sufi, sebuah terobosan dalam beragama?
Written on 28 February 2012 – 07:42 | by fanabis

dalam syiar yang sering kita dengar sejak masa bocah, agama islam selalu menakut-nakuti dengan adanya surga dan neraka. sehingga kita semaksimal mungkin dalam hidup ini harus berbuat baik agar memperoleh pahala-sebanyak-banyaknya. tujuannya satu: agar masuk surga, berhandai-handai dengan bidadari.
karena semangatnya mencari pahala sebanyak-banyaknya, beberapa orang (orang kebanyakan) melakukan apapun perbuatan yang dianggap baik secara brutal. seperti tokoh dalam cerpennya aa navis yang melegenda: robohnya surau kami. dia sholat terus-menerus namun abai pada keluarganya yang kelaparan.
keyakinan-keyakinan yang diajarkan sejak masa bocah itu dibahas dalam diskusi @kopdarbudaya pada 17 februari 2012 di kemang. diskusi tanpa registrasi dan tanpa durasi ini mengusung tema, lari ke sufi dengan @candramalik sebagai pematerinya.
malam itu @candramalik yang segera merilis album religinya menyampaikan banyak hal. mulai dari sholat, kebagiaan, kesederhanaan dan banyak hal. beberapa yang sempat aku ingat (karena tidak mencatat)
tentang shalat. shalat itu tiang agama, kata al quran. seperti pada sebuah rumah, tiang hanya ditempatkan pada sudut-sudut tertentu. sehingga jika sebuah rumah terlalu banyak tiang, otomatis rumah tersebut tidak bisa diakses.
satu lagi shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. ya hanya mencegah saja, seperti minum suplemen yang bisa mencegah sakit. namun untuk sehat tidak cukup minum suplemen, harus dibarengi dengan olahraga teratur dan makan makanan yang terpilih, tidak mengandung kolesterol, gula yang berlebihan.
kebanyakan minum suplemen, tubuh bisa sakit!
begitulah, apa yang disampaikan malam itu membuat para peserta terlongo-longo karena mereka memperoleh cara pandang yang sungguh berbeda dari apa yang kita tahu selama ini. seru dan “mengkampak muka”, kalau istilah kafka
contoh lagi: shalat (subuh) itu lebih baik daripada tidur. menurut @candramalik, shalat subuh itu lebih baik saja, tidak lebih benar. sehingga kita tidak berhak membangunkan seseorang untuk shalat subuh. karena setelah bangun tidur ia masih bisa melakukan banyak hal baik. tidurnya seorang yang berilmu lebih ditakuti setan daripada shalatnya ribuan jamaah yang tidak berilmu, katanya.
lalu bagaimana menyiasati kehidupan metropolitan yang begini rumit? begini ia menjawab, “berpikirlah sederhana. sufisme adalah pola hidup yang sungguh berani, kembali ke logika dasar ketika dunia sudah sedemikian pintar.”
“kesederhanaan adalah sebuah pencapaian tertinggi.untuk mencapai kesederhanaan diperlukan 3 elemen: energi, frekuensi, dimensi yang masing-masing harus pas takarannya. ketika sudah terbiasa berpikir dan bersikap sederhana, kita akan menemukan keluasan dan keleluasaan, seperti laut dan langit.
sudah ya. perbincangan yang nyaris empat jam itu kalau dituliskan bisa menjadi berpuluh-puluh postingan.



37 Responses to “sufi, sebuah terobosan dalam beragama?”
Dmna mana khn ngingetin org lain ibadah tuh sbuah kharusan khn ? Kog malah gausa bangunin org buat shlt subuh. Dpelajari dlu ajaran sufinya knpa banyak nimbulin pro kontra .
Iya tuh.. Amar ma’ruf nahi mungkarnya mana? Itu bukan sufi tapi pseudosufi alias sufi gadungan. Mau belajar ma’rifat tapi syariatnya dilewatin. Audzubillahi min dzalik
aikh,,saya baca jadi ngerasa karena saya sering gituh,,tapi kok ada yang gak nyantol ke hati ya,,,kan saling mengingatkan itu wajib seperti mengingatkan sholat subuh,,satu lagi kan mencegah lebih baik dari pada mengobati,,hemmm
Sholat sebagai pondasi dasar agama Islam, salah satu perintah Sholat 5 (lima) waktu terdapat dalam Surat Al Israa 17:78
Artinya: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[ ]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Kadang saya jadi berpikir kenapa umat islam belakangan ini tertinggal dibanding umat lain, mgkn terlalu mengagungkan ritual dibanding tindakan merasa bangga kalo dirinya banyak beribadah, Speaker masjid dibuat sekencang2nya padahal orang diluar masjid belum tentu peduli dgn isi ceramah, atao juga penutupan jalan karena ada pengajian hingga menimbulkan macet, sudah yah.. pendapat saya nti kebanyakn…
banyak orang menganggap ~sufi~ adalah pelarian, sesungguhnya sufi itu ruh-nya Islam dimana di setiap sendi kehidupan orang Islam tak lepas dari ke-sufi-an itu, hanya saja orang lebih suka mengkotak-kotak dirinya pada kelompok-kelompok sehingga seakan-akan bikin alergi, begitu juga sufi ibarat sebuah hati, tapi sayang orang sering alergi pada hatinya sendiri
wakakakakakakaka
masuklah engkau dalam islam secara utuh,,,pernyataan di atas hanya sengaja dipotong2 dari sebagian ajaran islam sehingga menjadi hal yang seolah2 bertentangankalau memang belum mengerti islam secara utuh y silahkan belajar lagikarena islam mengajarkan kebaikan secara menyeluruh dalam pola hidap manusia
y memang…justru sufi itu inti dari ajaran islam…kalo yang ini bukan sufi sesungguhnya…
Berfikir positif aja gan2 jangan gegabah mengambil kesimpulan, orang kan hanya menyampaikan yang menurut dia yakini benar & bagi kita yang gak yakin kan gak di paksa untuk mengikuti. Islam itu paling banyak ilmunya yang tidak kita ketahui bagi orang umum yang pastinya salah satunya saya sendiri :(. Tapi setidaknya biarkanlah mereka berbeda pendapat, mungkin aja ilmu kita selama ini masih dangkal gak pernah menggali ilmu-ilmu islam yang sesungguhnya sehingga ada pandangan sedikit saja tentang islam yang asing menurut kita tapi tidak secara ilmu islam itu sendiri kita malah bingung.
