rindu purnama, rindu kita untuk berbagi ke sesama

23_big

film pertama mathias muchus ini bagus. penggarapannya detail dan pas. semua actornya memerankan tokoh-tokohnya dengan pas. teuku firmansyah yang mewakili eksekutif muda yang shaleh. titi sjuman yang antagonis dan anak-anak jalanan yang merupakan potret lusuhnya jakarta hari ini.

meski tema anak jalanan suda sering difilmkan, menonton film ini tetalpah inspiratif. kita diajak lebih mengenal kehidupan anak jalanan yang tidak saja menyedihkan: terpisah dari orang tua, tidak sekolah dan selalu dalam keadaan tak tenang karena diteror satpol pp.

meski selalu dalam keadaan darurat, mereka tetaplah anak-anak polos, lucu dan original. film rindu purnama tak terjebak pada cerita klise yang menye-menye. saya jadi teringat film pengemis dan tukang beca (1978) yang diperani christine hakim yang memenangi piala citra.

rindu purnama sangat menggugah iman. kita seolah disadarkan, di luar sana ada kehidupan anak-anak yang keras dan perlu solusi. karena kita tak pernah mengenal mereka, kita selalu berprasangka buruk. (celakanya memang tak semua anak jalanan lucu dan baik). andai saja kita punya kesempatan hidup bersama mereka, kita mungkin akan sedikit memahami apa yang mereka rasakan.

rindu purnama dibuka dengan landskap kota jakarta dengan jalan-jalan layangnya. indah,tak salah jika banyak orang sampai sekarang masih mengkhayalkan, jakarta adalah kota impian. namun di bawah jalan itulah para gembel dan anak jalanan tinggal. berumah disela-sela sampah. miris.

di situlah purnama tinggal di sebuah rumah singgah bersama puluan teman-temannya. permasalahan muncul ketika rindu hilang. seisi rumah heboh mencari, namun tidak ketemu. adiknya, akbar 3 th (duh si sss ini bermain sangat bagussss) sangat merindukan kakaknya. namun kemana harus mencarinya di kota sebesar ini?

selama 120 menit menonton film ini tak pernah membosankan. karena selain masalah anak jalanan, rindu purnama juga mengajarkan, cinta tak selamanya ditukar dengan apapun yang kita miliki. moniq, anak bos dimana surya bekerja jatuh cinta. dengan kekuasaan yang ia miliki ia berusaha mencintai surya.

yang paling menarik menurutku adalah proses surya yang sebelumnya hidup di dunianya sendiri, pelan-pelan memahami, ada kehidupan lain yang tak kalah inspiratifnya. ada suatu masa, dimana uang tak laku untuk membeli cinta.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

15 Responses to “rindu purnama, rindu kita untuk berbagi ke sesama”

  1. Yos Beda says:

    kemren waktu film ini sempet di bahas di AKI pagi tv one,
    yg bikin sy pensaran adalah akting edwin & jodi’nya mas,,
    org lucu2 gtu berperan jadi preman katanya,,
    kaya apa ya :)

    [Reply]

    kw Reply:

    iya betul…. heheh mereka berdua seperti biasanya, lucu, kayak ga berakting aja hahahha

    [Reply]

  2. Triunt says:

    dan benar (celakanya memang tak semua anak jalanan lucu dan baik)
    bahkan saya sering baca di pinggir jalan
    “Memberi bukan berarti anda peduli” trus dibawahnya ada tulisan
    “Salurkan bantuan anda lewat lembaga bla bla bla” :D

    apakah filmnya menawarkan solusi startegis mas?
    *belum nonton tapi udah komentar*

    [Reply]

    kw Reply:

    hehe enggak, film itu hanya menceritakan sedikit ttg kehidupan mereka saja. menarik kok!

    [Reply]

  3. Dycha says:

    Dari Ilustrasi yang diceritakan diatas…, sepertinya FILM ini kudu ditonton deach… Cerita tentang CINTA dan Kehidupan Nyata yang belum sepenuhnya di Pahami oleh sebagian Masyarakat Kita….
    Mau Nonton Sich…, tapi Kapan #eaaa….???

    [Reply]

  4. sibair says:

    Terlihat beda dari film anak jalanan biasanya ya mas :D hmm..

    [Reply]

  5. lischantik says:

    jadi pengen nonton
    tapi ga tau punya kesempatannya
    jauh dari gedung bioskop

    [Reply]

    batikmania Reply:

    Tunggu DVD-nya keluar aja, kalo gitu. Tapi beli yang original ya, dukung industri perfilman Indonesia yang bermutu!

    [Reply]

  6. batikmania says:

    Saya siap menjadwalkan nonton juga. Ajakin ponakan nggak ya…? Nanti ‘dibajak’ buat mbayarin, bisa miskin mendadak nih. Siap-siap ngajakkin temen ke bioskop deh.

    [Reply]

  7. Ariel Tatum says:

    film yang sangat menyadarkan kita semua..hehe
    pada realita sekarang ini

    [Reply]

  8. djayus says:

    intinya sama nggak sama alangkah lucunya negeri ini?,maklum belum nonton,tunggu DVD aja deh

    [Reply]

  9. melly says:

    waktu itu liat behind the scene nya di SCTV pagi2..
    penasaran bgt liat aktingnya yg berperan sbgai akbar, anak kecil yg manja

    dan paling seneng liat dia nangis waktu mo pipis ” rinduu aku mau pipis nih” disini kena bgt, baru liat BTS aja dah pengen nangis..gmna nonton aslinya ya?

    pokokke harus nonton!

    [Reply]

  10. well, film ini membuat banyak pasang mata sadar pada keadaan sekeliling kita

    [Reply]

  11. iwan says:

    Dibuka dengan adegan yg seru, menarik dan yakin kalo filem tersebut bakalan sukses sampe akhir. Ternyata makin lama makin membosankan, cerita mulai ga masuk di akal dan ga menarik(ceritanya biasa aja, filem di tv banyak yg lebih ok)…untung aja ada gadis kecil (rindu). Eknting nangisnya ga keliatan maksa.

    [Reply]

Leave a Reply