Archive for the ‘buku’ Category

“bule juga manusia”, perspektif richard tentang indonesia

January 19th, 2011, posted in buku
bulengehek

bulengehek

richard miles, warga adelaide australia ini sudah terlanjur cinta dengan indonesia. laki laki ini telah mempunyai agenda berkunjung ke indonesia empat bulan sekali. dan pada bulan april mendatang ia akan ke jakarta sekaligus mempromosikan buku perdananya : bule juga manusia.

buku setebal 169 halaman ini sekarang sudah beredar di semua toko buku online maupun offline. animo para pembaca buku-buku bergenre lucu ini ternyata sangat besar. konon pada minggu kedua januari ini, buku laki-laki yang biasa dipanggil @bulengehe ini telah dicetak ulang. hebat!

dalam buku ini richard menceritakan pengalaman hidupnya selama beberapa kali di indonesia. kota-kota yang pernah ia datangi selain jakarta adalah jogja, solo, salatiga dan sebagian kota di sumatera. richard yang menguasai bahasa gaul jakarta ini sebelumnya rajin ngeblog.

cerita-cerita yang disampaikan di buku yang diterbitkan bukune ini membuat pembacanya ngakak. richard menceritakan kegilaan keterkejutannya dengan budaya indonesia yang aneh, tentang makanan dan hal-hal yang sebelumnya tak pernah dipikirkan di adelaide.

misalnya bagaimana paniknya dia ketika kebelet ke toilet di sebuah mal. setelah mencari-cari tanda rest room ia disambut oleh seorang petugas perempuan. ia pikir ini gila, masa orang mau ke toilet kok di sambut dengan ucapan silaaakannn…. ” “pelayanan” itu mestinya hanya dilakukan oleh seorang waiter restoran.

dan sesampainya di dalam toilet, ia mendapati closet jongkok dan ember beserta gayungnya. hal yang tak pernah dia temui di rumahnya. ia shock. antara kebelet dan tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah urgentnya tersebut. richard menceritakan masalah tersebut secara kocak dan gokil.

perbedaan budaya antara jakarta dan adelaide memaksanya menyesuaikan diri. richard yang pernah menjadi artis figuran dalam film merah putih ini terlongo-longo ketika ia berada di monas, di kantor pos, di busway. expressinya khas , hallowww….”katanya.

richard yang masih lajang ini juga tak pelit berbagi tips bagaimana mencari kenalan. tidak tanggung-tanggung ia menyimpan 10 tips yang dijamin akan memuluskan perkenalan dengan cowok/cewek yang diincar. jangan khawatir, semuanya original dan pasti “maut”.

richar yang cita-citanya menjadi guru bahasa indonesia ini juga sedikit menuliskan otobiografinya. tentang masa bocahnya di adelaide, tentang teman-temannya dan gurunya di sekolah. seru abis sampai lembar terakhir!

ajahn chah ajak memahami sesuatu itu apa adanya

January 2nd, 2011, posted in buku

banyak orang menyulut kembang api menyambut datangnya 2011. pendar kembang api yang melesat membelah langit itu sungguh indah. di mal, masjid, pantai semua orang bergembira. di twitter garis waktu dipenuhi ucapan suka cita dan harapan dari teman-teman. semua orang berdoa agar di tahun kelinci ini semua orang berbahagia.

setelah itu suasana kembali sepi. kegembiraan itu berakhir di jalan-jalan yang macet. kali ini semuanya mengeluh buruknya sistem transportasi yang ada. mereka merasakan ketidaknyamanan, menderita. dan jika tidak bisa memahami keadaan ini, mereka akan kesal, marah dan kecewa. bisa jadi stress.

ajahn chah dalam bukunya “ini pun akan berlalu” ( everything arises, everything falls away) menyebut ketidaknyamanan atau ketidakpuasan dengan dukkha. bagaimana cara agar kita bisa terbebas dari dukkha? kita harus melihat dukkha sebagai kebenaran.

yang kekal di dunia ini adalah ketidakpastian, ketidaktetapan, kelabilan (anicca). sesuatu yang muncul pasti lenyap. kebahagiaan dan penderitaan itu akan terus silih berganti dalam kehidupan kita. setelah kesulitan pasti ada kemudahan. sehingga harapan untuk selalu dalam keadaan bahagia itu tidak realistik?

