@rsuhe: para ceo harus melek social media
Written on 21 July 2011 – 06:19 | by fanabis

laki-laki ini lebih suka belanja daripada membaca buku. menurutnya belajar dengan cara berbincang dengan orang-orang baru lebih menyenangkan. sebagai head of marketing perusahan multi nasional, ricky suhendar setiap hari harus mengurus semua ha yang berhubungan dengan aktivitas marketing, termasuk di social media.
menurut @rsuhe, id twitternya indonesia bisa dikatakan paling advance at least di asia dalam pemakaian social media untuk “kampanye” hal ini bisa dilihat dari user facebook dan twitter. dan socmed menjadi trend baru buat brand untuk melakukan pemasaran produknya karena dinilai efektif, cepat dan tentunya dari sisi biaya relatif tidak mahal.
namun ia menemukan kendala ketika ia melakukan kampanye produk di social media. ” kendala itu sebenarnya pasti ada di channel apapun dan itu tidaklah berpengaruh besar, paling banyak hanya bersifat teknis aja, “katanya via instant messanger.
laki-laki yang selalu juara waktu sekolah ini menambahkan, yang paling penting kita harus siap dengan interaksi di socmed ini. namanya juga sosial media, jadi kita harus berinteraksi, dan interaksi ini bisa yang positive maupun negative.
ia mengaku, banyak temen-temannya memegang brand tidak melakukan kampanye di socmed. bukan karena tidak mau namun tidak mengerti dan tidak ada katalisator untuk menggerakan itu. kedua karena sulitnya meyakinkan managemen yang masih berpikiran konvensional.
“marketing itu harus dinamis, dan channel untuk berkomunikasi terus mengalami perubahan”
ia pun punya petuah kepada para ceo yang masih meragukan keefisienan berkampanye di social media. begini katanya, para ceo harus melek dan membuka mata, hey….semuanya udah berubah, if you stick on your conventional way, jangan harap target perusahaan akan tercapai (paling tidak ini berlaku untuk FMCG ya )
saat ini banyak perusahaan yang berkampanye di social media memakai buzzer. ada yang mengatakan era buzzer sudah mati. karena para konsumen berbayar ini belum tentu orang yang benar-benar loyal kepada brand yang dikampanyekan, jika mereka memilih buzzer yang salah.
menurut laki-laki yang masa bocahnya takut diperiksa giginya ini, buzzer ( opinion leader ) tetap diperlukan. mereka bisa membantu menyebarkan informasi yang di kampanyekan brand. “kalau kita merasa confidence dengan kampanye kita yang bagus, dengan sendirinya tersebar dan dibicarakan”.
dalam kampanye di social media, menurut @rsuhe yang pernah jadi penyiar radio ini, yang terpenting brand itu harus punya objective, terkadang banyak yang melakukan campaign tapi asal bermain aja di fb dan twitter tidak terkonsep dengan matang
perbincangan terhenti, dia harus miting.
Tags: social media, ricky suhendar, @rsuhe



8 Responses to “@rsuhe: para ceo harus melek social media”
keuntungan dalam menggunakan social media sebagai berbagi informasi, memang sangat bermanfaat, jikalau CEO bertindak seperti apa yang dilakukan @rsuhe, saia yakin bukan hanya brand yang terangkat, namun profit dalam bentuk financial juga terangkat
akurrr
mantabbb hrs byk belajar socmed
Buzzer vs Conventional web Ad ==> mana yg lebih efektif :D? sy perhatikan peran buzzer lagi turun, brand banyak yg tetap menggunakan media-media besar…
idem ma comment om Gjah nich aku
Agree!!!
Socmed luar biasa emang…
patut di tiru…..
para ceo muda mungkin sudah tak asing lagi dgn social media