dua cara menjadi kaya

salah satu indikator kesuksesan seseorang adalah kaya raya. tak bisa dipungkiri, semua orang menginginkannya. topik ini sepanjang masa tak pernah basi dibincangkan di medium apapun. sehingga cara-cara paling efisien untuk mencapainya pun terus dicari.

sepengamatan saya, ada dua cara yang sekarang sedang populer. memakai otak kanan dan otak kiri. cara menjadi kaya dengan otak kanan ditawarkan oleh ippho santosa dengan bukunya yang diklaim sebagai mega best seller : 7 Keajaiban Rezeki. menurutnya cara cepat menjadi kaya intinya adalah dengan bersedekah.

penjelasannya tentu tidak berdasarkan hitungan-hitungan. namun memakai ayat dan keyakinan. tentu saja juga dengan usaha. namun penekanannya pada sedekah sebanyak-banyaknya. bersyukurlah kamu maka Tuhan akan menambah nikmatnya, kira-kira seperti itu. sangat religius!

cara menjadi kaya dengan otak kiri ditawarkan oleh para perencana keuangan. para ahli ini menawarkan bagaimana cara mencapai rencana-rencana kita 5, 10 atau 15 tahun dengan strategi tertentu. misalnya bagaimana menyiapkan pendidikan anak, membeli rumah, membeli mobil, tamasya dan seterusnya.

seperti kutipan seorang perencana terkenal di sebuah tabloid, “tidak mempunyai rumah atau mobil, akan dibawa kemana hidup yang seperti itu?” tidak ada yang salah. karena hidup dengan fasilitas yang berkecukupan kemungkinan lebih membahagiakan.

intinya kita diajak memanaj keuangan kita, sehingga pengeluaran bisa dikontrol. dan kita bisa konsisten untuk melakukan investasi. mungkin sudah waktunya sekarang kita mengubah mindset kita tentang menabung. bagi orang awam, menabung itu kebiasaan baik. namun bagi perencana keuangan, menabung adalah pembodohan terstruktur.

karena nilai uang yang kita tabung tak akan bertambah. sekarang ada banyak cara yang lebih menguntungkan daripada menabung atau menyimpan uang dalam deposito. detailnya bisa belajar dengan para perencana keuangan yang sekarang mulai populer.

menurut kalian, mana yang lebih cocok atau yang anda yakini lebih keren dua cara menjadi kaya tersebut? memberi atau menabung? atau menggabungkan keduanya? silakan di share di bawah, terimakasih :)


10 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Tags:

46 Responses to “dua cara menjadi kaya”

  1. depz says:

    memberi (mungkin) tak akan membuat kaya melimpah, tapi saya yakin akan membuat kita merasa cukup. kaya tanpa merasa cukup itu sepertinya ngga enak

    menabung? dari pertama kali saya kerja saya udah nabung. sampe sekarang saldonya memprihatinkan. :D tapi balik lg, merasa bersyukur akan membuat kita merasa cukup :)

    [Reply]

    ione day Reply:

    memberi (mungkin) tak akan
    membuat kaya melimpah? Kata siapa itu? Justru dengan memberi akan mengundang rezeki menjadi lebih byk dan berkah. Tak ada sejarah yg mencatat org susah karena sedekah. Justru mereka tambah kaya. Dan itu tergantung persentase yang anda keluarkan. And keyakinan.

    [Reply]

  2. sandaranhati says:

    lebih baik menabung di rumah saja itu kalau pendapat saya
    heheh :)

    [Reply]

  3. profesional says:

    MANTAB INFONYA GAN..

    [Reply]

  4. KANG YUDHIE says:

    mohon maaf lahir bathin bang KW :D

    KAYA RAYA = IESQ

    [Reply]

  5. gajah_pesing says:

    insyaAllah, saia menggabungkan keduanya mas.. :)

    [Reply]

  6. kutu tabungan says:

    cenderung menabung dalam bentuk tertentu saja. apappun, kalo kita belum paham mainlah logam mulia emas yg dari dulu sampai sekarang nilainya masih tetap dalam beratnya.

