Archive for October 11th, 2010

benarkah twitter hanya omong kosong?

October 11th, 2010, posted in social media

suatu siang di sebuah kantor, karel (karyawan it jakarta) menantang lomba banyak-banyakan penambahan follower dengan rekannyanya. ajakan itu mendapat respon baik. semua teman selantainya setuju, yang penambahan followernya paling sedikit minggu ini mentraktir ke pizza hut.

di kalangan pengguna twitter, mempunyai follower lebih banyak dipersepsikan serba lebih. lebih pintar, lebih berpengaruh, lebih senior, lebih punya otoritas dan seterusnya. padahal sebernnya semua itu tak ada kaitannya sama sekali. namun jujur saja, semua pasti lebih suka kalau mempunyai follower banyak.

sehingga tak sedikit para “pemula” pengguna twitter sering memfollow seseorang disertai ancaman dengan mengatakan follow balik ya?

bagi sebagian orang, hal-hal seperti diatas adalah konyol dan aneh. di twitter, kekonyolan-kekonyolan itu makin nampak ketika seorang user memposting link. memang twitter menyediakan aplikasi twitlonger ini. karena link tersebut tak jelas (pakai pemendek alamat url) sehingga rawan ngeklik spam atau virus.

sebagian onliner menganggap, twitter adalah omong kosong belaka tanpa makna? karena sebagian orang ngetiwt tanpa mikir, asal-asalan dan kebanyakan chatting. chatting personal yang tak ada hubungan dengan user lain menjadi konsumsi publik, dan ini sungguh-sungguh menjengkelkan.

celakanya ngetwit itu seperti minum air laut. semakin banyak kau ngetwit semakin kau haus untuk ngetwit lagi. tentu saja masih hal-hal yang remeh. misalnya sampai jam segini siang, ia belum ngetwit. apalagi jika kehilangan satu follower, seorang user kadang berpikir keras, menganalisa apakah postingannya ada yang salah. dan selanjutnya memikirkan mau ngetwit apa selanjutnya.

belum lagi “bising”nya di timeline (garis waktu). bagi yang memfollow sedikit orang, tentu agak tidak masalah mengamati pergerakan garis waktu. bayangkan jika memfollow ribuan tweeps, dipastikan mata akan cepat rusak. belum lagi, apa yang disampaikan seribu orang itu berbeda dan bisa jadi tak ada hubungannya sama sekali. belum lagi twit robot.

yang paling mengerikan bagi user yang ngetwit tak kenal waktu dan tempat, ngetwit bisa merenggangkan hubungan dengan orang yang lebih dekat. misalnya ketika berdua naik taksi dan macet. dipastikan mereka akan ngetwit terus, ingin berhubungan dengan semua orang di luar, kecuali temannya yang ada di sampingnya.

sehingga ngetwit itu hanya sia-sia tak ada makna, bagaimana menurut kalian?

  • Facebook
  • Google
  • TwitThis