
semua (calon) penulis pastinya menginginkan bisa menulis bagus. setiap (calon) penulis pastinya mempunyai seorang penulis favorit dari generasi sebelumnya. hal ini terjadi karena dulu kala, media untuk mempublikasikan tulisan masih sedikit yakni koran dan kawan-kawan sejenisnya.
keadaan itu menyebabkan susahnya penulis dikenal dan mempunyai fans. karena yang tulisannya sukses terpublish sangat sedikit lama-lama menulis dianggap sebagai pekerjaan yang begitu susahnya. sampai-sampai untuk menunjukkan (secara tak sengaja) kesulitannya mereka memilih kehidupan yang zuhud. kumal, buram dan ruwet!
saya pernah mendengar ada candaan yang beredar disela-sela obrolan tentang buku, film atau musikal bahwa semakin pembaca atau penoton tak memahami isi atau apa yang ingin di sampaikan, karya tersebut makin dianggap bagus. kalau tak ngomong bagus, akan dianggap tak paham!
namun menurut @mumualoha, menulis adalah pekerjaan pertukangan biasa yang tak memerlukan passion, tapi harus profesional. dan ucapannya itu ia buktikan dengan bisanya ia menulis mengenai apa saja. mulai dari menulis berita, menulis novel, kritik film, portal berita syariah dan buku “kenang-kenangan” temannya yang telah meninggal.
itulah yang mengemuka pada kelas Creative Writing yang diselenggarakan oleh akademi berbagi. komunitas onliner yang mengadakan kelas-kelas pendek tanpa dipungut biaya.
@mumualoha menambahkan, ketika teknologi melahirkan blog dan twitter, masihkah perlu kita menulis bagus? karena saat ini setiap penulis bisa sekaligus menjadi publisher. sehingga tulisan mempunyai “penggemar”nya masing-masing. otomatis, menulis apapun dan bagaimana pun pasti dipuji-puji.
menulis bukanlah menjawab hal-hal penting. karena semua tema adalah setara. menulis mengenai follower di twitter tak kalah seksinya dengan ketika menulis yang bertema feminisme atau tentang teroris.
di twitter yang hanya menyediakan 140 karakter, ide yang akan kita sampaikan harus diperas sampai habis agar tak terpotong dan maknanya hilang. efektif dan efisien mungkin tepatnya. bagus? belum tentu.



yang penting nulis itu jujur kan mas
hihi tapi tetep harus bagus!
[Reply]
untara Reply:
January 14th, 2011 at 15:38
eh, kang Bair udah datang duluan. btw, selamat ya atas blog & domain barunya .. permisi kang Fanabis, saya cuman mo nagih makan2 ke kang bair .. :))
[Reply]
Kang Yudhie Reply:
January 16th, 2011 at 22:24
selain jujur, bagi saya menulis tentang apapun asal mudah dipahami maknanya oleh pembaca dan berdampak positif serta membawa kebaikan. bagi saya itu akan sangat berarti daripada sebuah tulisan yang bertele tele dengan bahasa yang susah dimengerti oleh pembacanya.
[Reply]
sibair Reply:
January 17th, 2011 at 14:57
mas un jangan nagih utang di rumah orang..
[Reply]
asik ih tulisannya! setuju saya!
[Reply]
yang penting, tulisannya itu bukan HOAX ya
[Reply]
nyesel juga gak dateng ke sharingannya mas mumu nih.
[Reply]
nyaris semua yang diajarkan @mumualoha saya iyakan, kecuali bagian passion-nya
Apalagi ketika @mumualoha membandingkan dengan tukang sapu jalanan, yang menurutnya sebuah pekerjaan yang tidak memerlukan passion. Saya pun langsung teringat salah satu episode kick andy tentang opa Gavin Birch atau dikenal juga dengan nama Husin Abdullah.
Kenapa namanya dikenal? kenapa sampai dipanggil kick andy? Sesimple karena keperduliannya memumunguti sampah, menyapu jalanan, di pulau lombok sana.
Kenapa Gavin yang dikenal dan bukan sekian banyak tukang sapu jalanan di jakarta, misalnya? Karena Gavin bekerja dengan passion-nya. Dan kebanyakan tukang sapu jalanan bekerja hanya karena demi dapat gaji tanpa passion. Hasilnya jelas beda.
Demikian juga dengan tulisan dan penulis. Apa semua bisa menulis? iya! Apa membuat tulisan mudah? iya! Satu-satunya yang membedakan tulisan akan menjadi menarik atau tidak adalah adanya passion di dalamnya!
