hilang dikikis oleh datangnya budaya asing yang diterima dari barat, yang di anggap sebagai kemodernan zaman saat ini.
[Reply]
Ma’af apabila berbeda dengan yang lain,kalau hanya ariel-luna itu belum seberapa,sebab ada situs tertentu yg.99% adalah …?,dan memang disajìkan untuk ponsel..pepe..nity..ma’af sebagian kusensor sendiri.
[Reply]
Bener mas, sy yg punya anak2 yg mulai ABG jadi ikutan ngeri, untung aja sekolah melarang keras anak membawa HP, jadi sewaktu2 bisa ikutan periksa dan buka file2 mereka, tp perilaku diluar yg kadang sulit kita awasi.
Pendekatan secara Moral agama dan pendekatan ortu sebagai teman mungkin lebih fleksibel, bagaimanapun juga berjamurnya warnet dan segala informasi didalmnya sangat sulit dibendung, tapi sy menyediakan akses komputer dan internet di rumah di ruang keluarga, mudah dimonitor dan dilacak browsing history mereka. Semoga pemerintah lebih perhatian untuk yg beginian dg memblokir / membatasi akses situs2 prn yg buaanyakkk sekali itu.
[Reply]
Mungkin hanya sebagian kecil dari blog di pepe..nity..yg.bersih,termasuk milikku ini.
[Reply]
Itulah kenyataan
Orang tua melepas anak untuk mempelajari teknologi, orangtua gaptek (gagap teknologi)
Orang tua kurang waspada, akhirnya masa depan anaknya taruhannya…
Mari kita bangun Indonesia yang cerdas, menguasai teknologi membangun negeri
Wassalam
[Reply]
bginilah kehidupan pada zaman skarang dengan adnya pengaruh perkembangan an teknologi
[Reply]
Bingung juga… beginilah dampak negatif teknologi, hanya kesadaran diri kuncinya
[Reply]
Untuk warnet, Tergantung moral pemilik warnet. Jika mereka concern thdp moral remaja dan bangsa ini, maka seharusnya mereka memblokir situs2 esek-esek tsb.
Anak sebaiknya tidak dibekali dgn hp yg berfitur video. JIka hanya ingin agar kita tetap dpt berkomunikasi dgn anak, maka hp biasa saja suah cukup.
Harus diperhatikan betul dgn siapa anak bergaul.
[Reply]
pendidikan agama dan pendidikan didalam keluarga
memang tidak akan menjamin 100%
tapi setidaknya meminimalisir
[Reply]
Jangan lupa dan perluingat hp bukan setakat berhubungan perlu di ingat di era muderen terlalu banyak kegunaannya. jangan kerana nyamuk kelambu dibakar.
[Reply]
Tulisannya bagus sekali. Apalagi buat remaja dan yg lainnya. Sebaiknya bagi para remaja harus mengetahui dampak negatif dari sex bebas tersebut dan harus mendapatkan bimbingan yang benar dari orang tuanya…
[Reply]
perkembangan teknologi sangat lah bagus… tapi jangan sampai di salah gunakan bung….
[Reply]
jika pengaruh buruk itu diperoleh dari internet dari lingkungan rumah, solusinya cukup mudah. misalnya mendampinginya sewaktu berselancar, menempatkan komputer di ruang keluarga atau terbuka, memprotek content dengan software tertentu dan memberikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi private chat dll.
Sayah setuju sih dengan cara ini. Tapi, kalo menurut sayah, yang paling penting adalah ORANG TUA dahulu yang memberi tahu tentang SEKS pada remaja atau anak-anak. Karena walau gimana dilindunginya pun seorang remaja dari pornografi, ntah dr mana dia pasti akan tau. *Pengalaman sayah sebagai seorang remaja yang tau soal seks bukan dr orang tua*
[Reply]
gambarnya itu mantap mas…
[Reply]
sebenarnya itu semua tergantung mental masing masing
[Reply]
tergantung personalitnya si
[Reply]
ada remaja yg penasaran ingin mendapatkan informasi ttg itu. ada juga yang ketika dapat informasi, bahkan ada peluang untuk melihat tentang hal itu, mereka tetap tidak ingin melihatnya. kenapa remaja tersebut tak tertarik? bisa karena keteguhan imannya, bisa juga karena pendidikan yang benar-benar membentuk karakter mereka untuk selalu berlaku baik dan santun. bisa jadi.
[Reply]
rhudie1990: bnar tuh..
[Reply]
bagi yang muslim baca ini dulu biar gak kepengaruh ama Video itu:
http://miauideologis.blogdetik.com/2010/06/29/hukum-nonton-video-mesum-atau-hubungan-seksual/
[Reply]
davcni svetovalec poteza
[Reply]