kita harus menyadari bahwa segala fenomena hanyalah semu, tidak ada apapun yang stabil. jika sudah sampai pada pemahaman ini, kita tidak akan terlalu menderita ketika kemalingan atau kehilangan. itu dikarenakan sejak lahir kita diajarkan untuk memperoleh sesuatu, menghimpun dan berpegang pada sesuatu, untuk melihat sesuatu sebagai penting dan milik kita. (96)

untuk mencapai kenyamanan/ kebahagiaan harus melewati kesulitan. pertama kita harus memahami kebenaran akan dukkha, sifat tidak memuaskan keberadaan yang ada dimana-mana. caranya adalah dengan melibatkan diri ke berbagai penderitaan. karena memahami penderitaan adalah jalan menuju pencerahan. kita harus melihat dukkha, mencari sebabnya, lenyapnya dan jalan yang memunculkan lenyapnya (100)

salah satu prakteknya adalah dengan meditasi.

tutorial cara mencari kebahagiaan ini sungguh ekstrim bagi orang kebanyakan. apalagi untuk orang-orang metropolitan yang mengukur semua kesuksesan dan kebahagiaan hanya dengan jumlah saldo digit yang dipunyainya. padahal “konon” seberapapun tabungan mereka, konon tak bisa membuat orang benar-benar bahagia. ada yang meyakini bahagia itu ketika memperoleh. namun sebagian (kecil) ada yang meyakini, kebahagiaan itu ketika melepas.

ajahn chah (1918 -1992) adalah seorang bhikkhu, master budhhis yang lahir di ubon rajathani thailand. pada usia 20 tahun ia memutuskan memasuki kehidupan monastik. selama tujuh tahun ia berlatih dalam gaya tradisi hutan hutan yang ketat untuk mengembangkan meditasi.

judul buku : ini pun akan berlalu (everything arises, everything falls Away)
penulis: ajahn chach
jumlah halaman: 224 hal
penerbit: ehipassiko

gamabr diambil dari : http://deelovelxndr.files.wordpress.com/2010/08/emotion_by_armandsg.jpg

manjali dan cakrabirawa: cinta segitiga di belantara purbakala

July 19th, 2010, posted in buku

ayu utami, semua mafhum nama ini adalah jaminan mutu di dunia kepenulisan. kesastrawanannya telah diakui, tak hanya di indonesia namun juga di luar negeri. novel pertamanya “saman” memenangi sayembara penulisan roman dewan kesenian jakarta 1998.

novel ini pula yang mengantarnya memperoleh prince claus award 2000 dari prince claus fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag. sebagai penulis ia bisa dikatakan cukup produktif, karena novel keduanya yang berjudul larung muncul tahun 2001. novel lanjutan saman ini kurang ada gemanya.

perempuan mantan wartawan ini sebagai penulis papan atas dia melenggang seolah tanpa pesaing. buku ketiganya bilangan fu memenangi penghargaan khatulistiwa literary award tahun 2008 kategori prosa. dalam menulis novel ini, ia melakukan riset tentang kehidupan panjat tebing yang merupakan background novelnya.

namun ternyata novel bilangan fu yang ceritanya menggugat agama-agama langit ini dibuat serial. baru-baru ini lanjutan novel bilangan fu sudah beredar. judulnya manjali dan cakrabirawa. penerbit gramedia menyebut novel terbaru ini roman misteri. masih menurut kpg, novel ini menceritakan petualangan untuk memecahkan teka-teki yang berhubungan dengan sejarah nusantara.

menurutku ayu utami makin kurang serius dalam menuliskan novel ini. bisa jadi ia masih jet lag setelah bilangan fu memperoleh penghargaan. keadaan ini mengulang pada kasus larung, yang merupakan lanjutan dari saman. ia tak sanggup mempertahankan kekerenan novel-novel yang ditulis pada buku pertama, baik isi cerita maupun cara penyampaiannya.

mungkin justina ayu utami, nama lengkapnya perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan masalah jet lag nya. pada pada manjali dan cakrabirawa ini, dia menceritakan kisah cinta segitiga yang dialami marja, parang jati dan sandi yuda yang dibumbui dengan teka-teki kejadian yang serba kebetulan.

ia berhasil dalam membuat jalinan cerita yang saling terhubung. misalnya nama belakang marja, manjali yang terkait dengan calon arang. cakrabirawa, mantra ampuh yang berhubungan dengan pki. atau lagu dany boy dengan murni, nenek tua penjual kayu bakar.