    [Reply]

  7. koko says:

    Insya Allah, lebih bagus bersedekah/ memberi dg keihklasan, kenikmatan hidup & bathin Insya Allah akan terpenuhi…….

    salam
    http://www.usahahandoko.com

    [Reply]

  8. adhy says:

    menurut saya dengan “memberi” berarti kita sudah “menabung”. dengan sedekah (seperti dituliskan dalam artikel di atas) kita menabung kebaikan kepada orang lain, sehingga suatu saat akan dibalas dengan kebikan pula. bukankah kita harus menjaga hubungan baik dengan orang lain agar suatu saat orang lain akan berbaik hati pada kita…..terlepas dari esensi dan definisi sedekah, kesimpulan saya: memberi jauh lebih baik daripada meminta.

    [Reply]

  9. Adam bramantyo says:

    Menabung dalam bentuk emas saja kalau begitu..

    [Reply]

  10. ariomaharianotofan says:

    kutipan, “cukuplah Allah SWT sebagai pemberi rezekimu, sebaik-baik pemberi rezekimu adalah Allah SWT”..

    [Reply]

  11. ucokeren says:

    mEMBEri sekaligus menabung keky lbh bagus
    dan tentunya juga bersyukur :D

    [Reply]

  12. tanya says:

    disaat seperti ini Cash is King. Setiap saat dunia bisa terkena krisis lagi. Kalau investasi kita jeblok maka capital kita akan berkurang. Pada saat krisis Cash yang kita miliki bisa kita gunakan untuk berinvestasi karena saat itu semua harga saham pastinya akan anjlok.

    Intinya kita harus tau kapan harus investasi dan kapan harus menyimpan cash.

    [Reply]

    gunamahdy Reply:

    Dari judul nya sudah dapat dipastikan dua cara harus dilaksanakan, he …..

    [Reply]

    novil evanda Reply:

    kalaw saya lebih suka besedekahh,,,,,karna dengn bersedekah pasti rejeki kita akan lancar

    [Reply]

  13. bukanya otak kanan itu dipopulerkan oleh purdi chandra ya?

    Tapi ga tau juga sih :)

    [Reply]

  14. Nice post.. Sepertinya, sebaiknya digabungkan antara keduanya.. Intinya, berinvestasi tanpa pelit.. Salam..

    [Reply]

  15. ihsangamerz says:

    WAH ARTIKEL YANG PATUT DIBACA,baik untuk segala usia ^^

    [Reply]

  16. jokos5758 says:

    InsyaAllah, menggabungkan keduanya adalah solusi terbaik. bersedekah adalah sebuah perbuatan baik, berbagi untuk sesama. menabung adalah kegiatan mengendalikan harta kita, dengan menabung kita juga terhindar dari yang namanya kufur nikmat yaitu menghamburkan harta secara percuma.

    [Reply]

  17. pesanseragamkantor says:

    Otak kanan dan kiri tetep dipake karena semuanya masih berada di dalam kepala Gan : )
    Sedekah harus tetap jalan, perencanaan juga mesti ada. balance ajalah yg penting ^_^

    salam
    http://pesanseragamkantor.blogdetik.com/

    [Reply]

  18. ts says:

    menjadi kaya adalah pilihan mas….. lebih baik bekerja cerdas dan terus berencanakan kekuatan. Toh sebuah kekayaan tak ada batasannya setiap org berbeda2 dan subjektif

    [Reply]

  19. untoro says:

    Mau menambahkan saja bahwa manusia cenderung terdoktrin bahwa “kebahagiaan” dan “kesuksesan” selalu berbanding lurus dengan “kekayaan” dan segala ukuran materi, dan terjebak dalam lingkaran itu.
    Padahal disekitar kita bisa mudah menemukan orang yang kecukupan materi namun tidak bahagia.
    Dan kebahagiaan juga tidak berhubungan dengan perencanaan keuangan. Kebahagiaan adalah mindset, mindset bisa bersumber dari pemikiran diri, dan pemahaman agama sebagai aspek religius.