ini sufi yang meyesatkan, ajaran islam sudah sempurna sebagaiman yang dicontohkan Rosul SAW dan para Sahabat. titik
maka kalau imgin selamat ikitilah Rosullulloh SAW dan para sahabat
artikel yang menarik dan bermanfaat.. sukses selalu
Contoh: Rosululloh melakukan sholat subuh bejamaah, maka sikap kita harus sebagaima para sahabat dahulu yaitu samikna wa’atokna ( kami dengar dan kami laksanakan ) adapun orang yang mendapat keringanan ( ru’soh ) sudah ada dalam fiqih yang disusun oleh ulama’ ulama’ kita terdahulu
Vertikal. Horizontal. Alam. Keseimbangan. Sekolah atau Mesjid? Bangunlah sekolah kemudian mesjid.
yaaayaaayaaa…semua orang berhak berbicara, berhak berpendapat..
tapi hati2, jaman sekarang banyak setan yang menyamar menjadi manusia untuk lebih menyesatkan manusia..
seperti solat subuh yang di bahas, wajib mengingatkan bagi setiap muslim.
perhatikan kata2 berikut : “tidurnya seorang yang berilmu lebih ditakuti setan daripada shalatnya ribuan jamaah yang tidak berilmu, katanya”
sesungguhnya jika kita paham, seharusnya : “tidurnya orang beriman” orang berilmu belum tentu memiliki iman yang kuat.
seperti cerita yang sering kita dengar :
di sebuah masjid ada seorang lelaki beriman sedang tidur dekat pintu masuk masjid.
sedangkan seorang yang imannya masih rendah sedang melakukan solat.
lalu datang seekor setan/iblis yang hendak menggoda orang yang sedang solat.
namun sang saitan mengurungkan niatnya. karena ia takut dengan orang yang beriman yang sedang tidur di dekat pintu masjid..
saya rasa, masing2 dari diri kita bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk.
wallahu’alam bis shawaf…
Ini tak ada bedanya dengan mereka yang mendatangi rumah ke rumah mengajak orang lain untuk menghamba. perbuatan mereka sangat mulia, rela menghabiskan waktu demi mengingatkan orang lain untuk tetap mengingat tuhan. masalahnya sekarang manusia lebih menghamba kepada elektronik, ya…. seperti saat ini yang lebih senang membaca sana sini di jam yang mewajibkan untuk menghamba
hidup adalah keseimbangan dan tidak membeda- bedakan. thx artikenya bagus:)
Aku suka komen yang ini..
Vertikal-horisontal..
Ibadah kepada Alloh, tanpa melupakan sekitar.. karna itu juga ibadah.. Mengingat Alloh dalam setiap perbuatan, dan niat kita yang mendasari semua itu..
Dan, tentu saja… hati-hati dengan rasa *merasa paling benar* karna hanya Alloh yang berhak menilai
semua orang punya kepala, semua orang punya mau, sehingga semua orang bisa saja bersuara…
lalu siapa yang berhak membenarkan dan menyalahkan?
apakah jawabannya semua orang juga?
tentu tidak, wahai saudara-saudaraku…
yang berhak menimbang ini salah dan ini benar adalah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
kita hanya mencari… apakah suatu perkara ada dasarnya dari Al-Qur`an atau As-Sunnah Yang Shahih (Hadits Rasulullah),
jika tidak ada.. jangan dipake dan jangan pula dikerjakan.
jika ada perintah… maka kerjakannlah semampunya.
jika ada larangan… maka tinggalkanlah.
maka hati-hatilah berbicara dan berpendapat.. karena agama ini bukan kita yang buat tapi Allah Ta’ala, kemudian diturunkan Rasul-Nya untuk mengajarkan kepada manusia.
akhirnya Allah dan Rasul-Nya lah yang paling tau kebaikan yang harus diberikan pada manusia, bukannya kita mikir… “ini baik ga ya?”, “ooh kayaknya ini jelek deh!”
kalo semua bisa menentukan, bisa-bisa agama ini nantinya jadi macem-macem…
solusinya adalah : pelajari Al-Qur`an, telaah As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat.. lalu terapkan dalam kehidupan sehari-hari…
baca surat Ali-Imran 29-31 sebagai pencerahan…
Barakallah fikum
Bukan Sufi nih..!! Baca-baca lagi, perdalam lagi ilmu ente tentang sufi.
