• 2

    Sep

    Orang-orang (yang cenderung) tak bermoral di kerumunan

    Beramai-ramai kita berani, sendiri kita tak punya nyali. Masih tak percaya dengan ungkapan itu, baiklah saya akan berikan banyak bukti. Maksud saya begini, ketika orang-orang berkerumun atau berada dalam satu tempat secara bersamaan, ada kecenderungan mereka merasa makin berani. Terutama berani melanggar peraturan. Kelakuan buruk ini tak ada hubungannya dengan tingkat sosial, pendidikan, suku agama dan keeksisan seseorang. Ada yang bilang mereka bukan bodoh, namun tak bermoral saja. Beberapa contoh yang menunjukkan itu adalah ketika menyeberang jalan. Di Jakarta, meski telah disediakan jembatan penyeberangan, masih saja ada yang menyeberang beramai-ramai di bawah jembatan. Sering juga tampak orang-orang yang melanggar lampu merah ketika menyebarang. Namun mereka merasa tak melakukan pe
  • 23

    Aug

    ketika lebaran usai

    hari terakhir di rumah sebelum berangkat ke jakarta itu momen yang paling ga bisa didefiniskan. ada perasaan senang, pengeluaran terhenti. ada perasaan sedih karena waktu berandai-handai dengan keluarga usai. ada perasaan enggan karena harus segera mengadapi rutinitas pekerjaan. ada perasaan bahagia karena didoain agar selamat sampai tujuan. namun yang paling ironis mungkin pesan dari salah seorang saudara yang begitu sayang. dia mengatakan ini pasti karena dia peduli. aku yakin pesan itu juga banyak diterima para pemudik lain. pesan itu klise, standar, basi dan mungkin memang seharusnya begitu. benar. segeralah menikah, biar ada orang yang bisa diajak diskusi, membangun rumah tangga agar hidupmu lebih bahagia, katanya. dia bicara seperti motivator (bedanya, ia telah mengalami menikah
  • 22

    Aug

    basa-basi yang sudah basi

    di sebuah lift di lantai 28 sebuah gedung di pusat peradaban seorang pekerja yang baru hari ini masuk menanyaiku asalnya darimana, kost atau rumah sendiri, berapa per bulannya. aku diam saja, hanya tersenyum. namun ia melanjutkan pertanyaan, alumni mana dan angkatan berapa. maksud coworker tersebut tentu baik, ingin berakrab-akrab atau setidaknya ingin membuat suasana tidak kaku. ya basa-basi memang kadang diperlukan agar sebuah perjumpaan tidak garing. namun jika tidak hati-hati basa-basi yang basi akan menjadi bumerang, bisa-bisa membuat seseorang menjadi ilfil. style basa-basi itu sudah expired. sekarang era 2.0, ketika semua orang sudah terhubung begitu kita kenalan dan tahu namanya, kita bisa memperoleh sebanyak-banyaknya data siapa dirinya. basa-basi yang basi yang seperti mengint
  • 18

    Jul

    "teror" di bulan ramadan

    ramadan, bulan penuh berkah. bulan penuh pahala, ampunan dan semua hal yang baik mengumpul di bulan puasa ini. momen ini tak pelak dijadikan para badan amal atau perorangan untuk “meneror” orang-orang, mengajak melakukan kebaikan dengan cara berdonasi. suasana pencarian dana itu sudah seperti lalu lintas jakarta sore hari yang hujanl, ramai dan kusut. jika kita jeli di mana-mana kita seperti dikepun para pencari dana, baik secara langsung maupun tidak langsung. dan yang dijadikan objek mereka adalah anak yatim, karena dengan menolong mereka pahala yang diterima akan lebih banyak. dari bangun tidur mengecek email, beruntun email masuk dari beberapa badan amal nasional. menarik cara menyajikannya. mereka menawarkan paket-paketnya. ada paket buka puasa, paket bingkisan lebaran,

Author

Follow Me