macet di jalur 140 karakter

dulu ketika aku mati gaya, sebagai pengisi waktu, aktivitas yang paling memungkinkan adalah ngetwit. aku mengabarkan ke seluruh dunia sedang berada di mana, sama siapa dan sedang ngapain.(persis seperti lagunya kangen band). andai mood masih baik, cara menyampaikanya dibuat setidak klise mungkin.

namun sekarang ketika mati gaya ngetwit (twitless) apa yang bisa dilakukan? inilah problem terbesar era 3.0 sekarang ini, begitu salah satu candaan yang sempat muncul di garis waktuku. benar juga, apa yang lebih penting dibanding eksis untuk sekarang ini? ketika informasi datang bak air bah, kalau tidak eksis kita akan hanyut kelaut dan tak ada yang peduli.

mau kultwit sebenarnya, namun apa daya tak punya cukup pengetahuan yang layak di share. lucu juga kalau akhirnya aku harus nyari bahan untuk ngetwit. apalagi hanya dengan modal wikipedia, katapedia atau pedia-pedia lain. namun aku urungkan saja. biar aja yang memerlukan informasi melakukan hal yang sama, mencari langsung ke sumbernya.

pengen nyinyir, marah-marah sok kritis pada kebijakan pemerintah yang memang buruk rasanya juga sudah banyak yang melakukan. analisa tweeple yang lain lebih tajam dan menohok.celakanya karena aku bukan buzzer, brand ambassador maka tak pernah juga ada kesempatan untuk posting twitorial dengan tagar-tagar tertentu sesuai dengan citra pemilik brand.

lalu apa yang harus aku kabarkan ke dunia? andai saja putus asa tidak dilarang oleh agama, mungkin aku sudah melakukannya.

akhirnya mau tak mau aku ngetwit dengan mengada-ada tapi tetap bermaksud kreatif. yakni membuat joke-joke yang belum pernah terdengar atau yang paling mudah dan pasti akan memperoleh berjuta-juta respon adalah joke-joke yang memplesetkan berita yang paling ramai dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks. lucu memang awalnya.

topik lain yang mempunyai kemungkinan memperoleh respon banyak adalah kegalauan. sejak ada twitter, sifat labil macam abege ini sekarang naik strata. dulu orang menganggap galau itu bentuk kekurangdewasaan seseorang. namun sekarang dengan adanya fasilitas yang mewadahi untuk mengekspresikan, galau menjadi keadaan yang diinginkan semua orang baik yang benar-benar masih abege, dewasa muda maupun dewasa.

namun aku pikir lama-lama “pola” kelucuan dan kegalauan yang mirip dan ditwit berulang-ulang pastinya akan menimbulkan semangat follower untuk memblock akunku. karena dianggap spam atau flooding atau apapun istilahnya, intinya menjengkelkan. alih-alih lucu menggebu tapi malah membuat garis waktu seperti padang sahara, garing abis.

bagaimana cara mengatasi twitless ini? :)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

25 Responses to “macet di jalur 140 karakter”

  1. thyo says:

    Ngeblog Pak :-D

    [Reply]

  2. TV Online says:

    thnks sob infonya, berguna banget nich buat saya
    tambah ilmu baru…sukses sellau buat blog nya gan..jangan lupa kunjungi juga blogku yah gan dan jangan lupa berkomentar ok..
    http://live-tvonline.blogspot.com

    [Reply]

  3. togap says:

    ngikutin tren aja bos. :D

    [Reply]

  4. IYES says:

    Balik kerja giiihhh…. :)

    [Reply]

  5. husin says:

    udah..mendingan ngeblog aja deh boss….wakakkaaka….

    [Reply]

  6. xixixi sekarang banyak orang melatah jadi manusia kompleks daripada berpikir sederhana..Padahal niat awal Jack Dorsey buat twitter,hanyalah ingin mengetahui secara cepat apa yg dilakukan teman-temannya..bukannya untuk membahagiakan orang2 dgn kicauannya..
    Sekarang pemikiran manusia ‘modern’ banyak berubah,jadi semakin kompleks :wink:

    [Reply]

  7. depz says:

    kalo aku sih, kalo lg ga ada ide berkicau ya menikmati lini masa kicauan mereka yg ku pollow….

