Archive for the ‘jalan ke sana’ Category

arisan 2:carpe diem, quam minimum credula postero

November 28th, 2011, posted in daily, jalan ke sana

delapan tahun waktu yang cukup lama membuat seseorang berubah. yang dulu belum punya anak, sekarang anaknya sudah berusia 7 tahun. yang dulu berusia 30-an kini telah menjelang usia 40-an. banyak teman datang dan pergi, namun teman sejati selalu di hati.

begitulah dalam film arisan 2 ini, kehidupan para tokohnya sudah berubah semua. mereka mempunyai problemnya masing-masing. namun mereka tetap fun, tak ada kesedihan dalam kehidupan mereka.

hubungan cinta sakti dan nino tak seperti dulu. meski masih bersahabat, mereka memilih ke lain hati. lita memutuskan mempunyai anak yang ia rahasiakan siapa ayahnya. sementara aida nurmala selain sibuk dengan kegiatan sosialitanya, ia juga bermasalah dengan kedua anaknya.

sementara memei, diam-diam mengasingkan diri ke sebuah pulau yang indah. di sini ia membuat keputusan terbesar dalam hidupnya. setelah bertahun-tahun tidak pernah makan makhluk hidup ia sekarang membebaskan tubuhnya makan apa saja.

perjumpaannya dengan dokter tom mengubah persepsinya tentang kehidupan. dari dokter tom ia belajar bahwa kita selama ini terlalu berisik dengan semua hal yang berhubungan dengan uang. sehingga kita mengabaikan keindahan yang gratis: aroma laut, kabut di gunung yang mengajak berbincang dan seterusnya.

di pulau indah itu, memei ingin lebih menyadari pentingnya moment. karena ia sudah tahu kapan ia akan pergi meninggalkan dunia. namun ia tak sedih. ia tak mengangapnya itu sebuah musibah namun sebagai anugerah. karena orang lain tidak tahu kapan sisa waktu hidupnya. memei berusaha memaksimalkan harinya, menikmati moment carpe diem quam minimum credula postero.

kehadiran sarah sechan, rio dewanto dan edward gunawan di film yang syutingnya kebanyakan di gili trawangan ini menambah manisnya film ini. arisan 2 selain menghibur juga sangat inspiratif. 1 desember nanti aku mau nonton lagi. :)

lombok, pesona lautnya menakjubkan

November 14th, 2011, posted in jalan ke sana

beberapa spot wisata lombok yang populer selain gili trawangan, gili meno dan gili air adalah gunung rinjani. namun sayang kesempatan menuju puncak gunung tertinggi kedua di indonesia itu belum kesampaian. waktu empat hari rasanya tidak cukup untuk menikmati keelokan alam dan budaya indonesia timur itu.

setelah mendarat di bandara international bali (bandar selaparang sekarang sudah tidak dipakai) tujuan utama adalah ke gili meno. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam via darat, sampailah kami ke teluk nara, dermaga kecil tempat kami berganti perahu motor. sewa untuk menyeberang 100 ribu per orang.

sebeneranya ada pelabuhan bangsal dimana ada perahu reguler yang menuju ke gili-gili. satu orang hanya perlu membayar 10 ribu, namun harus menunggu penumpang sebanyak 25 orang. selama menyeberang, pelampung tidak disediakan.

gili meno, (gili artinya pulau kecil) salah satu dari tiga gili yang populer itu. tiga gili tersebut dikepalai satu orang kepala desa. di sekitaran gili ini ada banyak spot untuk menyelam atau snorkling: shark spot, coral fan, bounty dan lain-lain. saya hanya sempat snorkling, karena diving 1 jam bayarnya 600 ribu.

pada malam hari, di gili meno dan gili air, suasanyanya sangat sepi, cocok untuk pasangan yang lagi jatuh cinta. suasana pulau agak gersang.

hari selanjutnya ke kampung sade, kampung tradisional suku sasak. kampung ini sengaja dilestarikan oleh kepala suku tersebut. ada sekitar 120 rumah yang kecil-kecil dan berdempetan. menurutku sangat tidak sehat. apalagi ada budaya yang mengolesi lantai dengan kotoran sapi.

ada kebiasaan di sini, semua perempuan sasak harus bisa menenun, karena kalau tidak bisa berati dia tidak seksi untuk dinikahi. di sini juga terdapat pusat kain tenun. namun sayang harganya sangat mahal. lebih mahal dari kain-kain tenun yang dijual di pameran jcc. kualitasnya juga lebih rendah.

dari hasil ngobrol dengan petugas hotel, saat ini, turis yang mengunjungi lombok mayoritas tidak lagi didominasi asing. saat ini turis lokal yang datang ke lombok sekitar 30 persen dari jumlah total turis asing. petugas hotel pun menyadari turis lokal juga layak diservis seperti turis asing

@poopeewhoopee: kenapa popok kain?

