@CiscaDV: customer inginkan perlakuan highly customized

13 Jul 2011

perempuan ini menolak disebut sosialita. menurutnya di indonesia makna socialita sudah bergeser. “makna sebenarnya sosialita itu harus tajir tujuh turunan, berdarah biru. dan dengan kemampuannya itu mereka menyumbang ke banyak society. sekarang bereser menjadi suka party-party, kawin dengan pejabat, muncul di foto-foto majalah aja atau anak orang kaya, ia menjelaskan semangat!

pertemuan pertama saya dengannya di meja makan waktu sarapan, ketika pergi ke ubud bersama para bloggers dan buzzer. perempuan yang selalu “dress up” ini bicaranya ekspresif, tidak jaim dan ramah. tidak ada bedanya dengan apa yang kita baca di garis waktu twitternya @CiscaDV. namun hal itu sangat kontras ketika ia menjawab hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaanya sebagai public relation manager da vinci asia.

pembicaraan di awali pertanyaanku yang cupu, “cis tas kamu itu original atau palsu?” perempuan yang bernama lengkap francisca prandayani ini lalu menjelaskan hal yang berhubungan dengan barang bermerek dan siapa-siapa saja para pemakainya. dari ceritanya saya baru tahu, tas dengan merek yang sama dengan yang dipakai gwyneth paltrow itu bersertifiktat.

ketika ia pergi ke mana saja, ia selalu membawa sertifikat tersebut. katanya di negara-negara eropa sering terjadi “razia” tas palsu. kalau sampai ketahuan, tas kw itu akan diganti dengan plastik kresek. ia tak ingin menderita malu seumur hidup gara-gara itu.

ia mengaku awalnya tidak suka tas bermerek namun lebih mementingkan fungsinya. sampai seorang sosialita memberinya tas chanel. ia merasakan bedanya memakai barang bermerek. sejak itu langsung suka membeli beberapa tas yang bisa dipakai baik ke kantor maupun acara sosial lainnya. sampai sekarang ia mempunyai 20an saja. “jumlah tidak penting, yang penting itu kualitas. lebih baik punya sedikit tapi bermutu tinggi, daripada banyak tapi jarang dipakai. less is more, “jelasnya.

cisca yang ngefans dono warkop ini mempunyai target membaca buku minimal satu buku sebulan. “akhir-akhir ini kalau dapat beberapa buku yang bagus saya pakai sistem baca cepat, yang penting tahu intisarinya. sehingga kalau orang tanya nggak kuper-kuper amat gitu, katanya.

tampaknya dia juga suka melakukan perjalanan. di sela-sela kepergiannya ke beijing china, ia menjawab pertanyaan seputar pekerjaanya via email. di negeri tirai bambu itu ia menyaksikan haute couture show designer terkemuka dan juga pameran furniture luxury terbesar abad ini

apa kesibukan keseharian di kantor?

saya bertanggung jawab untuk program public relation (komunikasi eksternal dan internal perusahaan), juga kegiatan promotion dan advertising perusahaan. kadang saya juga bersama team sering diskusi mengenai marketing plan untuk ke-depannya.

divisi kami juga menangani aspek implementasi program sampai ke level event management. semua hal itu harus flexibel, termasuk program-programnya. namun yang lebih penting lagi adalah membuat program yang akan menjadi trendsetter, bukan mengikuti program pemasaran perusahaan lain.

bagaimana ceritanya bisa sampai menjadi pr?

“lepas kuliah jurusan ekonomi marketing management atmajaya, saya bergabung dengan markplusinc. dari sini saya banyak belajar hal-hal mengenai ke-piar-an. saya memang tertarik dengan hal-hal yang berbau keindahan, fashion dan gaya hidup maka itu ketika diminta menangani da vinci sebagai klien pr perusahaan, saya merasa mengerjakannya dengan sepenuh hati.

pada dasarnya setiap industri membutuhkan divisi humas yang baik, terutama industri yang bergerak di bidang luxury / highend/niche market.

target market di sektor ini sangat sophisticated dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. juga lebih menekankan pada unsur customer education agar pesan-pesan dari jasa/produk tersebut sampai ke target market yang tepat. selain itu fungsi pr juga dapat mendukung konsep marketing yang dimiliki perusahaan dengan program-program komunikasi yang dijalankan.

apa yang membedakan pr di industri luxury dengan pr industri lain?

pada umumnya, pr yang bekerja di industri luxury tentunya mempunyai pengetahuan yang lengkap mengenai background industrinya (dan industri disekitarnya). dia juga harus aware terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga aspek-aspek sosial yang ada di kalangan industri high-end ini (ini penting untuk networking juga lho).

selain itu setiap program pr yang dibentuk hendaknya berorientasi kepada customer education lebih daripada sekedar menaikkan brand awareness (karena brand-brand luxury biasanya memiliki brand awareness yang sudah bagus, tinggal membentuk pemahaman di mata konsumen saja).

misalnya, kenapa produk ini harganya mahal? nah target market harus diberi informasi mengenai aspek craftmanship, cara pembuatan, materi, ekslusifitas dan banyak aspek lainnya. selain itu, para pelaku pr ini juga tentunya harus menjaga sikap dan manner, tahu cara mempresentasikan diri yang baik di hadapan publik (jadi orang tahu bahwa dia prominent bukan sekedar polesannya saja).