    [Reply]

  8. elafiq says:

    pola berulang-ulang berarti bukan jaminan bahwa itu passion seseorang? #eh :D

    [Reply]

  9. minuman says:

    tulisan yang bagus.. semoga segera menemukan jalan untuk mengatasi twitless tersebut.. semoga sukses

    [Reply]

  10. @KangYudhie says:

    aku jd bnyk tau ilmu twitter hanya dari blog bang KW

    trims bang, atas smua info ttg twitternya..

    smg brmanfaat.. n jgn prnh putus asa..

    [Reply]

  11. Untara says:

    entahlah ..
    biar ga twitless .. maka saya sedotlah beberapa blog yang benar benar layak (termasuk blog fanabis) lalu saya sebar ga cuma di twitter tapi juga ke wall facebook …

    [Reply]

  12. Rusa says:

    lengkappp kap kap :D
    sindiran yg tajam mas :D

    [Reply]

  13. anny says:

    aku udah jarang berkicau di twit hehe :D
    tapi sekarang tergelitik ingin buka twit ah

    [Reply]

  14. cesar farrakhan says:

    kegiatanmu sehari2 amat sangat monoton! cobalah bikin beberapa minat agar kmu ga terpaku pada satu hal saja, czzzzzzzzzzzzzz .. Change is Indispensable

    [Reply]

  15. Dycha says:

    manfaatkan twitter bwat sarana promosi barang dagangan… hehehehhe…

    [Reply]

    remo xp Reply:

    dasar sales lonte

    [Reply]

  16. yudi says:

    twitless? just stop using twitter for a while (or for the rest of your life if u feel good about it).
    perhaps im a man who was born in this Net Generation. but still i dont feel i really need to push my self to exist in this realm of cyber (well, fyi, i use twitter only once for every 3 months and already deactivated facebook account), n still have my time browsing for some infos though and not losing contact with my friends either (i really like silaturahmi and emails also BBM, and joining forums).
    if…. u feel any activity of yours which cannot give u any good or benefit for your health, love, and Life.. then stop it. Find another.

    Salam kenal bro :)

    [Reply]

  17. dinnovia says:

    seperti saya juga dah hanyut hilang ke laut…

    [Reply]

  18. tommy says:

    paling enak bacain twit orang. kalo mau lebih seru tambahin RT/quotes twit orang.. ;P

    [Reply]

  19. fusuy says:

    weesss gampang….!!
    tidur ea aja mas
    koyok aku heheheh ^__^

    [Reply]

  20. Sasongko says:

    Untung saya termasuk org yg tidak ikut membuat akun twiter
    Kadang aktifitas pekerjaan saja sudah menyita waktu

    Kadang saya masi tengok akun fb hanya untuk menyapa kawan2 lama jaman sekolah

    Nice posting

    [Reply]

  21. HAN says:

    saya bukan pengikut twitter, belum ngerti manfaat bagusnya, kayaknya sih cuman cape baca twit-twit follower kita, update nya bagus sih tapi terlalu disibukkan dgn gosip2 n berita aneh2 …. males aaaahhh

    best regards
    HAN
    http://mhprihantoro.blogdetik.com/analisa-saham-versi-saya/
    http://mhprihantoro.blogdetik.com/

    [Reply]

  22. Renata says:

    sampai hari ini gue masih nggak bisa twitter-an. Satu-satunya akun twitter yang terpaksa gue kelola adalah akun twitter-nya kantor gue. Tiap kali update artikel untuk office, pasti smart twitter kantor juga update nge-post link artikel tersebut… Sementara akun twitter gue sendiri, gue masih nggak ngerti cara pakenya… Mendingan nge-blog deh.. :)

    [Reply]

  23. sekarang jaman canggih…

    [Reply]

  24. opik aza says:

    bos tau nggak kok sekarang forum detik ku dianggap spam dan dftr pakai email baru nggak bisa tuh gmn yah coment di blogku yah

    [Reply]

Leave a Reply