Dan passion dalam menulis itu bukan pemberian begitu saja dari Tuhan. Tapi gabungan dari pengalaman seseorang di dunia membaca dan menulis. Seperti juga @mumualoha, yang sebanyak apapun ia menolak bahwa ia menulis dengan passion, sejatinya ia menulis dengan sejuta passion.
[Reply]
“bagus” sendiri itu relatif Mas…
Apapun, kayaknya perlu untuk sebagus2nya.
Twitter memang 140 karakter, tapi kalau dibuka pakai laptop yg 20 jutaan kan modalnya harus bagus…
Salam!
[Reply]
yang penting bukan nulis bagus, mas, tapi nulis jujur :).
[Reply]
Sudah berani menulis dan mempublikasikanya saja sdh bagus,mudah-mudahan saja dengan seringnya menulis dan membaca, tulisan kita nantinya bisa bagus
[Reply]
…yang penting manfaatnya..
ahihi..
^_^
[Reply]
saya ngga ngerti ‘bagus’ itu seperti apa…, bagi saya yg penting nulis, nulis dan nulis…
[Reply]
yg penting mah natural aja…
[Reply]
saya menulis di blog kalau sedang mood saja
jadi nggak tau tulisan saya itu bagus atau nggak
[Reply]
Semoga para penulis tetap bersemangat… karena tulisan berkualitas tetap akan akan dicari orang .. Peace
[Reply]
Menulis adalah passion, gairah.
dan karena saya dr Jogja, saya juga punya Gairah Istimewa Jogjakarta.
Saya pernah menulis skenario untuk komedi di Tv swasta.
Maka, bagus atau tdk, penilainya adalah audience, tapi asal kita yakin tulisannya bagus, tdk ragu maupun kamis..ya audience tertular rasa pe de kita.
[Reply]
yang penting tujuan
[Reply]
Menulis memang menu yg selalu ada dalam List (daftar kegiatan)
sehingga kalau sehari nggak nulis yg nyleneh itu nggak banget deh..
[Reply]
apa yang ada di pikiran ditulis saja :p
[Reply]
menulis semua orang bisa
karena hanya merangkai kata
tapi menulis yang bener2 bagus dan bermakna adalah hal yang tak muncul tiba2
lilis salut buat para penulis
yang mampu menampilkan karya2nya
[Reply]
jadi makin semangat nulis di blog nih
[Reply]
intinya pesannya nyampe ya, mas
ah makasih ilmunya
[Reply]
Menurutku sih perlu nulis dengan bagus. Yang mana intinya bisa dipahami pembacanya, gak belibet.
Kasian yang baca dong kalo informasi yang pengen disampaikan itu disajikan dalam bahasa yang terlampau panjang, hingga sulit dimengerti.
[Reply]
kalo memang hari gini gak jaman tulisan bagus, mestinya gak perlu ada tuh julukan tulisan “sampah”…hargai saja sbg pembelajaran..
hiks suka sedih bacanya…
btw, nice post nih…setuju dg ide ini..
[Reply]
hmmm…….jujur dan apa adanya ya.>!
[Reply]
Tulisan yang bisa memberi inspirasi, memberi manfaat, menurut saya itu tulisan yang bagus. kalau sesekali ‘cuma’ curhat dan hanya bermakna bagi penulisnya, ya nggak apa-apa sih, toh itu bisa dijadikan sebagai ajang latihan menulis runut, baik dan benar. Kaidah penulisan termasuk tanda baca juga harus jadi perhatian ah, jangan sembarangan. Kita hargai bahasa kita dengan mengungkapkan ide di kepala kita dengan cara yang baik juga. Nggak mesti pakai bahasa baku yang terlalu kaku dan formal, tapi minimal tidak sembarangan dan membuat kacau kaidah kebahasaan kita.
[Reply]
menulis mmg mudah, terutama ttg apapun yg kita alami/lihat sendiri. tapi smp skrg sy gak tau spt apa tulisan yg bernilai bagus. setiap disiplin ilmu mgkn punya batasan sendiri ttg nilai tsb.
soal passion, sy pikir tetap menjadi berbeda antara yg menjadikan menulis sbg passion atau sekedar iseng, kejar deadline, kejar setoran. spt pengamenlah kira2. pengamen passion, akan beda dinikmati dg yg sekedar cari recehan.
kapan penulis mendapatkan passion sbg momentum hidupnya? ini perlu dilanjutkan tulisannya
[Reply]
mmm… tetap saja tulisan yang isinya bagus dan cara menulisnya menarik serta enak dibaca menurutku memiliki nilai lebih daripada yang tidak
d.~
[Reply]
selain jujur, bagi saya menulis tentang apapun asal mudah dipahami maknanya oleh pembaca dan berdampak positif serta membawa kebaikan. bagi saya itu akan sangat berarti daripada sebuah tulisan yang bertele tele dengan bahasa yang susah dimengerti oleh pembacanya.
