buku yang mengguncang dunia (iklan)

masih ingat kehebohan di suatu senin pagi di kota jakarta? hari itu senin 6 juni 2011 masyarakat metropolitan gempar. seseorang mengirim peti mati ke media, agency iklan dan orang-orang yang dianggap opinion leader.

menurut berita, jakarta post yang menerima pertama kali. di dalam peti mati isinya bunga tujuh warna lengkap dengan bau minyak wangi. terdapat juga setangkai bunga mawar yang di tempelin kertas dengan tulisan alamat sebuah web.

respon masyarakat? marah besar. mereka menafsirkan sesuai dengan persepsinya masing-masing. ada yang mengaitkan dengan politik ada yang menduga ini bentuk teror baru. menganggap ini adalah lelucuon yang tidak lucu.

kasus itu berakhir di kantor polisi. sumardy, ceo buz and co yang punya ide mengirim peti mati di tangkap. menurut dia, ia tak bermaksud menteror atau menakut-nakuti. namun peti mati itu adalah bentuk undangan launching buku barunya yang berjudul rip advertising: killed by the power of word of mouth marketing.

orang-orang masih tak mau menerima. sebagian menganggap cara beriklan seperti itu miskin etika.

dan baru kemarin saya menemukan buku yang menghebohkan itu. buku ini unik, lay outnya tidak lazim. tidak ada kata pengantar dan daftar isi. setiap halamannya dibuat atraktif, dilengkapi dengan gambar-gambar dan ilustrasi. font nya pun sangat beragam, tidak hanya bentuk namun ukurannya pun berbeda-beda. warnanya pun

sehingga ketika di baca buku ini tidak membosankan. asyik sekali jika ada novel yang dibuat seperti ini.

buku terbitan gramedia ini tanpa pengantar langsung menohok. sumardy mengkritisi cara beriklan yang sekarang ada. menurut buku yang ditulis oleh tiga orang ini, iklan yang sekarang ada, selain mahal juga penuh kebohongan.

lalu mereka menawarkan cara baru bagaimana cara beriklan yang lebih efektif dan murah. di buku setebal 234 ini memaparkan alasan-alasan kenapa word of mouth akan menentukan masa depan merek. di buku ini juga diberikan contoh-contoh bagaimana brand yang sukses beriklan dengan cara wom ini.

hal baru memang selalu ditolak, namun pada akhirnya kelak orang akan berbondong-bondong mengikuti. bukankah semua agama juga mengalami hal serupa?

judul: rest in peace advertising : killed by word of mouth marketing
penulis sumardy, marlin silviana dan melina melone
penerbit:gramedia pustaka utama
jumlah halaman : 234
harga : 88 ribu


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Tags: ,

13 Responses to “buku yang mengguncang dunia (iklan)”

  1. Mas Didik says:

    Ide kirim peti mati kreatif juga.. jadi penasaran neh pingin baca bukunya

    [Reply]

  2. anny says:

    Boleh juga nih bukunya btw soal kirim2an peti mati aku gak setuju, masih banyak cara kreatif lain yg lebih baik

    [Reply]

  3. gajah_pesing says:

    ide yang kreatif tapi masyarakat Indonesia masih belum siyap untuk itu :)

    [Reply]

  4. marthauli says:

    Ide mengirim peti mati meurutku sangat menyeramkan. jd penasaran pngn baca.

    [Reply]

  5. rest in peace advertising
    wew… dari judulnya aja uda menakutkan begitu ya…
    penasaran akuh

    [Reply]

  6. ts says:

    oooh ini dia toh buku yg mengguncang media pd saat itu hehe…. cari aah… **mas kw iklan ni yee

    [Reply]

  7. asmadie says:

    jadi penasaran niihh pengen baca buku yang sempat menggegerkan kota Jakarta …

    [Reply]

  8. ucokeren says:

    wah….. langsung ke gramedia nih….
    moga2 bukunya blom habis…

    [Reply]

  9. azlan kadir says:

    menghilangkan rasa penasaranku, akan ku beli buku ini mas :)

    [Reply]

  10. dintara says:

    jangan2 tulisan ini juga bagian dari promo?

    [Reply]

  11. jadi penasaran kyak apa bukunya, cekidot

    [Reply]

  12. jokos5758 says:

    indonesia saat ini sedang dilanda masalah keamanan berupa tindakan terorime. aku sih menghargai alasan dia mengirim peti mati itu, namun momennya nggak tepat sekali. pengiriman peti mati itu mengganggu ketentraman lho.

    niat yang baik jika disampaikan di waktu yang kurang baik, hasilnya juga nggak akan baik.

    jika dia memang bener ahli marketing, seharusnya mau memahami lingkungan saat akan memberikan ilmu marketingnya.

    [Reply]

  13. tia says:

    bagus bukunya. kemaren sempet baca sekilas tentang alasannya kenapa :)

    [Reply]

Leave a Reply