Barakallah fikum.
Wassalam..
Permasalahannya adalah sang nara sumber, Ilmu Islamnya masih cetek, termasuk para pendengarnya sehingga apa yang disampaikannya seolah-olah merupakan kebenaran yang baRU terungkap. Please deh, kalo punya ilmu baru sepotong2 jangan sok merasa paling tahu. Islam itu terlalu luas dan agung dari pada sekedar seorang candramalik. Kalo mo belajar islam ya ke guru-guru yang paham tentang islam. Ato mo tantangan baru pergi belajar islam di Iran?
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prilaku kaum islam selama ini adalah salah dan hanya candramailk lah yg benar. Jadi mari kita introspeksi diri dan belajar islam dari candramalik agar tidak tersesat dalam beragama.
Kok saya rasa agak mencampur adukkan yang benar dan yang salah.
Bahwa kita tidak boleh berlebihan dalam beribadah hingga mengabaikan kewajiban (kepada keluarga, masyarakat, dll) itu memang BENAR. Memang demikianlah yang diajarkan Nabi Muhammad s.a.w.
Bahwa kita tidak perlu saling mengingatkan dalam kebaikan (misal membangunkan orang untuk sholat subuh) itu SALAH. Amar makruf nahi munkar tetap menjadi bagian dari Islam untuk selamanya.
nb : saya tentu bukan Tuhan, yang dapat menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi Tuhan telah menyampaikan aturan-Nya (mengenai mana yang benar dan mana yang salah) melalui Al Quran dan teladan Nabi Muhammad s.a.w. Dan saya percaya itu.
Kebenaran hanya milik-Nya.
oke artikelnya sangat membantu sekali .
ga ikutan komen ttg ini ah
ga paham
Islam merupakan ajaran “Spritual” bukan hanya “Ritual”….
syariat-tarikat-hakekat-ma’rifat
tahapnya dari awal ke akhir
tapi meuju ke akhirnya gak boleh ninggalin tahap yang sebelumnya cmiiw
belajar agama jangan cuma sepotong-potong. Jadinya kalo ada orang ngomong agak ngawur (terkesan revolusioner) kita ngga terlongo-longo. Silahkan buat penulis belajar lagi, sebelum mempostingnya. Karena SEMUA yang kita lakukan akan dimintakan pertanggung jawaban….. ingat SEMUA baik besar atau kecil.
postingan yang absurd..
Pemikiran seperti ini menarik, memandang agama bukan dari literasi yang terakui saja tapi juga pandangan lain yang ternyata, tetap menyodorkan keseksian pemikiran.
Salut, berharap suatu waktu saudara kita yang terkubang di gerakan-gerakan seperti FPI pun bisa mengerti hal yang beginian sehingga hidupnya tidak terlalu monoton nan menegangkan
intinya adalah keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal dengan tetap berpedoman pada apa yang telah diwajibkan tanpa meninggalkan kesantunan dan kemanusiaan …..
candramalik hanya menyampaikan sesuatu yang dia sendiri sebenarnya ga tau tentang islam, candramalik hanya bisa membuat manives sederhana tentang ajaran2 islam, candramalik hanya menunjukan keterbatasan cara pandangnya tentang islam, mbok yao sampean ini berfikir lebih jauh, apa di negri yang begini banyak dan mayoritasnya adalah islam tidak anda jumpai satupun orang yang lebih pandai dari saudara, apakah para cendekia yang begitu banyak tidak saudara tanyai, sungguh suatu sikap yang sangat tidak terpuji jika kita merasa orang lain tidak lebih bisa dari kita, simpan sendiri apa yang menjadi pemikiran anda berikan pada orang lain jika anda sudah mampu menggetarkan cakrawala lewat kecerdasan dan pola fikir saudara tentang islam bukan membuat analisa tanpa dasar yang kuat semoga saudara mendapat ridho dari Alloh SWT……
I like this post, enjoyed this one appreciate it for putting up.
Nice reading here..really an useful information is presented with a great inputs.
kayaknya sulit di dunia ini ntuk mencari orang2 yg berilmu….
karena klo ia orang berilmu tidak mungkin meninggalkan suatu ibadah yg jelas2 itu merupakan suatu kewajiban bukankah saling mengingatkan dalam kebaikan itu lebih baik???
Nice reading here..really an useful dope is presented with a great inputs.
Nice interpretation here..really an useful information is presented with a great inputs.
I encompass bring into being your blog, it has helped me a fountain pen in responsibility on my development.
ajaran sufi baik tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak