lebaran 2012 (1): rutinitas tahunan yang “drama”

23 Aug 2012

cd9e804a624273f59dd19d8d2fd500d5_mudik-lebaran-pulang-kampung1

sebagai perantau, pulang kampung atau mudik adalah kewajiban bagi sebagian orang. bagi sebagian yang lain mereka pulang kampung untuk membahagiakan orang tua. sebagian (mungkin kecil) adalah untuk pamer kesuksesan dan pencapaian.

saya pulang bukan untuk ketiganya, bukan karena kewajiban karena saya pulang dengan amat suka rela dan dengan penuh antusias. tidak juga untuk membahagiakan orang tua, karena kebahagiaan dia adalah ketika aku menikah dan pasti tidak untuk pamer, karena pencapaian saya tenggelam oleh tetangga-tetangga saya yang sangat jauh berada di titik sangat tinggi.

(bagi masyarakat di kampungku, ukuran kesuksesan itu sangat jelas dan sederhana: berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan selama berada di kota. )

selama di jakarta, baru sekali tidak pulang kampung. rasanya tidak nyaman, meski dapat uang lemburan yang jumlahnya sepuluh kali lipat uang harian. tahun ini agak beda, pulang agak mendekati puncak arus mudik. dulu, saya selalu pulang lebih awal dan balik paling akhir, karena cuti tahunan tidak pernah dimanfaatkan.

saya perencana yang cukup buruk, setiap pulang saya tidak pernah memesan tiket sebelumnya. meski di media-media mengabarkan tiket selalu habis, ada yang berdesak-desakan di antrian dan seterusnya, tak membuatku segera mengikuti gerak mereka. saya yakin, saya akan dapat tiket dan pulang dengan baik-baik saja.

dan terbukti, ada teman yang menawari tumpangan. tahun kemarin juga ada yang menawari, tapi terpaksa aku tolak, karena telah lebih dulu janji ingin pulang dengan teman lain yang “mengurus” tiketnya. untuk urusan tiket, setiap tahun selalu baik-baik saja.

pulang pada puncak arus mudik memberikan pengalaman yang beda, utamanya jumlah mobil dan motor di jalanan yang sungguh membuat merinding. aku berkhayal, para pemudik itu mirip kawanan antelop yang menyeberangi sungai yang dihuni penuh buaya.

data pemudik yang meninggal sampai 21 agustus menurut metrotv sudah sampai 630an. mungkin mereka bisa disebut mujahid, orang yang “berperang” di jalan tuhan atau ada sebutan lain yang lebih pas. mereka melakukan perjalanan ke kampung halamannya diluar akal sehat.

seperti yang sangat sering terekspose adalah para biker yang mengendarai motornya sekeluarga, kadang bertiga bahkan ada yang berempat. beberapa anak masih bayi dan beberapa sudah terlalu dewasa untuk dibonceng bertiga. dilema. di tambah dengan barang bawaan tas, kardus dan lainnya.

dan mungkin kalian tak pernah percaya ketika tak melihat langsung pemandangan ini: para pemotor menjadikan pom bensin sebagai tempat istirahatnya. mereka bukan duduk-duduk, namun tiduran, telantang menatap langit. beberapa tampak memakai alas selimut yang sengaja mereka bawa. kelompok ini biasanya tidur beneran selama beberapa jam.

ketika dirasa sudah cukup segar, mereka melanjutkan perjalanan yang menurutku sangat berani dan tanpa perhitungan. selain dengan kecepatan tinggi, jalan mereka zigzag, menyusup dan menyalip di sela-sela mobil. sebuah pertaruhan yang total!

pemandangan yang tak kalah uniknya adalah mobil-mobil yang muatannya melebihi kapasitas dan beberapa mobil barang yang dipakai untuk mengangkut orang, mobil bak terbuka yang dikasih tenda. namun tahun ini tak tampak tak ada bajaj yang turut serta.

image diambil dari: http://www.romadhon-byar.com/2012/08/pulang-kampung.html


TAGS pulkam mudik lebaran 2012


-

Author

Follow Me