
di indonesia calo berjaya. padahal sebenernya “profesi” ini tak diperlukan. mayoritas kita terlalu pemalas untuk menyelesaikan urusanya sendiri tanpa bantuan orang lain. dan kesempatan ini ditangkap orang-orang yang mengetahui peluang itu. calo, dari level bawah sampai atas ada. dari masalah jual beli sampai urusan politik.
selasa (14/11) seharian saya berurusan dengan kantor layanan publik milik pemerintah. karena antrian yang panjang, aku sempatkan ngopi dibawah pohon beringin yang ada di tengah halaman. di antara motor dan mobil parkir seorang ibu muda berjalan menenteng aneka minuman: kopi, teh dan jus buah.
nama perempuan itu hermione, nama palsu tentu saja. ditengah kesibukan melayani pesanan rupanya ia kesepian. tanpa diminta perempuan beranak dua itu nyerocos menceritakan karirnya di kantor milik pemerintah ini. dia bukan karyawan, tetapi “hanyalah” seorang freelence yang tugasnya melayani kebutuhan makan dan minum karyawan dan tamu yang datang mengurus surat semacam aku.
tahun ini karirnya menapaki usia yang ketiga. ia merasa sangat beruntung memperoleh pekerjaan ini. perempuan yang selalu menenteng tas berisi berbagai macam rokok ini merasa beruntung. meski tanpa modal uang sama sekali ia bisa mempunyai penghasilan nyaris tetap rata-rata per bulan sekitar 6 juta.
setiap pagi, ia berkeliling menawarkan minuman ke seluruh pelanggannya. sigap ia mencatat semua pesanan itu ke kertas panjang yang sangat rumit. kertas itu juga berisi catatan siapa saja yang belum membayar. aku duga, hanya dia yang bisa membaca catatan ajaib itu. tapi ia menikmatinya, aneh.
begitu ia selesai menanyai semua pelanggan ia akan bergegas ke warung memesan semua minuman. dari tiap dipesan, ia mengambil untung seribu rupiah. tanpa membeda-bedakan jenis makanan dan minuman, termasuk rokok. di kantor itu ada sekitar 5 hermione lain yang berprofesi seperti dirinya.
siang itu aku datang ke kantor tersebut sekitar pukul 08:00 wib dan memperoleh nomor antrian 356. bisa dipastikan, tamu yang mengurus surat ke kantor tesebut jumlahnya ribuan per harinya. untuk bulan desember ini katanya memang sangat ramai. tentu saja ini menguntungkan bagi hermione. ia sudah menelepon suaminya dirumah untuk memperlambat waktu menjemput.
ya suaminya tidak bekerja. suaminya yang mengurus anaknya yang autis di rumah. tanpa berhenti hermione mengisahkan kebisaannya membiayai semua kehidupan keluarganya. mulai dari mengontrak rumah, membiayai anak sekolah sampai cicilan motor barunya. setiap hari dia mentargetkan, minimal setiap hari ia harus menyisihkan enam puluh ribu rupiah untuk biaya cicilan motor dan lainnya.
selebihnya uangnya di tabung. penghasilannya memuncak pada hari raya, semua karyawan kantor memberinya thr. ia mengatakan dengan ceria, “kebalik ya, mestinya kan saya yang harus ngasih mereka?. perempuan itu lalu menghilang diantara kerumunan.


.jpg)