sayang ia tak bisa mengendalikan emosinya ketika membahas pki 65, tentara yang melanggar ham, demokrasi maupun modernisasi. tiba-tiba ia menjadi penceramah. dan apa yang disampaikan itu tak mengandung hal baru sama sekali. apakah mantan wartawan itu kehabisan ide untuk memenuhi jumlah halaman standar buku yang harus diterbitkan? atau sengaja mengejar setoran? :)

judul : manjali dan cakrabirawa
penulis: ayu utami
penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
jumlah hal : 276

gesang, buku biografinya diterbitkan ulang

July 7th, 2010, posted in buku

membaca kehidupan gesang, kita seperti menelusuri ceruk dunia yang belum pernah dijamah orang. di tengah keriuhan mayoritas yang menilai kebahagiaan dengan uang, gesang mempunyai definisi lain. ia sudah cukup bahagia ketika ia bisa melihat capung-capung yang beterbangan di pinggir kali atau bisa rengeng-rengeng di tempat yang sepi.

karena itu ia menolak meneruskan usaha batik ayahnya. laki-laki yang bernama lahir soetadi ini lebih memilih menyanyi dan mencipta lagu. meski masa depannya tidak jelas ia yakin Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan sebaik-baiknya. dan keyakinannya terbukti, sekarang ia dikenal sebagai maestro keroncong.

namun untuk sampai pada pencapaian tersebut, ia harus menjalani hidup yang sungguh serius dan tak main-main. hidup gesang bak air keruh yang mengalir tanpa gejolak. muram, namun ia menjalaninya dengan kuat.

usia lima tahun ibunya meninggal. perkawinan yang telah dibinanya selama 22 tahun kandas. walinah, isterinya yang matre menguras semua harta yang dimiliknya. termasuk rumah warisan orang tuanya yang sekaligus dijadikan toko di tirtonadi. dalam keadaan luntang-lantung itu ia dipertemukan dengan ngainah, mantan pembantunya.

ngainah telah menganggap gesang adalah keluarganya. maka di rumah sempit 3 x 6 meternya di daerah munggung, solo gesang menumpang tinggal termasuk makan. hubungan keduanya unik. mereka saling membutuhkan, namun tidak terikat dalam perkawinan. mereka telah saling menganggap sebagai saudara

seluruh lagu-lagunya adalah catatan adegan-adegan kehidupannya. lagu-lagunya adalah ungkapan suara hatinya terdalam. ketika mencipta tak ada niatan untuk memperoleh imbalan, apalagi materi. “jika aku mengharap laguku populer dan disenangi orang, berarti dalam proses penciptaanya aku sudah memasukkan unsur kepentingan baik moril maupun materiil. itu pada akhirnya akan mempengaruhi orisinalitas laguku(hal 131).

contohnya lagu bengawan solo. lagu itu adalah potret telanjang keadaan sungai terpanjang di jawa kala itu. meski lagu itu sekarang populer di banyak negara, dalam penciptaanya gesang meragukan keindahannya. ia sempat meminta pendapat temannya apakah lagu tersebut bagus atau tidak.

gesang yang mengaku penakut ini bukanlah seorang yang ambisius. gesang adalah sosok seniman yang tak silau dengan popularitas. menurutnya popularitas itu adalah racun yang sangat membahayakan. aku mencipta hanya karena ingin mencipta. menyalurkan segala rasa yang berkecamuk di hati kedalam musik (hal 131).

sehingga ketika ia terlunta-lunta ia tak pernah meratapinya. lapar dapat menjadi perasaan yang memukau, bisa mempertebal ketahanan tubuh dan membuat lebih peka. lapar adalah keindahan yang sering menggiringku ke sebuah inspirasi (hal 246).

di hari tuanya ia menempati rumah pemberian gubernur jawa tengah (waktu itu soepardjo rustam) di daerah palur, karang anyar. tentang kematian begini katanya, mengapa harus takut? hidupku toh tidak terlampau indah sehingga tak perlu menyanyangkannya. :(

buku biografi ini pernah diterbitkan pada tahun 1998 oleh balai pustaka.

judul buku : gesang: mengalir meluap sampai jauh
penulis : isharry agusjaya moenzir
jumlah hal: 294
penerbit : gramedia