benarkah twitter hanya omong kosong?

suatu siang di sebuah kantor, karel (karyawan it jakarta) menantang lomba banyak-banyakan penambahan follower dengan rekannyanya. ajakan itu mendapat respon baik. semua teman selantainya setuju, yang penambahan followernya paling sedikit minggu ini mentraktir ke pizza hut.
di kalangan pengguna twitter, mempunyai follower lebih banyak dipersepsikan serba lebih. lebih pintar, lebih berpengaruh, lebih senior, lebih punya otoritas dan seterusnya. padahal sebernnya semua itu tak ada kaitannya sama sekali. namun jujur saja, semua pasti lebih suka kalau mempunyai follower banyak.
sehingga tak sedikit para “pemula” pengguna twitter sering memfollow seseorang disertai ancaman dengan mengatakan follow balik ya?
bagi sebagian orang, hal-hal seperti diatas adalah konyol dan aneh. di twitter, kekonyolan-kekonyolan itu makin nampak ketika seorang user memposting link. memang twitter menyediakan aplikasi twitlonger ini. karena link tersebut tak jelas (pakai pemendek alamat url) sehingga rawan ngeklik spam atau virus.
sebagian onliner menganggap, twitter adalah omong kosong belaka tanpa makna? karena sebagian orang ngetiwt tanpa mikir, asal-asalan dan kebanyakan chatting. chatting personal yang tak ada hubungan dengan user lain menjadi konsumsi publik, dan ini sungguh-sungguh menjengkelkan.
celakanya ngetwit itu seperti minum air laut. semakin banyak kau ngetwit semakin kau haus untuk ngetwit lagi. tentu saja masih hal-hal yang remeh. misalnya sampai jam segini siang, ia belum ngetwit. apalagi jika kehilangan satu follower, seorang user kadang berpikir keras, menganalisa apakah postingannya ada yang salah. dan selanjutnya memikirkan mau ngetwit apa selanjutnya.
belum lagi “bising”nya di timeline (garis waktu). bagi yang memfollow sedikit orang, tentu agak tidak masalah mengamati pergerakan garis waktu. bayangkan jika memfollow ribuan tweeps, dipastikan mata akan cepat rusak. belum lagi, apa yang disampaikan seribu orang itu berbeda dan bisa jadi tak ada hubungannya sama sekali. belum lagi twit robot.
yang paling mengerikan bagi user yang ngetwit tak kenal waktu dan tempat, ngetwit bisa merenggangkan hubungan dengan orang yang lebih dekat. misalnya ketika berdua naik taksi dan macet. dipastikan mereka akan ngetwit terus, ingin berhubungan dengan semua orang di luar, kecuali temannya yang ada di sampingnya.
sehingga ngetwit itu hanya sia-sia tak ada makna, bagaimana menurut kalian?



on October 11th, 2010 at 13:44
twitternya ga salah. kebanyakan orang indonesia menggunakannya dengan cara yang salah.
twitter dibuat sebagai media untuk menyampaikan informasi/berita singkat. sementara, user di indonesia, kebanyakan asal posting saja. ga peduli isi bermakna atau tidak. bahkan lagi “b*rak” pun kayaknya diposting.
[Reply]
on October 11th, 2010 at 13:47
Lu sendiri gimana bro???
Jangan sampai bilang, ‘Opera van Java lucu dech… Udah nonton berapa kali? Belum pernah, ane cuman denger temen ngobrol …
[Reply]
on October 11th, 2010 at 13:47
Lho, suka-suka toh. Whong ngetweet aja koq diributin. Follow suka2, unfollow suka2 & ngetweet suka2. Terus apa masalahnya? Saya nggak pernah koq ngitung follower >> kurang kerjaan amat :p
situ nggak punya twitter ya?
[Reply]
on October 11th, 2010 at 13:48
twitter dan facebook adalah produk kapitalis amerika dan yahudi!
[Reply]
on October 11th, 2010 at 13:50
saya lebih senang ngeblog drpda twiteran….he-he-he….lebih bisa mengekspresikan diri…
[Reply]
on October 11th, 2010 at 13:54
selamat dan sukses, salam dari rahmat
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:00
sedikit banyak ane setuju ama pendapat mas firman. yah, twitter, seperti halnya facebook, plurk, atau bahkan blog sekalipun hanya menjadi media yang menjembatani apa yang ada di pikiran orang menuju pihak lain.
nah, semua juga kembali ke masing” orangnya saja, apakah mau mengumpulkan dan berbagi (pinjem istilahnya @jogtug) atau hanya ikut”an saja, biar BB ato iPhonenya nggak cuman buat nelpon dan sms.. -selain bergaya tentunya
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:00
twit or not to be twit
follow or not to be follow
emang udah gak pada punya temen nyata kali yah?
gak pengin ngrasain becanda ambil toyor toyoran
udah gak pada suka yah lihat ekspresi sebelah kita kalo lagi keluarin komen komen ngakak, lebay, atau garing sekalipun.