    [Reply]

  20. daengoprek says:

    Merencanakan sesuatu, seperti kata perencanaan keuangan, dalam setiap orang berbeda2 cara memperlakukannya. Untuk menjadi kaya tidak hanya usaha saja, sebagai manusia biasa memang ada kekuatan lain yg merespon usaha itu. Pertama, bagaimana hubungan atau silaturahmi dengan orang, kedua, penghasilan yg didapat tentu saja akan berotasi dalam siklus ekonomi, seperti belanja untuk kebutuhan sehari2. Namun apapun itu, intinya, apakah perencanaan kita tokcer atau tidak, toh…kekayaan itu tidak mampu membangkitkan orang yg sudah mati di kubur. :),

    walau begitu, kita memerlukan dana atau materi untuk hidup di bumi ini. maka, berdoa agar diberi kesehatan dan juga dicukupkan segala kekurangan agar hidup di dunia ini tidak kronis. seperti doa berikut “Ya Allah, ampunilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rizky padaku, berilah kesehatan, berilah aku jodoh yg baik2, berilah aku petunjuk dari semua itu, bagaimana cara meraihnya, dan ya Allah. Ampunilah hambamu,” amin…

    Jadi, boleh saja merencanakan sesuatu, namun akhirnya ada kekuatan gaib yg menentukan pada waktunya, pasalnya, saat kita menabung, namun baru berjalan selang beberapa tahun, ehhh…malah uang itu dipakai untuk kebutuhan yang urjen, akhirnya rencananya kacau. Jadi intinya, berusaha menggapai hidup yang lebih baik, dan pasti selalu bersyukur. that’s it…

    Mohon maaf kalau ada yg keliru ya… makasih…

    [Reply]

  21. zoel says:

    mantaap..artikelnya. yg jelas digabung.

    [Reply]

  22. izumi says:

    Nice post!
    Yang paling baik adalah semuanya berjalan secara seimbang.
    Walaupun kita berkecukupan, tapi kalau tidak ditabung/investasi, lama kelamaan pasti habis.
    Begitu juga jika kita berkecukupan, namun tidak pernah memberi, tidak akan pernah merasa cukup. Maka dari itu, menurut saya jika keduanya digabungkan dan dijalankan secara seimbang, pasti hidup pun akan selaras.

    [Reply]

  23. Kurnia Septa says:

    langsung dicoba deh :)

    [Reply]

  24. tomtom says:

    sedekah Om, LEBIH BAIK SEDEKAH… karena kecukupan lebih baik kayaknya se.. tapi kalau bisa lebih baik kenapa tidak??? lah malah bingung aku Om,,,hehehe

    [Reply]

  25. paddyworld says:

    nice post, kaget juga waktu tahu cara cepat jadi kaya bisa dengan bersedekah. Patut dicoba nih. Thnx ya ..

    [Reply]

  26. hmmmm kalau menurut saya harus memakai perhitungan dengan berdasarkan keyakinan :)

    [Reply]

  27. RONALDO says:

    Cara yang paling benar adalah bukan dengan mencari uang tapi sebaliknya buat Uang mencari kita

    [Reply]

    djibrill Reply:

    bego luu

    [Reply]

  28. djibrill says:

    istilah mana yang lebih cocok atau yang anda yakini lebih keren terdengear kurang pas di telinga. yg pasti dalam hidup tidak hanya untuk bersedekah dan menabung saja. kalau di ceritakan pasti lebih panjang dari cerita di atas. dan menurut saya cerita di blog ini tidak menarik dan tidak fanabis. seperti karangan anak sekolah dasar. wakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. mohon jangan tersinggung. wahaaaaaaaaaaaaaaaa

    [Reply]

  29. Ndak perlu otak kiri atau otak kanan .. yang penting jalanin yg anda sukai, dan nikmati setiap alurnya ..

    REgards

    [Reply]

  30. Kaget says:

    Tentunya bagi saya, menggabungkan keduanya adalah cara yang saya yakini dengan tepat. Hidup itu bukan hanya berfiir dengan logika, tapi juga spritual yang memang menjadi keyakinan, tho? :P

    [Reply]

  31. Dian Wahyudi says:

    semuanya harus seimbang..gunakan kedua-duanya brain left and right.

    [Reply]

  32. danielcibubur says:

    Saya percaya itu dengan Memberi kepada orang yang sangat membutuhkannya plus dengan perbuatan baek kita kepada sesama akan mendapat Hadia yang lebih besar dari yang kita berikan..
    tapi kalo kita uda dapat hadianya jangan sampe salah jalan yah nanti bisa jadi miskin lagi loh..:) hehehe..
    apalagi kalo ditambah dengan Menabung yakin3x..pasti bisa kaya gun..:) hehehe..