satu hal lagi, para pelaku pr industri luxury juga hendaknya tetap menjadi diri sendiri bukan berarti kita berada di area yang sulit untuk dijangkau oleh orang lain, pers misalnya. justru kita harus menjadi mudah untuk diakses oleh pers dan publik karena kita adalah ujung tombak komunikasi perusahaan.

hendaknya juga bagi yang menyukai pr di industri luxury juga harus mempelajari hal-hal lain semacam bahasa, keadaan pasar saham, sampai belajar cara menghadapi crisis management karena hal-hal semacam ini penting. berada di industry luxury bukan lantas kita bisa terlena dengan aspek luxury tadi. tantangannya tetap harus ada dan harus diolah setiap hari.

sudah seberapa berkembang ke-pr-an ttg industri luxury di indonesia?

sudah banyak perusahaan yang bergerak di industri luxury mempunyai divisi khusus atau setidaknya public relation untuk menangani kegiatan komunikasi mereka. namun jujur saya kadang sering merasa kurang terima kalau kata public relation juga digunakan dalam level yang setara dengan level host atau guest relation (kadang istilah ini dapat menjatuhkan profesi pr yang sebetulnya memiliki tingkatan yang lebih sophisticated daripada sekedar menjalin hubungan baik dengan pelanggan saja).

apa tantangan khususnya?

ada beberapa. sebagai pr kita dihadapkan pada tantangan setiap harinya. bagaimana membuat komunikasi produk/ servis sampai ke publik melewati semua chanel-chanel komunikasi yang ada secara maksimal. tantangan yang lebih khusus lagi adalah, pada umumya setiap perusahaan menginginkan semua program yang dijalankan memberikan hasil yang memuaskan dalam waktu singkat.

sedangkan pr adalah strategi yang sifatnya jangka panjang, jadi pr dihadapkan pada target yang harus dicapai dalam waktu singkat. nah, disinilah peran pr yang harus meyakinkan perusahaan bahwa pr division itu bukanlah sebuah cost center tetapi sebagai profit center.

banyak program-program pr yang kita buat tujuannya adalah untuk membantu aspek marketing dan sales perusahaan. dan sekali lagi, penting bagi pelaku pr untuk selalu belajar cara menghadapi crisis management, kemampuan ini harus dimiliki karena kita harus selalu waspada.

seberapa besar niche market ini? indonesia masih termasuk negara miskin kan?

pasar niche market di indonesia memang tidak sebesar di eropa atau negara asia yang lebih maju seperti misalnya di jepang dan china (dimana china sekarang menjadi patokan atau benchmark dari situasi industri luxury lainnya di asia).

memang para brand luxury tidak berlomba-lomba masuk ke indonesia seperti halnya di china, namun kita masih lebih beruntung karena kebijakan pemerintah tidak menghalangi industri tersebut bahkan mendukung. indonesia ini unik, dibilang negara miskin tapi yang punya duit masih banyak, hehehe……

mungkin daya beli masyarakat beberapa tahun belakangan ini melemah, tapi pastinya akan meningkat di tahun yang akan datang. sementara itu bisa disiasati dengan inovasi produk menjadi ke affordable luxury misalnya, jadi bisa mengambil segmen menengah juga yang jumlahnya jauh lebih besar.

ada cerita menarik apa yang berhubungan dengan customer?

oh banyak, bisa tidak habis-habis ceritanya, hehe….. pada intinya setiap customer menginginkan perlakuan yang highly customized, yang berbeda satu dan lainnya. cara pendekatannya pun sangat personal. di sini kami punya team sales yang punya kebiasaan hafal seluruh karakteristik customernya, mulai dari ulang tahunnya kapan, ulang tahun istri dan anaknya, anaknya sekolah dimana, anaknya punya anak berapa dan masih banyak lagi.

kalau ada barang yang limited edition, pasti lebih cepat terjual daripada yang unlimited. barang yang di-diskon pun bahkan lebih lama terjual daripada yang tidak diskon sama sekali. karakter-karakter unik yang kita bisa temukan dalam target market di kelas ini beragam sekali dan semuanya sungguh menarik.

perempuan yang mengaku extrovert ini mempunyai kebiasaan yang unik. setiap ia melihat anak anjing terlantar ia akan membawanya pulang, memeliharanya. “mereka bisa menjadi teman baik dan setia, katanya.

apa rencana kedepan?

tentu tidak semua orang ingin jadi karyawan. suatu saat pasti ingin jadi bos juga. sekarang ini saya bersama kawan-kawan sedang menjajaki bisnis kopi luwak, dengan tujuan utama lebih kepada membantu petani lokal di bandung.

kopi luwak adalah budaya dan bukan sekedar minuman asal indonesia saja. ini suatu tradisi yang harus dilestarikan. selain itu saya sedang menabung, kepingin punya bengkel cuci mobil khusus wanita. kenapa khusus wanita? karena saya sebagai pengemudi wanita, kadang susah mencari tempat cuci mobil yang buka sampai malam di jakarta, tanpa harus merasa tidak aman (banyak laki-laki yang suka menggoda, menaikkan harga sembarangan, dll).

saya kepingin punya modal untuk buat bengkel cuci mobil khusus wanita, yang benar-benar mengerti wanita gitu deh, suatu saat pasti bisa, doain ya.

**

perempuan yang suka mengoleksi majalah luar negeri ini mengaku kurang update terhadap teknologi. misalnya ia baru membeli handphone baru ketika yang lama kecemplung got.

“i have never adjusted my life to technology. people can be so high-tech with their gadgets and stuff, but i choose to enjoy mine”~@CiscaDV


TAGS @CiscaDV davinci


-

Author

Follow Me