October 10th, 2011, posted in daily, jalan ke sana

kalau anda masih perlu diyakinkan tentang kebaikan popok kain, berikut ini adalah sejumlah alasan mengapa popok kain baik untuk si kecil dan anda sendiri:

sehat

popok kain baik untuk kulit dan kesehatan si kecil. kalau kulit anak anda tergolong sensitif dan gampang mengalami ruam, pemakaian popok sekali pakai (pospak) akan memperburuk keadaan. bahan-bahan kimia di dalam pospak dapat mengakibatkan reaksi alergi dan, karena bahan-bahan tersebut mengunci kelembaban, bakteri dapat tumbuh subur. coba lakukan riset kecil-kecilan di internet dan anda bisa menemukan sejumlah penelitian yang menunjukkan kalau bahan-bahan kimia di dalam pospak ada kaitannya dengan sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan, seperti asma, kanker serta kemandulan.

hemat

siapkan kalkulator. inilah hitung-hitungannya berdasarkan pengalaman saya:

saya harus mengeluarkan rp 1.950,- untuk setiap pospak yang dulu sering saya beli. kalau saya harus mengganti popok anak saya yang berumur 10 bulan sebanyak 6 kali sehari, setiap bulannya saya menghabiskan 6 x 30 x rp 1.950,- = rp 351.000,- perkiraan saya, ia masih akan memerlukan popok sampai ia berusia 2 tahun. jadi, selama 14 bulan ke depan saya harus menyediakan uang sebanyak 14 x rp 351.000,- = rp 4.914.000,-

banyak sekali bukan?! dan itu belum termasuk biaya pospak yang sudah dikeluarkan sejak ia lahir!

kalau saya memutuskan untuk sepenuhnya memakaikan popok kain pada si kecil dan akan mencuci 2 hari sekali, maka saya memerlukan kurang lebih 20 set. di Poopee Whoopee, anda sudah bisa mendapatkan paket dengan 2 insert dengan harga kira-kira rp 130.000,-. berarti biaya yang harus saya keluarkan sekitar 20 x rp 130.000,- = rp 2.600.000,- saja. dengan perawatan yang benar, saya masih bisa menggunakan popok kain tersebut untuk anak-anak saya berikutnya (kalau memang saya dan suami beruntung mendapatkan anak lagi! :)).

penghematan yang sangat berarti, menurut saya, terutama kalau saya telah menggunakan popok kain sejak si kecil lahir. dan ada banyak hal yang bisa saya beli dengan uang tersebut. mainan untuk si kecil atau mungkin makan malam romantis bersama suami? :)

ramah lingkungan

saya bukan aktivis lingkungan hidup tapi ketika saya mengetahui kalau pospak perlu 500 tahun untuk benar-benar hancur, saya jadi ngeri membayangkan tumpukan demi tumpukan pospak bekas di area pembuangan sampah. sampai kapan kita akan punya cukup tempat untuk menampung sampah pospak? pastinya saya tidak mau tinggal dekat dengan gunungan pospak bekas.

mudah

jujur saja, awalnya saya juga berpendapat kalau popok kain itu merepotkan. tetapi itu karena saya belum mengerti dan tidak tahu banyak tentang pemakaian dan perawatannya. popok kain modern sangatlah gampang digunakan dan dirawat. hanya perlu sedikit membiasakan diri saja. intinya, kalau sudah tahu cara menggunakan pospak, pasti bisa kok menggunakan popok kain. :)

menyenangkan!

sudah tahu kan kalau pilihan warna dan desain popok kain sangat lucu dan menggemaskan? seru banget memilih dan kemudian melihat si kecil jadi makin imut dengan popok kain!

UNtuk belanja silakan ke http://poopeewhoopee.multiply.com/

bantar gebang, di sini masih ada harapan

August 22nd, 2011, posted in jalan ke sana

rabu 17 agustus, akademi berbagi mengadakan kelas untuk anak-anak di tempat pembuangan akhir sampah bantar gebang. jarak bantar gebang dengan istana sekira hanya 2 jam perjalanan. namun sepertinya kabar keberadaanya tak pernah terendus. kondisi para penghuni di tpa terbesar ini kumuh, bau dan tak layak bagi kemanusiaan.

perumahan bantar gebang, mereka berada di tengah-tengah tumpukan sampah yang bau, tidak menarik dan kotor.

kegiatan utama para penghuni perumahan bantar gebang adala memilah-milah sampah, mana yang bisa dijual dan mana yang akan dijadikan kompos

ini adalah penampakan sekolah al falah yang mandiri. guru-gurunya sukarelawan dan beberapa dari lsm, tidak di gaji tentu saja. namun tetap ada kelas-kelasnya meski entah diakui atau tidak oleh dep pendidikan nasional

Seluruh dinding sekolah ini dari bambu, ada yang dianyam sebagian lagi ditempel-tempel setelah bambu di belah menjadi dua. tak ada gambar pahlawan atau peta indonesia di dindingnya

Acih (10 th) salah satu siswa al falah yang ikut kegiatan akademi berbagi. ceria meski tak tahu masa depannya akan seperti apa

di kelas akademi berbagi anak-anak penghuni tpa bantar gebang bermain-main: menyanyi, menggambar dan bermain tupai dan pohon. mereka bersemangat dan punya harapan