[Reply]
bagus atau tidak nomor sekian, krn bagus/ tidak itu relatif
[Reply]
Menulis jujur dan dari hati
[Reply]
bagus itu relatif
[Reply]
Kalau saya sih biasanya nulis (blog) sederhana saja. Pendahuluan, isi, dan penutup secara ringkas. Intinya yang penting dapat difahami oleh pembaca dan mudah untuk di baca….
:)
[Reply]
setuju bahwa bagus itu mungkin relatif.. tetapi menulis adalah kerja untuk menyampaikan pesan.. memang selama pesan itu sampai, maka tulisan tidak perlu bagus.. yang penting bisa mengkomunikasikan pesannya dengan pembaca.. tetapi, saya rasa tetaplah lebih enak bagi pembaca untuk membaca tulisan yang baik daripada tulisan yang asal, walaupun pesannya sama-sama sampai.. bukankah begitu?
dan untuk menghasilkan karya tulisan yang bagus, tetaplah diperlukan “jiwa” tulisan.. ini tidak akan bisa dihasilkan kalau penulisnya tidak menitipkan setetes esensi dirinya pada tulisan tersebut
[Reply]
menulis hampir sama dengan berbicara, yang harus adalah tulisan itu bisa dimengerti oleh si pembaca, jangan sampai apa yang dimaksud penulis berbeda dengan apa yang di tangkap si pembaca. oleh karena itu semakin bagus dan indah tulisan kita maka semakin nyaman orang menikmati tulisan kita. (maaf kalau bahasanya rada aneh)
[Reply]
aq menulis emang hobi sih, kalo tentang passion sih relatif ya tergantung individu maksudnya, ada yg susa2 menulis namun karyanya krg di apresiasi orang, ada juga yang sebaliknya berawal dari iseng2 tapi banyak orang yg suka tulisannya. menurut aq sih menulis itu yang penting adalah orisinalitas dalam berkarya.
[Reply]
Setuju OM… semoga dengan ngeblog makin banyak penulis-penulis baru yang bermunculan..
[Reply]
terserah orang menilai…yang penting terus menulis
[Reply]
saya sendiri ingin menulis yang baik tapi tidak pernah bisa
dah terbukti sewaktu dulu sekolah… pada saat mengarang tidak pernah dapat nilai yang cukup! hehehe…
[Reply]
hehehe… jadi maluw… dah lama nulis tapi ga pernah bisa jadi penulis yang bagus…
[Reply]
menurut saya, tulisan bagus masih perlu. tapi kriteria bagus itu yg menentukan penulisnya sendiri. menurutku, apa sih enaknya menulis tulisan yg menurut kita sendiri jelek?
[Reply]
yang penting nulis dulu aja, pepatah mengatakan ala bisa karena biasa..
jangan lupa berkunjung juga di blog saya ya..
salam kenal buat para blogger..
[Reply]
good gooood….hidup internet yang memungkinkan semuanya terjadi!!
[Reply]
Bagi gw, tulisan itu mesti simpel dan mudah di pahami.
jangan berbelit-belit, sehingga bikin orang malas membaca nya ^_^
from: Free Backlink
[Reply]
bener tuh bang, saya juga mencoba menulis ya hasil tulisan mo dinilai dibaca bagus atau nggak oleh mereka yang membaca, terserah mereka ya kan bang… saya setuju klo penulis itu punya penggemarnya masing-masing ya seperti musik he he.. salam kenal ya bang!!!
[Reply]
jadi masih perlu menulis bagus…? bagi saya masih saja perlu, entah dengan prespektif masing2, karena intinya penulis bisa membawa pembaca apa yang ingin disampaikan.
==================
si kecil yang berbahaya
[Reply]
bK94mf yladhkuetssv
[Reply]
Do not a lot of cash to buy a house? Worry no more, just because this is real to take the loans to work out such problems. Thence take a collateral loan to buy everything you require.
[Reply]