gesang, buku biografinya diterbitkan ulang

membaca kehidupan gesang, kita seperti menelusuri ceruk dunia yang belum pernah dijamah orang. di tengah keriuhan mayoritas yang menilai kebahagiaan dengan uang, gesang mempunyai definisi lain. ia sudah cukup bahagia ketika ia bisa melihat capung-capung yang beterbangan di pinggir kali atau bisa rengeng-rengeng di tempat yang sepi.
karena itu ia menolak meneruskan usaha batik ayahnya. laki-laki yang bernama lahir soetadi ini lebih memilih menyanyi dan mencipta lagu. meski masa depannya tidak jelas ia yakin Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan sebaik-baiknya. dan keyakinannya terbukti, sekarang ia dikenal sebagai maestro keroncong.
namun untuk sampai pada pencapaian tersebut, ia harus menjalani hidup yang sungguh serius dan tak main-main. hidup gesang bak air keruh yang mengalir tanpa gejolak. muram, namun ia menjalaninya dengan kuat.
usia lima tahun ibunya meninggal. perkawinan yang telah dibinanya selama 22 tahun kandas. walinah, isterinya yang matre menguras semua harta yang dimiliknya. termasuk rumah warisan orang tuanya yang sekaligus dijadikan toko di tirtonadi. dalam keadaan luntang-lantung itu ia dipertemukan dengan ngainah, mantan pembantunya.
ngainah telah menganggap gesang adalah keluarganya. maka di rumah sempit 3 x 6 meternya di daerah munggung, solo gesang menumpang tinggal termasuk makan. hubungan keduanya unik. mereka saling membutuhkan, namun tidak terikat dalam perkawinan. mereka telah saling menganggap sebagai saudara
seluruh lagu-lagunya adalah catatan adegan-adegan kehidupannya. lagu-lagunya adalah ungkapan suara hatinya terdalam. ketika mencipta tak ada niatan untuk memperoleh imbalan, apalagi materi. “jika aku mengharap laguku populer dan disenangi orang, berarti dalam proses penciptaanya aku sudah memasukkan unsur kepentingan baik moril maupun materiil. itu pada akhirnya akan mempengaruhi orisinalitas laguku(hal 131).
contohnya lagu bengawan solo. lagu itu adalah potret telanjang keadaan sungai terpanjang di jawa kala itu. meski lagu itu sekarang populer di banyak negara, dalam penciptaanya gesang meragukan keindahannya. ia sempat meminta pendapat temannya apakah lagu tersebut bagus atau tidak.
gesang yang mengaku penakut ini bukanlah seorang yang ambisius. gesang adalah sosok seniman yang tak silau dengan popularitas. menurutnya popularitas itu adalah racun yang sangat membahayakan. aku mencipta hanya karena ingin mencipta. menyalurkan segala rasa yang berkecamuk di hati kedalam musik (hal 131).
sehingga ketika ia terlunta-lunta ia tak pernah meratapinya. lapar dapat menjadi perasaan yang memukau, bisa mempertebal ketahanan tubuh dan membuat lebih peka. lapar adalah keindahan yang sering menggiringku ke sebuah inspirasi (hal 246).
di hari tuanya ia menempati rumah pemberian gubernur jawa tengah (waktu itu soepardjo rustam) di daerah palur, karang anyar. tentang kematian begini katanya, mengapa harus takut? hidupku toh tidak terlampau indah sehingga tak perlu menyanyangkannya.
buku biografi ini pernah diterbitkan pada tahun 1998 oleh balai pustaka.
judul buku : gesang: mengalir meluap sampai jauh
penulis : isharry agusjaya moenzir
jumlah hal: 294
penerbit : gramedia



ispirasi yang menarik….
[Reply]
sosok yang tangguh, yang tak pernah takut menjalani hidupnya ^_^
[Reply]
salut dengan segala apa yang telah beliaulakukan
salam kenal
http://blog.unand.ac.id/iwan06/
[Reply]
trenyuh
[Reply]
Pelajaran yang bisa didapat antara lain:
Keyakinan bahwa semua keperluan kita pasti dicukupi oleh Allah;
Hasil karyanya merupakan buah sebuah perenungan, tafakur dan keikhlasan menjalani hidup sebagai amanah. Bukan untuk mencari popularitas, dan yang sejenisnya.
[Reply]
salam salut dariq buat beliau
[Reply]
Website Penghasil Rupiah, Tanpa mempelajari Ebook, Tanpa membuat website/ blog, Tanpa membeli domain / hosting, http://www.komisiseratuspersen.co.cc/
[Reply]
hikmah gesang yang luar biasa…..
[Reply]
hiks hiks kisah hidup memilukan
[Reply]
karya gesang sungguh luar biasa, patut menjadi acuan bagi musisi indonesia, salam sukses selalu
[Reply]
Jadi ngiler buat membaca bukunya. Salam sukses.
http://PakOsu.wordpress.com/
[Reply]
memang sudah sepantasnya….
[Reply]
Blogger baru mampir . . . Salam kenal . . .
[Reply]
Karya yang indah dan elok bisa lahir dari kecintaan tanpa pamrih, apa yang telah dilakukan oleh beliau adalah kecintaannya terhadap seni, beliau mencipta tanpa mengharap kelak menjadi terkenal, tak berharap ia menjadi top atau mendapatkan materi, Inilah patut menjadi contoh dan inspirasi bagi seorang seniman, berkarya dari dalam hati yang paling dalam, Pak Gesang, aku salut padamu.
[Reply]
Aku pingin baca, pinjem dongggggg
[Reply]
Benar-benar seniman sejati.
[Reply]
I prefer to express due to this writer for rescuing me from this problem. After searching all through the world-wide-web and receiving views that weren’t beneficial, I assumed my life changed into completed. Present minus the options to the issues you’ve sorted out through your entire quick article is a major case, as well as those which might have in a unsuitable manner damaged my occupation if I had not hit upon your net weblog. That expertise and kindness in handling loads of things changed into vital. I don’t know what I’d have completed if I hadn’t discovered such a field like this. I’m able to also at this point relish my future. Thanks a lot for the dependable and sensible assist. I won’t assume twice to counsel your internet page to any individual who requires course on this topic.
[Reply]
Ot arrived, sir! Exclaimed spottletoe, in a great heat.
Bygone times; and in thy lingering touch upon the keys, and the rich.
My daddy
Know how long we are expected to wait.
[Reply]
whoah this weblog is magnificent i like studying your posts. Stay up the good work! You already know, a lot of persons are searching round for this information, you could help them greatly.
[Reply]
OMG , apakah Anda melihat whats transpiring di Suriah ? Meskipun tindakan keras pemerintah brutal, demonstrasi terus
[Reply]