
film pertama mathias muchus ini bagus. penggarapannya detail dan pas. semua actornya memerankan tokoh-tokohnya dengan pas. teuku firmansyah yang mewakili eksekutif muda yang shaleh. titi sjuman yang antagonis dan anak-anak jalanan yang merupakan potret lusuhnya jakarta hari ini.
meski tema anak jalanan suda sering difilmkan, menonton film ini tetalpah inspiratif. kita diajak lebih mengenal kehidupan anak jalanan yang tidak saja menyedihkan: terpisah dari orang tua, tidak sekolah dan selalu dalam keadaan tak tenang karena diteror satpol pp.
meski selalu dalam keadaan darurat, mereka tetaplah anak-anak polos, lucu dan original. film rindu purnama tak terjebak pada cerita klise yang menye-menye. saya jadi teringat film pengemis dan tukang beca (1978) yang diperani christine hakim yang memenangi piala citra.
rindu purnama sangat menggugah iman. kita seolah disadarkan, di luar sana ada kehidupan anak-anak yang keras dan perlu solusi. karena kita tak pernah mengenal mereka, kita selalu berprasangka buruk. (celakanya memang tak semua anak jalanan lucu dan baik). andai saja kita punya kesempatan hidup bersama mereka, kita mungkin akan sedikit memahami apa yang mereka rasakan.
rindu purnama dibuka dengan landskap kota jakarta dengan jalan-jalan layangnya. indah,tak salah jika banyak orang sampai sekarang masih mengkhayalkan, jakarta adalah kota impian. namun di bawah jalan itulah para gembel dan anak jalanan tinggal. berumah disela-sela sampah. miris.
di situlah purnama tinggal di sebuah rumah singgah bersama puluan teman-temannya. permasalahan muncul ketika rindu hilang. seisi rumah heboh mencari, namun tidak ketemu. adiknya, akbar 3 th (duh si sss ini bermain sangat bagussss) sangat merindukan kakaknya. namun kemana harus mencarinya di kota sebesar ini?
selama 120 menit menonton film ini tak pernah membosankan. karena selain masalah anak jalanan, rindu purnama juga mengajarkan, cinta tak selamanya ditukar dengan apapun yang kita miliki. moniq, anak bos dimana surya bekerja jatuh cinta. dengan kekuasaan yang ia miliki ia berusaha mencintai surya.
yang paling menarik menurutku adalah proses surya yang sebelumnya hidup di dunianya sendiri, pelan-pelan memahami, ada kehidupan lain yang tak kalah inspiratifnya. ada suatu masa, dimana uang tak laku untuk membeli cinta.