    [Reply]

  33. dillahshetia says:

    makasih deh buat saran nya

    [Reply]

  34. Danang says:

    daripada nabung kena biaya ini itu lebih baik investasi emas hehehe

    [Reply]

  35. baju anak says:

    sip.. menarik artikelnya.. thanks

    [Reply]

  36. Ary says:

    Dulu saya adalah orang yang mendewakan otak kiri, lebih berpikir terstuktur, ilmiah, bekerja dengan pola dan managerial perencanaan matang. Namun yang ada hanya rasa lelah hasil yang didapat tidak maksimal waktu habis begitu saja. Setelah back to nature sebagai mahluk yang ber Tuhan, ternyata benar-benar segalanya mudah karena ada kekuatna lain yang super dahsyat yang mampu mengubah hidupku bagai langit dan bumi. Coba tanyakan sama orang yang benar-benar kaya raya, bisa ditebak mereka selalu dekat dengan Tuhannya. Tuhan maha berlimpah dan Maha Kaya. sehingga jika kita dekat dengan-Nya maka pasti kita akan kecripatan kelimpahan dan kekayaan-Nya. Oke!

    [Reply]

  37. Tuhan telah memberikan kita otak kiri dan otak kanan, bahkan belakangan saya dengar juga ada otak tengah, dengan fungsinya masing-masing. Saya yakin Tuhan ingin kita menggunakan semuanya, tentunya secara berimbang, maka kita pasti akan kaya, baik secara lahiriah maupun batiniah.

    [Reply]

  38. pradana says:

    uang bukan jaminan bahagia tetapi kebahagiaan tanpa punya uang rasanya kurang lengkap,. karena kita saat ini masih hidup di alam raga,.artikel tersebut sangat bagus sekali,.. dan saya sangat setuju kedua hal tersebut di gabungkan (cara pandang otak kanan and otak kiri).,.karena kalo pengen bahagia, hidup ini kata banyak orang harus seimbang,..ya gak g,..? hehehe,.. tapi kita kembali pada tujuan hidup kita masing2 krn setiap orang mungkin punya tujuan yang berbeda beda.. tank’s buat artikelnya,..

    [Reply]

  39. Anonymous says:

    nice info gan

    kenalan yuk cewek seksi

    :)

    [Reply]

  40. agus says:

    saya lebih suka dengan cara berbagi, baik itu berbagi informasi, berbagi harga, berbagi kebahagiaan, berbagi kesempata, berbagi peluang. Pokoknya Share share share…. karena kengan berbagi maka energi positif akan bergerak kearah kita.
    contoh palih hebat sekarang ini adalah Bank syariah… bank syariah memiliki landasan berbagi, yaitu berbagi keuntungan.
    maka dari itu saya mengikuti program berikut karena disini sifatnya bersama berbagi demi kesuksesan bersama. at http://www.milyarderclub.com/?id=Tepungsari
    salam sukses

    [Reply]

  41. feri says:

    saya sangt setuju dengan penggabungan dua konsep tersebut,mengeskalator dana merupakan sebuah hal pintar yang harus di jadikn pernsip bukan hanya menanti hasil deposito semata,klaim buat seorang pembisnis adalah gagal dalm perhitungan angka keuntungan,untuk itu jadilah seorang “pemberi” yg bisa untuk “menabung” ,memberi arti kata solusi atas permasalahan yg akan di ajdikan sebuah bisnis,dan menabu…ng dalam arti investasi bisnis usaha untuk masa depan dengan pembentukan bisnis usaha,,bukan menabung uang di bank/deposito untuk masa depan…putar kan keuntungan anda dengan membangun usaha2 yg berikutnya,,dan otomatis anadalah sebagai pemberi yg terbaik,karna denagn pola pikir anda bisa membantu anak bangsa menghidupi kluarganya..,,”kata penting.mendeposito dana hanyalah akan membuat anda vakum dan tidak bisa membantu orang karna keuntungannya hanya cukup buat pribadi anda…

    [Reply]

Leave a Reply