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:03
buat sy mah simple aja. kontrol kan ada dijari kita. ya follownya klo org2 yg qualified di bidangnya ya pasti bermanfaat. coba follow aja gunawan muhamad, seri kultwitnya ok bgt tuh…
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:22
Jangan lupa follow saya ya,
Jangan sampe nggak ya.
Ajak kawan-kawan, sodara, sohib dll
hanya di @MasBen
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:35
Twitter-nya tidak salah. Penggunanya yang perlu mentaati kode etik saat men-tweet.
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:38
benar apa yg tlah di komentar sblm sy. Mnrut sy semua it trgntng diri sndri. Stiap org pun berbeda-beda cr mggunaknnya.
[Reply]
on October 11th, 2010 at 14:50
Mr. @ev, sang founder & CEO twitter pernah bilang klo twitter itu jejaring informasi, dan bukan jejaring sosial.
Well, sama kaya posting2 sebelumnya, sebenernya semua social media tergantung tujuan, tingkat kedewasaan dan tingkat kecerdasan usernya. Dipake buat mecah belah agama bisa, dipake kampanye calon presiden bisa, dipake untuk branding & marketing produk juga bisa.
selamat berkicau
[Reply]
on October 11th, 2010 at 15:19
ambil sebagai hiburan saja mas. kalau ada yg penting dan informatif, ya, difollow up,hehe
[Reply]
on October 11th, 2010 at 15:43
Wah Ketinggalan Kereta lagi nieh… nggak bisa amankan PERTAMAXXX…
Gue banget tuh bang…, Ngetwit nggak jelas “Juntrungnya” Plus ngetwitt LINK yang nggak jelas pulaa… Hahahaha…. mhn maap ya Bang kalau selama ini “Kicauan” aku bikin bang KW Pusing n mual…. hehehehe…. Piiissss…!!!
BTW ini ada sedikit Info “TWITTER POLISI” se INDONESIA….
Klik Ajja : http://tribrata.blogdetik.com/2010/10/11/polisi-online-coy/ (Maap ya bang, Numpang Promo Lagi)
Cabedeh…..!!!
Pedes Dunk….???
[Reply]
on October 11th, 2010 at 16:22
mulut komat kemot matanya melotot……..
(sambil memikirkan untuk log out setelah koment)………huh payah…….balikin duit…..penonton kecewa…..
[Reply]
on October 11th, 2010 at 16:23
koment lagi deh…..hihihihihi…..
[Reply]
on October 11th, 2010 at 16:41
jadi keinget oleh cerita dari teman waktu dia ke bali, orang indonesia di pantai malah mainan HP,asyik ngetweet atau nge FB,biasa nya updatetannya “lagi di bali neh” atau bla bla bla,sedang orang bule asyik bermain di pantai,berjemur dll,
parah banget kan……udah rugi uang rugi waktu,tapi gak menikmati sekeliling tempat di bali….kwakwkawkakwkak…..
[Reply]
on October 11th, 2010 at 19:54
untuk bisa mendapatkan followe banhyak bisa diatur.
saya punya followe yang lebih dari seribu, tapi saya juga tidak berpengaruh
@kurniasepta
[Reply]
on October 11th, 2010 at 21:10
Hahaha..
Konyol enggaknya sih tergantung usernya gan..
Selama gak seaneh yang digambarin di artikel ente, ya sah-sah aja menurut ane..
Kalo yang kbnykn timeline sih emg ngrepotin, akhirnya yg saya follow, saya pilah/ih untuk di unfollow.
[Reply]
on October 12th, 2010 at 10:55
mending follower dikit tapi influencer semua?? hehehehehehehe
[Reply]
on October 12th, 2010 at 12:42
Tergantung apa yg ditweet. Kalo cuma titituwit ya ga ada manfaatnya ..
Salam.
[Reply]
on October 12th, 2010 at 14:01
Postingan mas kw ini nyambung banget sama postinganku yg berjudul oh smartphone seminggu yg lalu , toss mas, kita sehati he..he…
[Reply]
on October 13th, 2010 at 00:32
hehe aku sih sing penting ngetwit. karena masih pemula.
[Reply]
on October 13th, 2010 at 09:22
twitter adalah wadah yang baik sederhana untuk bertukar informasi. Tweet bukan omong kosong tapi sangat berguna.
[Reply]
on October 18th, 2010 at 11:42
Twiter itu micro bloging….. dan jg memang diciptakan seperti short message service….. jadi ya sebagai sarana mengirim pesan dsb juga.
Tahu mengapa twitter hanya menggunakan 140 character?
karena jumlah itu biasanya untuk karakter max dalam penulisan sms.
teak lawn
[Reply]
on October 18th, 2010 at 11:43
teak lawn
[Reply]
on October 26th, 2010 at 14:52
kalau aku sih masalah facebook dan twitter sama2 butuh “kepercayaan” seseorang agar percaya apa nggak, soalnya banyak juga apa yang di tulis di twitter maupun di facebook itu kebanyakan membohongi orang2 yang membacanya…
[Reply]
on October 22nd, 2011 at 09:42
ya believe or not aja terserah orang mau mananggapi seperti apa????
[Reply]